Morsi Diadili, Kairo Bagaikan Perang

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 November 2013 | 16:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Mesir dicekam ketegangan menyusul dijadwalkannya pengadilan untuk memeriksa Presiden terguling Mesir Mohamed Morsi, Senin, 04 November 2013, dengan tuduhan bersalah atas terbunuhnya demonstran dalam kerusuhan “pasca coup de ta’t” militer terhadap dirinya empat bulan lalu.

Morsi, presiden terpilih di era demokrasi Mesi, usai tergulingnya Hosni Mubarak, memenangkan pemilihan presiden lewat partai yang dibentuk oleh Ikhwanul Muslim. Ia hanya berkuasa selama setahun karena menumpuk kekuasaan untuk kelompoknya dan mengabaikan tuntutan berbagi kekuasaan dengan oposisi. nasionalis sekuler.

Sebelum tiba di gedung pengadilan di Kairo, Mesir hari ini, suasananya kota seperti menghadapi perang. Lebih dari tigapuluh personil militer yang dibantu polisi dan pagar kawat berduri serta tank-tank dijejerkan sepanjang jalan menuju pengadilan diblokir.

Militer nampaknya tidak menginginkan resiko pecahnya “perang” jalanan antara demonstran dengan tentara seperti terjadi dua bulan lalu. Demonstran berdarah yang menyebabkan ribuan orang terbunuh merupakan cara militer “menyapu” tegaknya demokrasi di Mesir.

Morsi yang ditahan di sebuah kamp militer di luar Kairo, dan tempatnya sangat dirahasiakan, diterbangkan ke gedung pengadilan di akademi kepolisian di sebelah timur Kairo dengan helikopter. Kepala keamanan Kairo, Osama al-Soghayar mengatakan, sebanyak 14 terdakwa lainnya yang akan diadili atas kasus yang sama, juga akan hadir di persidangan.

“Helikopternya telah mendarat… yang lainnya dibawa ke pengadilan saat jam malam,” kata pejabat keamanan lainnya yang enggan disebutkan namanya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin, 04 November 2013..

Untuk mengantisipasi terjadinya aksi kekerasan oleh militer dijalanan, pemerintah telah menerapkan jam malam dan larangan berkumpul bagi warga Mesir. Kebijakan ini adalah wujud diktator militer untuk memberangus demokrasi dan kebebasan. Aturan jam malam dan larangan demonstrasi ini telah diterapkan sejak kerusuhan berdarah pada Agustus lalu.

Morsi yang digulingkan oleh militer Mesir pada 3 Juli lalu, selama ini ditahan militer di tempat yang dirahasiakan. Bersama dengan 14 terdakwa lainnya presiden terguling itu didakwa melakukan penghasutan pembunuhan para demonstran. Bentrokan antara para pendukung dan penentang Morsi tersebut terjadi di luar istana kepresidenan pada Desember 2012.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan ini, Morsi bisa diancam hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.

Situasi di Kairo saat ini tegang. Sekitar 30 ribu polisi dikerahkan untuk mengamankan jalannya persidangan. Morsi sendiri telah menyatakan dirinya tidak mengakui kewenangan pengadilan yang mengadili kasusnya. Karenanya Morsi pun tak menunjuk pengacara untuk membela dirinya. Para pengacara itu hanya akan bertindak sebagai pemantau persidangan.

Mantan Presiden Mesir Mohammad Morsi mulai disidang di pengadilan Mesir. Pihak berwenang pun melakukan pengamanan ketat dalam mengawal persidangan ini.

Presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis itu tiba di ruang persidangan untuk menghadapi tuduhan yang bisa berujung pada hukuman mati. Morsi dianggap terlibat memicu kematian para pengunjuk rasa di luar Istana Kepresidenan pada Desember 2012.

Pendukung Morsi yang sebagian besar berasal dari kelompok Ikhwanul Muslimin, menilai pemerintah baru Mesir -yang dibentuk oleh militer- telah membuat tuduhan palsu. Ikhwanul pun mendorong diadakannya protes anti-pemerintah yang dikhawatirkan dapat berujung pada kerusuhan baru.

Sebelum persidangan berlangsung, sempat terjadi tindakan kekerasan terhadap anggota polisi. Di Ismailia, kelompok bersenjata melepaskan tembakan ke arah dua anggota polisi yang menyebabkan keduanya tewas dan melukai satu orang lainnya. Demikian diberitakan Sky News, Senin.

Komentar