Duo Pebalap Ducati Ingin Juara di Le Mans

Penulis: Darmansyah

Kamis, 17 Mei 2018 | 12:16 WIB

Dibaca: 0 kali

Duo pebalap Ducati  Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo yang gagal meraih posisi terbaiknya di Jerez Circuit dua pekan lalu, tak  ingin apes lagi di Le Mans di akhir pekan ini.

Mereka ingin  kembali ke trek kecepatannya lewat  motor Desmosedici GP18.

Baik Dovizioso maupun Lorenzo gagal finis di MotoGP Spanyol  karena mengalami kecelakaan bersama dengan pebalap Repsol Honda Dani Pedrosa di Sirkuit Jerez.

Ketiga pebalap tersebut terjatuh di tikungan enam Sirkuit Jerez saat memperebutkan posisi kedua di lap ketujuh belas MotoGP Spanyol.

“Jika melihat begitu kompetitifnya kami di Jerez, saya yakin kami dapat tampil baik di Le Mans dan saya sangat yakin, tidak terpengaruh. Dalam kompetisi seperti saat ini Anda tidak bisa kehilangan banyak poin,” ujar Dovizioso dikutip dari Road Racing World.

“Tanpa poin di Spanyol adalah kemunduran, tapi kami mampu menampilkan performa baik di lintasan yang tidak begitu cocok dengan kami, saya yakin hal itu membuat lawan ketakutan,” sambung runner-up MotoGP musim lalu.

Ambisi meraih kemenangan jelang MotoGP Prancis juga dituturkan Lorenzo yang sempat memimpin di MotoGP Spanyol.

Pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu juga menilai performa motor Ducati semakin membaik dan dapat membantunya kembali bersaing di daftar pebalap papan atas dunia.

“Setelah apa yang terjadi di Jerez saya tidak sabar balapan di Le Mans. Meski ada tabrakan saya pikir kami mendapat banyak informasi positif setelah MotoGP Spanyol. Kami bekerja selama sepekan dan mengasah kemampuan dengan Desmosedici GP,” kata Lorenzo.

Lorenzo tercatat sebagai pebalap dengan catatan waktu tercepat di MotoGP Prancis.

Ketika masih memperkuat Yamaha, Lorenzo mencatatkan waktu paling cepat untuk menyelesaikan satu putaran di Sirkuit Le Mans.

Di kelas MotoGP, Lorenzo tercatat lima kali menjadi juara ketika berlaga di Le Mans.

Sementara capaian terbaik Dovizioso di MotoGP Prancis adalah menempati peringkat kedua pada musim balap  sebelas tahun silam.

Sementara itu, general manajer Ducati Gigi Dall’lgna  mengungkapkan segera memprioritaskan penyelesaian kontrak Andrea Dovizioso.

Ini artinya Jorge Lorenzo harus mengantre giliran.

Dilansir Bikesportnews.com, Dall’lgna mengatakan negosiasi yang dibuatnya bersama Dovizioso bukan hal mudah. Dovizioso telah menolak tawaran karena tak menemukan kesepakatan harga.

Adanya kesenjangan nilai kontrak antara Dovizioso dan rekan satu timnya, Lorenzo menjadi salah satu kendala.

Dovizoso meminta adanya penyesuaian gaji pokok yang signifikan di luar bonus pada kontrak dua tahun mendatang.

“Saat ini fokus kami adalah menemukan kesepakatan dengan Dovizioso. Setelah itu, kami akan mencoba memulai negosiasi dengan pengendara lain,” kata Dall’Igna.

Namun, Dall’lgna menyebut kepastian masa depan Dovizioso di Ducati akan diputuskan pada akhir pekan di gelaran MotoGP Italia di Sirkuit Mugello, 3 Juni mendatang.

“Saya rasa kami akan segera menyelesaikan masalah ini. Kami bernegosiasi dengan Andrea, tetapi negosiasi itu tidak mudah. Saya pikir Dovi akan mengatakan ya atau tidak kepada kami di Mugello,” terangnya.

Pernyataan itu seolah membenarkan komentar yang pernah diungkapkan pebalap Pramac yang juga milik Ducati,

Danilo Petrucci ketika ditanya soal masa depannya pada gelaran MotoGP Jerez lalu.

“Kami berbicara dengan Ducati. Sekarang, dari apa yang saya pahami, mereka bermasalah dengan Dovi dan target pertama mereka adalah untuk menutup kesepakatan dengannya. Dari yang saya pahami, kondisi itu cukup sulit,” ujar Petrucci terpisah.

Dovizioso sendiri seperti ditulis “crash,”  mulai memikirkan masa depannya di MotoGP.

Dan ia mempriotitaskan bertahan Ducati, dengan catatan mendapat kenaikan gaji.

Menurut laporan Autosport, Dovizioso telah melakukan pembicaraan dengan Honda dan Suzuki. Hanya saja, pembicaraan itu ditunda lantara Dovi menunggu tawaran perpanjangan kontrak dari Ducati.

Kontrak Dovizioso dengan Ducati berakhir pada tahun ini. Sama dengan yang dimiliki rekan setimnya, Jorge Lorenzo.

Yang membedakan keduanya hanya bayaran gaji.

Namun, dengan performanya yang menanjak sejak musim lalu, Dovizioso memiliki daya tawar yang lebih baik untuk meminta kenaikan gaji.

Sementara, penampilan Lorenzo belum begitu memuaskan.

Pada MotoGP 2017, Dovizioso dengan memenangi enam balapan berada di belakang Marc Marquez yang menjadi juara.  Dovizioso  mengawali musim ini dengan baik sebagai pemenang di MotoGP Qatar.

Setelah sukses mengungguli Lorenzo, Dovizioso ingin Ducati meyakinkan dirinya dengan mengajukan kontrak baru.

“Dovi ingin merasa dihargai. Dia tidak harus mendapat jumlah uang yang seperti mereka bayar kepada rekan satu timnya,” ujar sumber dekat Dovizioso kepada Autosport.

Dovizioso diincar Honda sebagai pendamping Marquez dan juga pengganti Dani Pedrosa. Sementara, Suzuki belum mendapatkan kesepakatan pebalap lain untuk musim depan.

Komentar