close
Nuga Sport

Raikkonen Buat Pemilik Lotus Frustrasi

Menempati posisi dua diurutan pebalap di ajang Formula One  musim ini, Kimi Rakkonen membuat pemilik tim Lotus, Gerard Lopez  frustrasi. Ia menghendaki Kimi bisa memuncaki klasemen dan keluar sebagai jawara di seri-seri berikutnya.

Secara keseluruhan Lopez mengaku puas akan kemajuan yang terus diperlihatkan oleh tim  Lotus. Di empat seri yang sudah berlangsung,  Raikkonen selalu meraih posisi kedua pada tiga balapan terakhir secara beruntun. Melihat pencapaian tersebut Lopez mengaku tak terlalu senang, meski itu bisa menjadi tolak ukur timnya.

“Daripada senang, saya lebih merasa frustrasi. Tim telah bekerja dengan baik, mobilnya fantastis, jadi anda akan merasa frustrasi ketika nyaris di sana (menang), tapi karena alasan tertentu tak melakukannya,” ungkap Lopez, seperti dilansir “PlanetF1.”

“Akan tetapi, merasa frustrasi dari finis kedua itu cukup bagus. Pasalnya, ini bisa menjadi tolak ukur seberapa jauh kami sudah melangkah hingga saat ini,” sambungnya.

Pada musim lalu, Lotus sukses finis di tempat keempat klasemen akhir konstruktor dan posisi tiga untuk pembalap yang diwakili oleh Raikkonen. Kini, Lotus telah telah mengalami kemajuan yang cukup pesat hingga finis kedua sudah bukan hal menyenangkan.

“Pada kasus ini kami rasa frustrasi ini cukup selaras dengan ekspektasi kami. Kami bisa frustrasi akibat tak dapat poin, lalu kami bisa frustrasi karena tak ada di posisi lima besar, dan kini kami frustrasi tak bisa menang,” pungkasnya.

Sementara tim Lotus sedang bekerja memperbaiki kinerja, tim Reda Bull Racing dituduh diuntungkan oleh pemasok ban balapan Formula One, Pirelli.

Tim principal Red Bull, Christian Horner, membantah bahwa timnya diuntungkan oleh pemasok ban Formula One asal Perancis itu.i. Hal ini menyusul keputusan Pirelli yang akan melakukan perubahan pada ban F1 di GP Kanada pada 9 Juni mendatang.

Seperti diberitakan sebelumnya, keputusan untuk mengubah struktur ban pada GP Kanada nanti, terjadi usai adanya kritikan keras dari Red Bull yang merasa tak puas dengan performa ban itu sejak seri awal musim ini. Meskipun, Pirelli sendiri sudah membantahnya.

Akan tetapi, keputusan ban asal Italia tersebut menimbulkan kontroversi karena banyak yang menilai perubahan itu hanya akan menguntungkan salah satu tim saja. Terlebih, tim seperti Ferrari, Lotus dan Force India mampu beradaptasi dengan ban yang digunakan saat ini.

Horner menegaskan bahwa perbuhan tersebut harus dilakukan demi kepentingan dunia balap F1 ke depannya. Bahkan Horner mengklaim bahwa tim lain pun merasa tak nyaman dengan ban yang dipakai musim ini.

“Ini adalah bagian dari tantangan membangun F1 untuk semakin berkembang ke depannya. Kami selalu konsisten melihat situasi ban yang tidak menguntungkan bagi kami sejak balapan pertama musim ini dimulai,” ujar Horner, seperti dilansir PlanetF1.

“Mungkin kami telah memenangkan dua seri balap di musim ini dan menempatkan tim kami berada di pimpinan klasemen. Tapi kendala yang justru terjadi saat ini bukan pada balapan tetapi ban.”

“Direktur teknik kami (Adrian Newey) dan timnya harus berurusan dengan perubahan selama beberapa tahun terakhir. Mereka selalu merespon dengan baik, namun masalah ban kali ini juga dialami oleh semua tim yang tampil di musim ini. Jadi jelas keputusan Pirelli untuk mengubah ban akan sangat penting untuk balapan selanjutnya,” tandasnya