GPSingapura Penuh Sensasi

Penulis: Darmansyah

Minggu, 22 September 2013 | 11:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Grand Prix Singapura, yang berlangsung di bawah sorotan lampu benderang menjelang malam, dan berlokasi di Marina Bay, seperti dilaporkan Agus Rinadi untuk “nuga.co” dari Kota Singa itu, penuh sensasi. Tidak hanya kekhususan berlangsung di jalanan kota, di malam hari dan dibawah benderang lampu sorot, juga, seperti laporan Agus dalam surat elektroniknya, diisi dengan acara pegelaran music dunia dengan tampilan penyanyi sekelas Rihanna.

“Penuh sensasi,” tulis Agus dengan antusias. Penuh dengan kesenangan. Kita tidak tahu kapan Indonesia bisa menyelenggarakan “pesta” seperti ini. “Apik sekali. Dengan manajamen pertunjukan yang dikemas berkelas dunia pantas saja Singapura menjadi magnet untuk pendatang,” lapornya dengan semangat.

Agus mengatakan sangat menikmati Singapura kala berlangsungnya balapan Formula One. Semua orang yang datang dan kami tanyai, semuanya mengacungkan jempol. “Banyak sekali orang dari Jakarta, Medan, Surabaya dan kota-kota lainnya yang datang,” tulisnya.

Sementara itu, Sabtu malam, dalam sesi kualifikasi Sebastian Vettel dari tim Red Bull Racing makin mendekatkan jaraknya untuk merebut juara musim balapan tahun ini dengan merebut “pole position.” Posisi start terdepan ini memungkin Vettel untuk menjuarai kembali GP Singapura seperti musim lalu.. Ia mengungguli Nico Rosberg di posisi dua dan Romain Grosjean di tempat ketiga.

Sementara itu Kimi Raikkonen, dari tim Lotus, yang baru saja menandatangani kontrak dengan Ferrari untuk balapan musim depan, harus puas start di posisi 13 setelah tidak mampu menembus waktu di seri kualifikasi babak ketiga. Kimi dikabarkan dalam kondisi kurang bugar akibat adanya masalah pada bagian punggung.
Kimi mengakui ada yang tidak beres dengan punggungnya pada hari kedua serta kualifikasi GP Singapura. Ia menjalani sesi ini dengan sakit yang mendera pada punggungnya. Jadi, secara terpaksa dia pun harus menerima hasil mengecewakan tersebut.
Namun begitu, Kimi menepis kerisauan terkait masalah punggung yang sedang menderanya. Pebalap Lotus itu menegaskan dirinya baik-baik saja dan tetap berencana tampil dalam balapan GP Singapura.

Raikkonen tidak bisa beraksi penuh dalam sesi latihan bebas tiga GP Singapura. Ia lantas harus mendapatkan suntikan pereda rasa sakit agar bisa ambil bagian dalam sesi kualifikasi.

Pada prosesnya Raikkonen harus puas menempati posisi 13 dalam sesi kualifikasi tersebut dan kini menegaskan bakal tetap berusaha tampil dalam balapan, Minggu, walaupun masih dilanda masalah punggung.”Aku pikir aku akan baik-baik saja,” kata Raikkonen di ESPN F1.

“Ini bukan yang pertama kalinya dan aku pikir juga tidak akan menjadi yang terakhir,” lanjutnya.

Ditanya mengenai seberapa besar masalah punggung itu membatasi kesempatannya meraih posisi lebih baik dalam sesi kualifikasi, Raikkonen menjawab, “Aku pikir itu adalah kombinasi dan pagi ini, aku benar-benar tidak bisa maksimal. Begitulah.”

Raikkonen, yang menduduki peringkat lima dan delapan pada sesi latihan bebas pertama dan kedua, harus menerima kenyataan kalau dirinya menjadi tercepat ke-12 pada sesi latihan bebas ketiga. Sementara sesi kualifikasi menempatkan pembalap asal Finlandia tersebut start dari posisi ke-13 pada perlombaan malam nanti.

“Sayangnya, hari ini tak berjalan sesuai dengan rencana, karena saya memiliki masalah pada punggung, yang berarti saya tak bisa berkendara dengan semestinya pada pagi ini. Jadi, kami tak meraih apa yang kami inginkan pada sesi latihan bebas,” ujar Raikkonen, seperti dilansir Crash, Minggu.

Selain itu, Raikkonen –yang musim depan akan kembali ke Ferrari- juga menuturkan bahwa selain masalah yang ada pada punggungnya, mobil juga tak dalam kondisi bagus. Dan, dengan kondisi seperti itu, juara dunia F1 pada 2007 itu pun akhirnya terpaksa meraih hasil dari usaha seadanya, yaitu grid ke-13.

“Saya pikir, itu kombinasi keduanya apakah penyebab buruknya grid adalah karena cedera punggung atau masalah pada mobil. Itu masih terasa sakit dan saya tak bisa berbuat banyak saat kualifikasi, ketika harus menghadapi kombinasi masalah seperti itu,” tutup pembalap berusia 33 tahun tersebut.

Komentar