Marquez Masih Yang Tercepat di Sepang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Februari 2019 | 09:26 WIB

Dibaca: 1 kali

Marc Marquez membuktikan dirinya masih merupakan calon kuat juara dunia MottoGP musim imi.

Pembuktisan itu ia tunjukan ketika menjadi yang tercepat pada hari pertama tes pramusim MotoGP di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Rabu kemarin.

Dikutip dari Crash, Marquez mencatatkan waktu terbaik pada lap kedua puluh enam dari total  dua puluh sembilan lap yang dilahapnya pada hari pertama tes di Sepang.

Keberhasilan Marquez menjadi yang tercepat di hari pertama terbilang cukup mengejutkan. Pasalnya, juara dunia MotoGP lima kali itu baru kembali dari operasi bahu kiri yang dijalaninya pada Desember tahun lalu.

Marquez berhasil unggul  atas pebalap Suzuki Alex Rins. Pebalap Yamaha Maverick Vinales berada di posisi ketiga, . Vinales yang menjadi pebalap tercepat pada tes di Valencia akhir pekan lalu, mencoba dua mesin barunya di tes hari pertama ini.

Rekan setim Vinales, Valentino Rossi, berada di posisi keenam. The Doctor  berada di belakang pebalap Avintia Tito Rabat dan pebalap baru Ducati Danilo Petrucci.

Jorge Lorenzo menjadi satu-satunya pebalap yang absen pada tes pramusim kali ini karena dalam pemulihan usai operasi pergelangan tangan.

Dua pebalap rookie Francesco ‘Pecco’ Bagnaia dan Miguel Oliveira sempat mengalami masalah teknis, sedangkan Andrea Iannone, Jack Miller, dan Pol Espargaro menjadi tiga pebalap yang mengalami kecelakaan.

kembali menjajal motor usai menjalani pemulihan pasca operasi. Dia termasuk beberapa pembalap yang menjalani sesi shakedown jelang tes pramusim di sirkuit Sepang pada pekan ini.

Usai jalani tes pasca musim November tahun lalu, Marquez jalani operasi di bahu kiri. Ini harus dilakukan untuk memperbaiki dislokasi yang terjadi di bahu kiri sebanyak beberapa kali sepanjang MotoGP

Memang, Marquez sempat dikhawatirkan tidak seratus  persen saat tes MotoGP Sepang. Namun seperti video yang dirilis Repsol Honda, Marquez tampak senang gunakan motor pada akhir Januari lalu.

Dia menggunakan motor Honda mini racer di sirkut d’Alcarras, Leida, sebuah tempat dekat rumahnya di Spanyol. Lalu mengapa Marquez nekat naik motor di masa pemulihan?

Marquez menahan rasa sakit saat kembali juara MotoGP musim lalu. Musim ini, dia akan bertandem dengan Jorge Lorenzo di Repsol Honda.

Marquez mengatakan dirinya sangat butuh kembali ke motor untuk merasakan bagaimana kondisi akhir cederanya.

“Saya butuh ini, saya memiringkan sikut saya di tanah. Mari kita tunggu, saya cukup bagus saat mengerem tapi saya masih lemah di stabilitas dan kekuatan,” katanya seperti dikutip crash.

“Saat saya ada di lintasan, saat saya membuka siku saya untuk menyentuh tanah, sesuatu yang menggembirakan saya tapi juga mengganggu. Kalau saya lebih tenang, mungkin tidak sakit.”

Marquez dipantau langsung oleh fisioterapis Carlos J Garcia. Saat itu, dia sengaja tak menggunakan motor MotoGP.

“Saya sudah merasakan motor baru. Pembalap harus punya pikiran yang bebas. Selama empat belas jam menuju Malaysia nanti, saya harus punya pikiran sudah mencoba motor, coba rem, gas dan gigi,” ujarnya.

Seperri ditulis “marca,” Marc Marquez sudah tak sabar menjalani uji coba pramusim MotoGP di Sirkuit Sepang,  Pembalap Repsol Honda itu siap beraksi meski bahu kirinya belum benar-benar pulih cedera.

Marquez, yang diketahui mengalami dislokasi bahu,

Cedera tersebut semakin sering terjadi, hingga keputusan untuk menjalani operasi diambil awal Desember lalu.

“Pramusim MotoGP sebentar dimulai dan saya sudah tak sabar memulainya, karena musim dingin kali ini sungguh tak biasa, saya harus fokus memulihkan bahu,” ungkap Marquez.

“Sejatinya saat ini proses pemulihan saya belum selesai. Semoga pada Maret nanti saya sudah kembali 100 persen bugar,” sambung juara MotoGP lima kali itu.

Dalam kesempatan lainnya Marquez mengungkapkan enggan menjabat tangan pebalap Monster Energy Yamaha Valentino Rossi jelang MotoGP

Marquez tampaknya masih ingat dengan insiden yang terjadi dalam konferensi pers jelang MotoGP San Marino di Sirkuit Misano pada September tahun lalu. Kala itu, Rossi menolak ajakan jabat tangan pebalap asal Spanyol tersebut.

Kurang lebih empat bulan sejak saat itu, Marquez menegaskan dirinya belum berminat untuk bersalaman dengan Rossi di suatu kesempatan lagi.

“Saya sudah pernah melakukannya [menawarkan diri untuk salaman dengan Rossi], bukan? Tidak akan lagi saya mengulanginya kembali. Saya sudah melakukan itu sekali dan itu cukup,” kata Marquez seperti yang dikutip dari situs GP One

“Saya tidak dendam kepada dia [Rossi], malah saya mengagumi apa yang dia lakukan. Saya ingin mencapai usia seperti dia dan membalap dengan cepat. Saya juga yakin dia akan menjadi rival yang hebat di lintasan,” katanya menambahkan.

Tahun lalu. hubungan Rossi dengan Marquez memanas setelah insiden di MotoGP Argentina pada April tahun lalu. Ketika itu Marquez dan Rossi berbenturan pada tikungan ketiga belas  yang menyebabkan The Doctor terjatuh.

Dalam konferensi pers di San Marino, Marquez berusaha berjabat tangan dengan Rossi. Namun, Rossi menolaknya. Pebalap 39 tahun itu hanya tersenyum dan menggelengkan kepala ketika Marquez berusaha menjabat tangannya.

Insiden itu terjadi di depan awak media dan empat pebalap lainnya yang hadir dalam konferensi pers MotoGP San Marino: Andrea Iannone, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, dan Pecco Bagnaia.

Setelah Rossi menolak jabat tangannya, Marquez mengatakan, “Situasinya selalu seperti ini. Maksud saya, saya bisa apa lagi? Ini sudah dua kali [saya berusaha minta maaf]. Tidak masalah. Saya akan membalap dengan cara yang sama.”

Menanggapi pernyataan Marquez, Rossi kemudian merespons, “Kami tidak perlu berjabat tangan. Kami baik-baik saja. Kami tidak punya masalah.”

Komentar