Kekeliruan Persepsi Makanan Diabetasi

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 Oktober 2016 | 08:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “webmd,” dalam tulisan terbarunya, Senin, 03 Oktober 2016,  menulis tentang kekeliruan persepsi makanan bagi penderita diabetes yang dikaitkan dengan berpantang gula.

“Anjuran untuk membatasi konsumsi gula bagi penderita diabetes telah menimbulkan kesalahan  pemahaman  yang menyebabkan  banyak pasien menghindari banyak jenis makanan,” tulis “webmd.”

“Mereka takut ngemil, mereka tak melirik makanan penutup dan lain sebagainya,” lanjut tulisan itu.

Benar, tulis “webmd,” pasien diabetes harus membatasi gula dan kalori.

Tapi, adalah mitos jika penderita diabetes harus hidup sengsara karena tidak boleh ngemil sama sekali.

Laman situs itu dalam rubrik kesehatannya meluruskan pemahaman mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan diabetes.

Dianjurkan, bagi penderita diabetes untuk tetap makan makanan penutup.

Penderita diabetes boleh saja memakan makanan penutup seperti es krim atau kue pie, tapi sebaiknya hanya ketika ada acara khusus dan dalam porsi kecil.

Kandungan gula yang ada dalam kebanyakan makanan penutup, akan cepat membuat kadar gula Anda naik.
Penderita diabetes perlu menghitung kalori mereka dengan saksama. Jika Anda ingin makan makanan manis, sebaiknya pilih beberapa potong buah.

Tentang ngemil para diabetasi malah dianjurkan melakukannya.

Tahu kapan harus makan dan jenis makanan apa yang harus dimakan, adalah penting untuk menjaga kestabilan gula darah.

Silakan ngemil ketika Anda lapar atau kadar gula darah sedang rendah.

Camilan yang baik adalah yang mengandung kombinasi karbohidrat, lemak baik dan protein untuk membuat Anda cepat kenyang.

Pilihan lain yang baik adalah beberapa potong buah, setengah porsi dada ayam panggang atau rebus tanpa kulit atau popcorn rendah lemak dan kalori.

Juga dianjurkan utnuk banyak makan serat.

Serat adalah sumber karbohidrat sama seperti gula dan tepung. Tapi, karena tubuh kita tidak bisa mencernanya, maka tidak akan memengaruhi kadar gula darah.

Makanan sarat serat juga akan membuat Anda cepat kenyang dan rasa kenyang itu bertahan lama, sehingga Anda terhindar dari keinginan makan berlebih yang bisa berbahaya bagi kadar gula darah Anda.

Dan jangan melewatkan waktu makan lalu berpikir Anda boleh makan sebanyak-banyaknya, ketika waktu makan berikutnya.

Penderita diabetes sebaiknya makan dengan teratur. Jika Anda melewatkan waktu makan, akan berisiko gula darah turun drastis dan Anda akan merasa pusing, gemetar dan lemas.

Sebaliknya, jika Anda makan berlebih, gula darah akan naik dengan drastis. Keduanya berbahaya bagi kondisi diabetes Anda.

Selain kalori atau gula, penderita diabetes juga harus mengawasi konsumsi garam.

Pasalnya, risiko tekanan darah tinggi pada pasien diabetes lebih tinggi daripada orang yang tidak menderita diabetes. Batasi konsumsi garam tidak lebih dari dua ribu tiga ratus milligram perhari.

Pilihan makanan lainnya adalah ubi bukan hanya kentang

Keduanya adalah sumber vitamin, serat dan potasium yang baik untuk kesehatan tubuh. Tapi, ubi punya keunggulan tersendiri yakni tidak menaikkan kadar gula sebanyak yang dilakukan oleh kentang.

Vonis diabetes memang kerap memupus asa untuk menyantap makanan enak.

Berbagai jenis makanan terpaksa dianggap musuh. Misalnya, menjauhi gula karena dianggap sebagai pemicu diabetes.

Tapi, tak semua itu benar.

Gula bukan penyebab nomor satu diabetes. diabetes terjadi ketika tubuh tak cukup menghasilkan insulin atau tak bisa menggunakan insulin yang ada dengan benar.

Yang harus diawasi sebenarnya bukan gula, tapi total kalori yang diasup.

 

Pengidap diabetes tetap bisa menyantap berbagai jenis makanan asal kadar gula darah terjaga di batas normal. Sebaiknya, rencanakan menu makan agar sesuai dengan aktifitas dan obat yang digunakan.

Tubuh perlu karbohidrat. Karbohidrat wajib masuk dalam menu makan, baik Anda memiliki diabetes atau tidak.

Bahkan beberapa jenis sumber karbohidrat memiliki kandungan vitamin, serat, dan mineral.

Memang ada beberapa sumber karbohidrat yang sebaiknya dihindari, tapi pengidap diabetes tetap bisa merasakan nikmatnya karbohidrat. Asalkan asupannya dihitung seksama karena karbohidrat memengaruhi kadar gula darah.

Satu lagi mitos yang harus diluruskan adalah memusuhi  karbohidrat dan , protein

Padahal tak selalu demikian.

Kalau protein itu disantap bersama lemak yang terlalu banyak, justru memiliki potensi mengancam jantung. Jadi sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai jenis protein yang aman disantap.

Ada juga  anggapan kalau menambah takaran insulin atau obat jenis lain bisa menurunkan lonjakan kadar gula darah akibat pola makan sembarangan.

Hal ini perlu diluruskan, menambah takaran tanpa hitungan itu bukan kartu bebas makan tanpa aturan.

Pengidap diabetes tetap harus menakar menu makan meski sudah menggunakan insulin atau obat lain untuk menstabilkan gula darah.

Menambah dosis obat tanpa saran ahli medis untuk menutupi ‘dosa’ makan sembarangan sangat tidak dianjurkan.

Komentar