Buah dan Sayur, Hasilnya Sehat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 April 2014 | 12:13 WIB

Dibaca: 0 kali

Studi yang tak habis-habisnya terus berlangsung dan tetap saja menempatkan sayur dan buah sebagai alternatif untuk sehat. Sudah lama buah dan sayur diketahui baik untuk kesehatan.

Kini sebuah studi berskala besar mengungkap, konsumsi buah dan sayur dalam jumlah yang cukup secara substansial dapat mengurangi risiko kematian.

Para peneliti menganalisis kebiasaan makan orang di Inggris antara tahun 2001 dan 2013. Mereka menemukan, orang yang makan tujuh atau lebih porsi buah dan sayuran segar memiliki risiko kematian lebih rendah pada usia berapa pun dibandingkan rekan mereka yang makan dalam porsi lebih sedikit.

Studi yang dimuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health tersebut menemukan, risiko kematian berkurang dengan makan lima hingga tujuh porsi buah dan sayur sehari.

Kendati demikian, studi tidak membuktikan bahwa makan buah dan sayur dalam jumlah banyak dapat menekan risiko kematian. Studi hanya menemukan hubungan antara konsumsi produk segar dan risiko kematian yang lebih rendah.

Para peneliti mengatakan, konsumsi tujuh atau lebih porsi buah dan sayur mengurangi risiko kematian dari penyakit jantung persen dan dari kanker.

“Kita tahu makan buah dan sayur itu sehat, namun efeknya ternyata mengejutkan,” ujar penulis studi Oyinlola Oyebode, dari departemen epidemiologi dan kesehatan masyarakat di University College London.

Secara keseluruhan, sayuran lebih memberikan manfaat kesehatan daripada buah. Setiap porsi harian sayuran segar mengurangi risiko kematian, dibandingkan dengani salad, dan per porsi buah segar. Sementara itu, tidak ada manfaat kesehatan yang signifikan dari jus buah.

Sebagian ahli gizi berpendapat, pola makan yang baik adalah makan dengan porsi kecil tetapi dengan frekuensi lebih sering, seperti lima kali sehari. Mereka mengklaim, dengan cara itu, tubuh langsing pun lebih mudah didapat, sekaligus lebih sehat.

Ternyata makan di lima waktu dalam sehari tidak hanya baik untuk kesehatan. Menurut sebuah studi baru, cara itu juga dapat memberikan kualitas kehidupan percintaan yang lebih baik, khususnya untuk makan sayur dan buah. Pasalnya metode makan seperti itu membantu memperbaiki penampilan sehingga terlihat lebih menarik.

Para peneliti mengatakan, hasil temuan studi menguatkan anjuran untuk memperbanyak konsumsi sayur dan buah dalam diet sehari-hari. Mereka mengatakan, tambahan satu hingga dua porsi sayur dan buah saja dalam sehari sudah mampu membuat perubahan.

Pada studi yang dipublikasi dalam Royal Society Journal Biology Letter ini, para peneliti asal York St Andrew dan Cambridge University melakukan percobaan pada sejumlah responden, baik pria maupun wanita, dengan cara mengambil foto mereka.

Peneliti kemudian membuat beberapa versi dari foto-foto tersebut dan kemudian ditunjukkan kepada responden lainnya. Responden diminta untuk menilai seberapa menarik foto menurut versinya.

Versi foto yang menampilkan wajah yang berkilau merupakan hasil jika seseorang rutin mengonsumsi sayur dan buah dalam jumlah yang banyak. Studi tersebut menunjukkan, responden menilai versi foto itu menarik.
Sementara versi foto lainnya dibuat dengan warna yang serupa, tetapi wajah dibuat tak dapat dikenali sebagai manusia. Namun, ternyata responden tetap menilai versi foto itu menarik.

Para peneliti menyimpulkan, kulit yang berkilau membuat seseorang lebih menarik di mata orang lain. Seseorang yang memiliki kulit yang berkilau juga secara umum dinilai lebih sehat.

Peneliti Carmen Lefevre dari York University mengatakan, temuan ini menunjukkan secara umum orang lebih suka dengan orang lain yang terlihat sehat. Itulah yang membuat orang sehat lebih menarik.

Studi sebelumnya menemukan, orang yang banyak makan sayur dan buah, terutama yang mengandung karotenoid, memiliki kulit yang lebih sehat dan berkilau dibandingkan mereka yang tidak. Bahkan, dalam jumlah kecil, konsumsi tersebut sudah dapat membuat perubahan.

“Tambahan makan satu atau dua porsi saja sehari sudah dapat memberikan perubahan dalam empat minggu,” pungkasnya.

sumber- healthday, dailymail dan healthywomen

Komentar