“Kick” Rossi Terhadap Ana Makin Heboh

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 November 2016 | 08:36 WIB

Dibaca: 0 kali

Tendangan Rossi terhadap seorang wanita bernama Ana Cabanillas di paddock Sirkuit Valencia di hari Minggu lalu,  kini makin heboh bersamaan dengan dipamerkannya “kick” itu dengan insiden Rossi versus Marquez di Sepang, Malaysia, tahun lalu.

Hebatnya  lagi kasus ini akan bermuara ke pengadilan dengan diajukannya gugatan oleh sang wanita bernama Ana Cabanillas itu.

Ana Cabanillas menganggap dirinya seperti Marc Marquez.

Cabanillas juga menceritakan insiden tendangan tersebut kepada Marquez.

Seperti dikutip dari Auto Bild Spanyol, Cabanillas mengaku terkejut dengan tindakan yang dilakukan Rossi di paddock Sirkuit Valencia.

Cabanillas yang juga mengaku sebagai penggemar Rossi, menyamakan dirinya dengan Marquez.

Cabanillas ditabrak dan ditendang Rossi yang berusaha mencapai paddock Yamaha menggunakan sepeda motor melewati kerumunan penonton.

Cabanillas yang mengetahui kehadiran Rossi, berusaha melakukan selfie atau swafoto ketika pebalap asal Italia itu melintas.

Rossi kemudian menabrak dan terlihat menendang Cabanillas yang terlihat dalam video menghalangi jalur sang pebalap tersebut.

“Saya menyadari apa yang terjadi dengan saya sama dengan Marquez. Saya juga pendukung Marquez dan saya menggunakan baju Repsol Honda ketika insiden terjadi,” ujar Cabanillas.

“Bertahun-tahun menjadi penggemar MotoGP, saya tidak pernah mengalami insiden seperti ini. Saya beberapa kali melakukan selfie bersama Rossi. Saya bilang ke Marquez: Kita punya satu kesamaan, Rossi juga menendang saya.”

Marquez juga dianggap menjadi korban tendangan Rossi pada balapan GP Malaysia musim 2015.

Insiden tersebut sempat membuat hubungan Rossi dengan juara dunia MotoGP itu memburuk.

Cabanillas sendiri, menurut sebuah media,  sudah mengajukan tuntutan terhadap Rossi ke Pengadilan Valencia.

Meski Rossi sudah mengungkapkan permintaan maaf, Cabanillas tetap mengajukan tuntutan ke pengadilan.

“Jika bukan karena disengaja saya akan menerima permintaan maaf, tapi setelah menonton video saya melihat itu bukan sekadar tendangan, tapi ia juga memukul saya dengan sikunya dengan sengaja. Dan itu tidak bisa ditoleransi,” ucap Cabanillas

Insiden ‘tendangan’ Valentino Rossi terhadap penonton sebelum balapan MotoGP Valencia, berlanjut ke pengadilan.

Penonton yang diduga ditendang Rossi, Ana Cabanillas, resmi mengajukan tuntutan ke Pengadilan Valencia.

Seperti dikutip dari Tuttomotoriweb, Pengadilan Valencia mengumumkan telah menerima tuntutan terhadap Rossi.

Nama pelapor tidak diungkapkan Pengadilan Valencia, namun Ana Cabanillas diyakini sebagai pelapor.

Cabanillas membuktikan ucapannya yang akan menggugat Rossi ke pengadilan menyusul insiden di paddock Sirkuit Valencia.

Cabanillas, yang mengaku sebagai penggemar Rossi, tidak bisa menerima permintaan maaf The Doctor setelah melihat video insiden.

Di dalam video insiden yang telah viral tersebut, Rossi dan salah satu kru Movistar Yamaha terlihat berusaha mencapai paddock Yamaha menggunakan sepeda motor melewati kerumunan penonton.

Cabanillas yang mengetahui kehadiran Rossi, berusaha melakukan selfie atau swafoto menggunakan tongkat ketika pebalap asal Italia itu melintas. Rossi kemudian menabrak Cabanillas dan terlihat menendang wanita asal Puerto de Santa Maria, Andalusia, tersebut.

“Saya meminta maaf kepada wanita itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, sulit untuk mencapai paddok dengan kondisi seperti itu.”

“ Terutama di Valencia, begitu banyak orang yang mengejar saya untuk mengambil foto sementara, yang lain mencoba untuk mencuri topi saya. Dalam situasi seperti itu mereka harus memahami hal-hal seperti ini terjadi,” ucap Rossi.

Sementara Cabanillas mengklaim Rossi sengaja menabraknya. Awalnya, Cabanillas mengaku tidak ingin menggugat Rossi.

Tapi, semuanya berubah ketika Cabanillas melihat video insiden.

“Jika bukan karena disengaja saya akan menerima permintaan maaf, tapi setelah menonton video saya melihat itu bukan sekadar tendangan, tapi ia juga memukul saya dengan sikunya dengan sengaja. Dan itu tidak bisa ditoleransi,” ucap Cabanillas kepada COPE Radio

Komentar