Tahu Rambut Kemaluan Itu Cepat Tumbuh

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 3 November 2017 | 10:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda termasuk orang yang rutin mencukur rambut kemaluan?

Dan apakah juga Anda juga pernah memperhatikan fakta bahwa rambut kemaluan yang  dicukur akan segera tumbuh kembali.

Ya, berbeda saat Anda menunggu rambut kepala tumbuh kembali—katakanlah, setelah pangkas rambut—rasanya pasti lebih lama.

Lantas, mengapa hal itu bisa terjadi?

Ya, sebenarnya terjadi tidak lebih dari sekadar ilusi optik. Pandangan itu diungkapkan Alexes Hazen, pakar bedah plastik dan rekonstruktif dari NYU Langone Health.

“Orang yang memangkas atau mencukur rambut kemaluan kerap menganggapnya tumbuh lebih cepat daripada rambut di bagian lain—terutama rambut di kepala mereka.”

“Bukan itu masalahnya,” katanya.

“Kita hanya memperhatikan pertumbuhan rambut paling banyak, padahal tidak dengan kecepatan pertumbuhan dan rambutnya pun lebih pendek.”

Jika Anda memperhatikan rambut kemaluan, Anda akan menyadari pertumbuhan di area sana lebih cepat karena jumlahnya tidak banyak.

Namun, bukan perkara mudah membedakan jumlah pertumbuhan yang sama di rambut kepala. Sebab, biasanya masih ada sisa rambut yang cukup panjang setelah dicukur.

Jika rambut kepala dipangkas habis, mungkin Anda akan melihat pertumbuhan yang sama antara rambut kepala dan kemaluan.

Semua rambut, terlepas dari lokasinya, mengikuti siklus tiga tahap, yakni pertumbuhan, stagnasi, dan rontok.

Nah, rambut kemaluan juga mengikuti siklus pertumbuhan tersebut.

Hazen mengatakan, rambut kemaluan dan rambut tubuh lainnya memiliki proses pertumbuhan tiga puluh hingga empat puluh hari.

Hal itu berarti rambut kemaluan juga mulai tumbuh lebat sekitar satu sampai satu setengah bulan.

Di sisi lain, rambut di kepala mengikuti proses yang jauh lebih menyebar. Faktanya, rambut di area itu bisa terus tumbuh hingga enam tahun sebelum akhirnya rontok.

Akibatnya, rambut di kepala seperti tumbuh lebih lama daripada rambut di kemaluan.

Perbedaan ini—terutama jika orang menyukai rambut panjang—kian menambah persepsi bahwa rambut di kemaluan sangat cepat tumbuh.

Lalu, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi tingkat pertumbuhan dan kekuatan rambut.

Sebutlah penggunaan obat-obatan semacam finasteride, yang juga dikenal sebagai Proscar atau Propecia dan minoxidil, yang dikenal dengan nama Rogaine.

Obat-obat ini dapat merangsang pertumbuhan rambut dengan melebarkan pembuluh darah di kulit kepala, yang memungkinkan lebih banyak oksigen, darah, dan nutrisi untuk mencapai folikel.

Hazen menambahkan, hormon, terutama androgen seperti testosteron dan dihidrotestosteron, juga bisa berperan.

Jumlah androgen yang lebih rendah atau keberadaan masalah dengan keseimbangan hormon dapat menyebabkan beberapa rambut rontok dan merupakan salah satu faktor terbesar kebotakan pada pria.

Salah satu larangan sebelum bercinta adalah mencukur rambut kemaluan di area organ intim Anda.

“Mencukur akan mengeksofiliasi lapisan kulit paling luar sehingga area itu menjadi sangat sensitif,” jelas Tsippora Shainhouse, MD, seorang dermatologis bersertifikasi di Beverly Hills, California, AS.

Gerakan seksual, kata Shainhouse, bisa melukai lapisan kulit organ intim yang baru dicukur, terutama folikel rambut. Alhasil, vagina pun menjadi ruam perih dan bisa menyebabkan goresan. Kondisi itu dapat berujung pada terjadinya infeksi, misalnya, herpes dan HPV.

Shainhouse menyarankan untuk mencukur organ intim, setidaknya satu atau dua malam sebelum aktivitas seksual. Tujuannya, tentu saja, memberikan waktu untuk kulit di area vagina beradaptasi sehingga tidak terlalu sensitif pada gesekan dan gerakan dalam tempo berulang.

Kemudian, hal lain yang juga harus dihindari sebelum bercinta adalah jangan mengonsumsi makanan pedas.

Menurut Kathryn Boling, MD, seorang dokter di Mercy Medical Centre, AS, makanan pedas bisa memproduksi gas, perut kembung, dan buang angin yang terus-menerus.

Selain itu, residu rasa pedas yang tertinggal di tangan dan mulus juga berisiko membuat organ intim terpapar panas.

Hal lain yang paling memalukan, kata Dokter Boling, yaitu makanan pedas bisa memproduksi aroma tubuh yang tidak sedap.

Komentar