close
Nuga Sport

Bos Honda Kagumi Valentino Rossi

Movistar Yamaha mendominasi jalannya dua seri awal MotoGP musim ini di GP Qatar dan GP Argentina.

Namun akhir pekan ini dua pebalap Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, akan menghadapi salah satu tantangan terberat musim ini di GP Amerika Serikat.

Dua seri berlalu dan juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, terpuruk di peringkat delapan klasemen sementara dengan koleksi tiga belas poin.

The Baby Alien hanya mampu finis keempat di GP Qatar dan gagal finis di GP Argentina meski sempat memimpin jalannya balapan.

Hasil di dua seri awal membuat Marquez tertinggal hingga tiga puluh tujuh poin dari Vinales di puncak klasemen.

Vinales tampil impresif dengan meraih dua kemenangan beruntun di Qatar dan Argentina. Sementara posisi kedua ditempati Rossi yang terpaut empat belas poin dari Vinales.

Datang ke GP Amerika Serikat, akhir pekan ini, Vinales dan Rossi pantas kembali difavoritkan.

Tapi, kedua pebalap Yamaha itu datang ke Sirkuit Austin, yang belakangan sering diklaim sebagai ‘Marquez Land’.

Julukan Marquez Land untuk Sirkuit Austin bukan tanpa alasan.

Sejak menjadi tuan rumah MotoGP pada tiga musim lalu, podium pertama selalu menjadi milik Marquez.

Marquez merupakan pebalap tersukses di Sirkuit Austin dengan empat kemenangan MotoGP.

Musim lalu Marquez berhasil mengalahkan Jorge Lorenzo dan Andrea Iannone.

Rossi sendiri hanya  tercatat hanya satu kali pernah naik podium di Sirkuit Austin

Sementara itu Vinales pernah merasakan satu kemenangan di Sirkuit Austin pada kelas Moto2

Menunggangi sepeda motor Kalex, Vinales ketika itu berhasil mengalahkan Tito Rabat dan Dominique Aegerte

Sementara itu, Direktur Pelaksana tim Repsol Honda, Livio Suppo, tidak terkejut dengan penampilan yang ditunjukkan pebalap Movistar Yamaha Maverick Vinales.

Suppo mengaku lebih terkejut dengan performa Valentino Rossi di dua seri awal MotoGP ini.

Suppo mengatakan keberhasilan Rossi finis posisi ketiga di GP Qatar dan kedua di GP Argentina membuatnya terkejut.

Pasalnya, The Doctor mengalami kesulitan sepanjang tes pramusim dan latihan bebas di kedua seri tersebut.

“Tentu saya tidak terkejut dengan hasil Vinales. Dia sudah tampil cepat sejak kali pertama bersama Yamaha, saya lebih terkejut dengan hasil yang didapat Rossi,” ujar Suppo dalam wawancara dengan AS.

“Di tes pramusim Rossi sangat menderita, begitu juga di latihan bebas Qatar dan Argentina. Tapi, kemudian dia berhasil finis di podium. Saya harus ucapkan selamat kepada Rossi. Saya lebih kaget melihat penampilan Rossi daripada Vinales.”

Honda sebenarnya memiliki kesempatan untuk merekrut Vinales sebagai pengganti Dani Pedrosa.

Namun, tim pabrikan asal Jepang itu memilih untuk mempertahankan Pedrosa. Suppo mengaku tidak kecewa mempertahankan Pedrosa.

“Vinales pebalap top. Dia pebalap yang sangat menarik, tapi kami senang dengan kondisi tim kami saat ini,” ucap Suppo.

Berlainan dengan pernyataan Direktur pelaksana Movistar Yamaha, Lin Jarvis.

Ia mengatakan sukses Valentino Rossi meraih dua podium beruntun di awal MotoGP ini karena pengalaman lebih dari dua puluh tahun tampil di ajang balap motor Grand Prix.

Setelah finis di posisi ketiga pada balap GP Qatar, Rossi kembali tampil impresif di GP Argentina dengan finis di posisi kedua, akhir pekan lalu.

Padahal di dua seri itu The Doctor selalu mengalami kesulitan di sesi latihan bebas dan babak kualifikasi.

Berbicara kepada MCN, Jarvis mengatakan Rossi selalu mampu mengatasi tekanan yang dihadapinya di dua seri balapan awal musim ini. Hal itu bisa dilakukan Rossi karena pengalaman segudang yang dimiliki pebalap asal Italia tersebut.

“Akhir pekan di Argentina lebih menyulitkan daripada di Qatar untuk Rossi, tapi langkah demi langkah dia mampu mencapainya. Ketika memasuki balapan, Anda harus siap, dan ketika Rossi mulai memaksakan diri dan memaksakan sepeda motor, hasilnya mulai terlihat,” ucap Jarvis.

“Itu luar biasa, tapi Rossi tampil luar biasa. Bisa meraih dua podium setelah kesulitan yang dia dapat di dua balapan awal, Rossi sudah melakukan hal luar biasa,” sambungnya.