Kotak Hitam Pesawat MH17 Ditemukan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 18 Juli 2014 | 09:25 WIB

Dibaca: 5 kali

Pesawat Malaysian Airline MH17, yang jatuh ditembak peluru kendali darat ke udara di atas wilayah Ukraina, berbatasan dengan Rusia, dan mengangkut 283 penumpang dari berbagai negara, lebih setengahnya, 154 orang warganegara Belanda, masih menyisakan tanya besar bagaimana kejadian itu bisa terjadi.

Peristiwa “nyilu” itu membuat miris penduduk dunia karena menyangkut penerbangan sipil dan di atas udara yang disepakati sebagai jalur aman bagi lintasan udara.

Hingga Jumat siang, berbagai spekulasi dan analisa masih saja belum menemukan jawaban bagaimana kejadian itu bisa berlangsung di atas udara, dengan jarak tiga puluh tiga ribu kaki.

Yang bisa disaksikan oleh publik dunia adalah tayangan dan gambar yang disiarkan seluruh media global, berupa puing-puing pesawat yang berserakan di daratan usai pesawat tersebut ditembak jatuh roket di wilayah Ukraina.

Kotak hitam pesawat yang menjadi kunci penting dalam insiden ini, telah dibawa ke Moskow, Rusia untuk dianalisis.

Radio Rusia, Kommersant FM, seperti dilansir Daily Beast, Jumat pagi WIB, melaporkan bahwa kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan dan kini dalam perjalanan ke Moskow.

Sedangkan versi media lainnya, Reuters, melaporkan bahwa separatis pro-Rusia telah menemukan kotak hitam pesawat. Tidak jauh berbeda, media Rusia lainnya, Interfax, juga menyebut kelompok separatis pro-Rusia yang memiliki kotak hitam tersebut.

Berbicara dengan Konstantin Knyrik, selaku kepala pusat informasi yang menghubungan ‘South-Eastern Front’ di Ukraina, disebutkan bahwa rekaman data pesawat telah ditemukan dan telah diserahkan kepada ahli. Tidak disebutkan lebih jelas ahli yang dimaksud.

Artikel Interfax tersebut juga mengklaim bahwa Wakil Perdana Menteri pro-Rusia Andriy Purgin menjanjikan akan mengirimkan rekaman data pesawat MH17 ke Moskow segera setelah menemukan kotak hitam.

Apapun informasi yang beredar di publik, belum ada foto kredibel yang menunjukkan kotak hitam MAS MH17 telah ditemukan. Laporan-laporan soal kotak hitam tersebut juga belum mendapat konfirmasi dari otoritas resmi, baik Ukraina maupun Rusia, serta pihak MAS sendiri.

Kotak hitam MAS MH17 memegang informasi penting terkait detik-detik terakhir sebelum pesawat jatuh. Kini, baik Rusia maupun Ukraina masih saling tuding soal roket siapa yang menjatuhkan pesawat tersebut.

Apapun itu, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengingatkan bahwa temuan apapun terkait MH17 tidak seharusnya dipindahkan secara sepihak. PM Najib juga meminta agar tim internasional mendapat akses penuh ke lokasi kejadian.

“Seluruh tim internasional harus mendapat akses penuh ke lokasi jatuhnya pesawat. Dan tidak ada satu pun pihak yang bisa mengintervensi area tersebut, atau memindahkan puing-puing, termasuk kotak hitam,” tegasnya seperti dilansir Sydney Morning Herald.

Dalam peristiwa tragis itu, Belanda menjadi negara yang memiliki warganegara terbanyak dalam penerbangan naas itu. Sebanyak 154 warga negara Belanda terdaftar sebagai penumpang MH17.

Akibat peristiwa tersebut, pemerintah Belanda menyatakan hari berkabung nasional dan memerintahkan mengibarkan bendera setengah tiang.

Seperti yang dilansir dari Reuters, Jumat pagi, peristiwa tersebut dinilai sebagai bencana udara terburuk dalam sejarah Belanda. Bahkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyatakan hari tersebut sebagai hari yang kelam bagi Belanda.

“Seluruh Belanda berkabung,” ujar Mark Rutte di Bandara Schiphol setelah menyela liburan musim panasnya.

“Hari musim panas yang indah ini telah berakhir dengan cara yang paling hitam,” tambahnya.

Selain Belanda, warga negara Indonesia juga termasuk menjadi korban. Ada12 WNI dalam daftar penumpang pesawat nahas tersebut. Selain itu ada 27 warga Australia, 23 warga Malaysia, 6 warga Inggris, 4 warga Jerman, 4 orang Belgia, 3 warga Filipina dan 1 Kanada. Serta masih ada beberapa yang belum terdata.

Pesawat tersebut mengangkut 283 penumpang dari berbagai negara. Selebihnya 11 awak kabin, 2 kapten dan 2 petugas penerbangan yang semuanya warga negara Malaysia.

Komentar