Aleix Bikin Publik MottoGP Terperangah

Penulis: Darmansyah

Minggu, 14 Juni 2015 | 13:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Dua pebalap Suzuki Alex Espargaro dan Maverick Vinales membuat kejutan besar pada babak kualifikasi MotoGP Spanyol di Sirkuit Katalunya, Sabtu malam WIB, 13 Juni 2014, dengan menyodok ke posisi satu dua mengalahkan semua pebalap hebat dari Yamaha, Repsol Honda dan Ducati.

Pebalap Yamaha Jorge Lorenzo berada di posisi tiga ketika star pada Minggu malam WIB, nanti, 14 Juni 2015. Begitu juga dengan pebalap Honda Marc Marquez yang menempati posisi empat dibayangi pebalap Ducati Andrea Dovizioso di urutan empat yang kemudian diikuti oleh Dani Pedrosa.

Valentino Rossi, pilar Yamaha, akan start pada peringkat tujuh.

Espargaro menorehkan catatan waktu tercepat pada sesi kualifikasi MotoGP Catalunya, Sabtu, dan berhak menempati posisi start terdepan pada balapan mala mini WIB.

Dalam catatan milik Autosport, keberhasilan Espargaro meraih pole menghadirkan catatan tersendiri untuk Suzuki. Inilah pole pertama yang bisa didapat Suzuki sejak terakhir kali mendapatkannya pada delapan tahun silam(!).

Sesi kualifikasi ini tidak diikuti oleh Karel Abraham yang mengalami cedera ibu jari kaki setelah terjatuh pada sesi latihan bebas keempat.

Aleix Espargaro mengaku takjub sekaligus bangga dengan keberhasilannya merebut pole position di kualifikasi MotoGP Katalunya

Meski demikian, menurutnya butuh keajaiban untuk bisa menang pada race nanti. Dia mengaku harus memeras otak untuk bisa tampil kompetitif dari start hingga finis.

Race akan digelar Minggu malam WIB. Aleix sendiri masih merasa skeptis Suzuki akan bisa bisa bersaing di trek lurus pada balapan nanti.

“Di Argentina, saya sempat memimpin balapan sampai kemudian tercecer di beberapa lintasan lurus. Ini kontras dengan tahun kemarin saat saya masih memperkuat Forward Racing. Saya start dari posisi lima dan ketika masuk tikungan pertama saya sudah di posisi sepuluh. Semoga saya tidak lagi sial di balapan Katalunya nanti,” celoteh Aleix mengutip dari Crash, Minggu, 14 Juni 2015.

“Berikutnya akan sulit karena kami akan diburu Yamaha, Honda, dan Ducati. Saya kaget sekaligus bangga dengan raihan d kualifikasi. Tapi, kami masih ragu dengan kemampuan motor kami di trek lurus. Jadi, saya akan tetap fokus di balapan nanti. Yang pasti, saya harus memakai otak dari start hingga finis nanti,” imbuhnya.

Sesi kualifikasi MotoGP Katalunya memang jadi momen bersejarah bagi Suzuki

“Saya memaksa diri, itu sangat gila! Saya menarik gas tanpa banyak pikir dan untungnya motor GSX-RR kami kini sangat kencang. Motor kami semakin kompetitif,” papar rider asal Spanyol itu.

Faktor lain keberhasilan Suzuki di kualifikasi sendiri sebenarnya adalah pemakaian ban super soft.

Namun, mereka harus tetap waspada. Pasalnya, Suzuki adalah satu-satunya tim pabrikan yang belum menerapkan teknologi seamless gearbox atau transmisi tanpa jeda. Jadi, masih terbuka kemungkinan mereka akan kewalahan di balapan nanti, meski mengilap di kualifikasi.

Sebelum sukses di babak kualifikasi, Suzuki telah membuat kejutan pada sesi free practice three Ya, salah satu pembalap tim Suzuki Maverick Vinales mampu menjadi yang tercepat pada sesi tersebut.

Vinales mampu membuat banyak kalangan berdecak kagum. Apalagi kalau bukan suksesnnya rider berpaspor Spanyol tersebut sukses menjadi yang tercepat di MotoGP seri Barcelona.

Vinales mampu unggul dari Jorge Lorenzo yang menempati posisi kedua. Sementara Aleix Espargaro yang sukses menjadi pembalap tercepat di FP2, pada FP3 juga mempertahankan performa apiknya dengan berada di posisi ketiga.

Pada latihan hari pertama, Jumat 12 Juni 2015, di GP Katalunya Aleix Espargaro juga sukses berada di posisi terdepan

“Mesin adalah sesuatu yang bagus. Kami biasanya tertinggal dari Bautista, dan sekarang kami unggul. Ini bagus, tapi kami butuh lebih. Setelah lima bulan, Suzuki bekerja dengan sangat keras,” kata Espargaro, seperti dikutip Crash.

“Hal yang aneh adalah, power delivery jadi lebih baik. Karakter mesin jauh berbeda. Saat mereka membawa mesin baru, saya sedikit takut. Terkadang, itu terlalu agresif. Semua berubah dari elektronik hingga rem. Kami masih butuh waktu untuk memahami,” lanjutnya.

“Tidak lebih baik. Buat kami, lebih mudah membuka throttle tapi tetap tidak lebih baik. Tapi, top speed jadi lebih baik,” lanjutnya.

crash, mcn dan motogp.com

Komentar