Pendukung Anas di Demokrat Mulai Melawan

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 23 Februari 2013 | 22:16 WIB

Dibaca: 0 kali

PENDUKUNG Anas di Partai Demokrat mulai mengumbar retorika untuk melawan kezaliman atas peningkatan statusnya dari saksi sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus proyek olahraga terpadi Hambalang.

Pernyataan para loyalis itu disuarakan Sabto sore usai beberapa jam Anas Urbaningrum menyatakan berhenti sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Pernyataan Anas berhenti yang disampaikannya di Kantor DPP Demokrat, Kramat Raya,  menyimpan tanda Tanya karena diimbuhi dengan “ancaman” akan memulai perlawanan terhadap kezaliman. Anas mengatakan, penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sepenuhnya bermuatan hokum, tapi juga merupakan benang merah dari upaya pelengseran di partai.

Salah seorang loyalisnya, Rahmat secara terus terang akan mendukung perlawanan atas penzaliman Anas. Ia tidak percaya peningkatan status Anas sepenuhnya didukung oleh proses hokum. Ia menuduh KPK sudah diselimuti dengan pesan politik. Ia menganggap kasus Anas ini ganjil. Keganjilan itu bisa diikuti dari permintaan para petinggi Demokrat yang meminta Anas mundur dari partai.

Para pengikut setia  Anas Urbaningrum diprediksi akan membuat keriuhan dalam peta politik tanah air pasca ia lengser dari ketua umum  dan  tersangka skandal Hambalang oleh KPK. Terlebih lagi, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono kini sudah menguasai penuh partai pemenang Pemilu 2009 tersebut.

Menurut berbagai kalangan pasca berhentinya Anas, akan ada reposisi-reposisi atau sirkulasi elite di tubuh Partai Demokrat. Bukan mustahil, orang-orang yang dianggap sangat dekat dengan Anas mulai ‘direstriksi’.”

SBY akan melakukan percepataan pengendalian DPD yang sudah dilakukan dengan rekonsensus melalui pakta integritas. Hal ini bisa ditafsirkan sebagai upaya SBY melokalisasi pengaruh Anas. SBY juga  akan mempercepat upaya reposisi elite Partai Demokrat. Momen ini akan dilakukan sebelum penyerahan daftar calon anggota legislatif 2014, pencapresan, dan pilkada di sejumlah daerah.

Proses politik di internal Demokrat akan kembali bergeliat meski sekarang menjadi lebih mudah bagi SBY karena posisi hukum Anas sudah jelas. Jadi, manuvernya tidak lagi dibebani oleh anggapan pelanggaran konstitusi partai.”Politikus Partai Demokrat Sementara itu, lawan Anas di internal partai Ruhut Sitompul merasa prihatin dengan berhentinya Anas dan  penetapannya  sebagai tersangka korupsi proyek Hambalang. “Aku yang paling sedih,” ujarnya.

Dia khawatir status Anas itu akan semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap partainya. “Dari tahun lalu aku sudah meminta Anas untuk legowo dengan mundur dari ketua umum,” ucap Ruhut.

Saat itu, menurut dia, penyebutan nama Anas dalam kasus Hambalang cukup menganggu keadaan di internal Demokrat. “Itu seperti duri dalam daging,” ucapnya.

Anggota Komisi Hukum DPR ini menegaskan partainya tetap semangat dan kompak sekalipun Anas sudah berstatus tersangka. “Aku yakin Pak SBY bisa memperbaiki Demokrat,” ujarnya.

Ia pun yakin tingkat elektabilitas partainya bisa meningkat menjelang Pemilihan Umum 2014. “Pasti nanti akan naik,” ucap dia. Ruhut yang juga berprofesi sebagai advokat menyatakan tidak tertarik untuk menjadi kuasa hukum Anas. “Tidak kalau untuk kasus korupsi atau narkoba,” katanya.

Komentar