Rossi Puji Yamaha Yang Semakin Kencang

Penulis: Darmansyah

Rabu, 13 Februari 2019 | 10:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Valentino Rossi memuji laju Ducati di tes MotoGP Sepang, tapi merasa Yamaha sudah merapatkan jarak. Meski demikian masih ada kekhawatiran besar dalam dirinya.

Ducati menempatkan Danilo Petrucci menjadi yang tercepat di hari terakhir tes pramusim MotoGP Sepang.

Catatan itu menjadi rekor tak resmi lintasan, menggeser milik Jorge Lorenzo pada tahun lalu  Sementara Yamaha menempatkan Maverick Vinales sebagai pebalap terbaiknya di hari terakhir

Rossi sendiri harus puas berada di urutansepuluh . Selisihnya dengan Petrucci hampir satu deti

Meski demikian Rossi melihat Yamaha sudah mulai memangkas jarak dengan para rival dalam hal laju satu balapan penuh.

Di sisi lain, masih perlu perbaikan besar untuk laju satu putaran.

“Saat di time attack, Ducati luar biasa. Selain itu, kita juga tak menghadapi Marquez karena bahunya. Tapi soal laju, tampaknya kami sedikit merapatkan jarak,” ungkap Rossi dikutip Crash.

“Tapi saya masih khawatir, kalau kami balapan besok saya rasa kami akan kepayahan karena kami masih punya sesuatu untuk diperbaiki. Untuk tes pertama sih ini tak terlalu buruk.”

“Tes Qatar akan tiba dalam 10 hari, rasanya kami takkan mendapatkan sesuatu yang baru di sana. Tapi setidaknya ini lintasan yang lain, temperatur yang berbeda. Jadi akan menarik untuk memahami situasi,” tambahnya.

Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah akselerasi. Sejauh ini Yamaha masih belum memahami sepenuhnya karakter mesin  ini

“Kami cukup berupaya, beberapa hal kami tingkatkan. Tapi saya bagian di mana kami harus bekerja adalah pada karakter mesin. Akselerasi adalah area di mana kami masih kepayahan,” tandasnya.

Selain itu Rossi juga berbicara soal rencana bikin buku dan anaknya kelak. Apa katanya?

Rossi, bersama Maverick Vinales meluncurkan tim Yamaha di MotoGP. Keduanya memperkenalkan tim Yamaha yang kini disponsori Monster, bukan lagi Movistar.

Tak cuma berbagi rencana tentang MotoGP musim ini, Rossi juga mengungkapkan hal-hal yang lebih pribadi dalam sesi wawancara dengan media,

Pebalap yang genap berusia empat puluh tahun pada Sabtu depanuari itu membeberkan rencana untuk membuat buku oerjalanan hidupnya alias autobiografi.

Dia bilang rencana itu sudah dirancang sejak lama.

“Saya sudah memikirkan buku sejak lama sekali yang menjelaskan masa lalu saya di Honda dan Yamaha dan mungkin kalau keseluruhan nanti di masa yang akan datang sebab banyak hal yang bisa diceritakan. Tidak sekarang, mungkin saat saya pensiun dari MotoGP,” ujar Rossi.

Selain itu, Rossi mengungkapkan rencana tentang anak. Dia berharap buah hatinya nanti bisa mengikuti jejaknya untuk balapan.

“Tentu saja saya senang jika dia mau membalap motor tapi itu bukan keputusan saya, tapi pilihan anak saya kelak,” ujarnya.

Saat ini,  sang pebalap itu belum menikah. Rider berjuluk The Doctor itu kini sedang menjalin kasih dengan model  bernama Francesca Sofia Novello.

Meski begitu, Rossi mengaku belum terpikir untuk melepas masa lajangnya.

Saat ini rider Yamaha itu sedang berpacaran dengan Francesca Sofia Novello, seorang model asal Italia yang masih muda. Keduanya disinyalir telah menjalin kasih selama dua tahun.

Namun, berkeluarga rupanya bukan prioritas Rossi untuk sekarang. Rossi memilih untuk menjalani saja hubungannya dengan Francesca.

“Aku tidak tahu. Kami belum memutuskannya. Kami belum memikirkan pernikahan,” ungkap Rossi, sebagaimana diwartakan Marca.

Rossi tengah fokus untuk memperbaiki performanya di musim 2019. Juara dunia sembilan kali itu baru saja melewati musim terburuknya bersama Yamaha setelah gagal mememenangi satu balapan pun pada musim lalu.

Hasil mengecewakan tersebut membuat Rossi menobatkan sebagai pecundang oleh sebuah televisi di Italia. Rossi dihadiahi trofi Tapiro d’Oro , penghargaan satire yang diberikan kepada figur publik yang sedang menjalani periode buruk.

“Luar biasa aku menyia-nyiakan salah satu tahun terbaikku sebagai pebalap dengan motor seperti itu, kurang kompetitif,” ucap Rossi.

“Itu adalah musim yang sulit, aku gagal menang satu balapan pun, dan aku sangat menyesal,” imbuhnya.

Komentar