“Parkir Dua Bus” Versi Jose Mourinho

Penulis: Darmansyah

Senin, 28 April 2014 | 09:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Menruang-ajari sepakbola Premier League, Jose Mourinho dituduh menghalalkan kemenangan lewat permainan “negatif” dengan taktik memarkir seluuruh pemainnya di kotak penalty dan mengupayakan serangan balik secepat “kilat.”

Dalam laga dengan Liverpool, Minggu malam WIB, 27 April 2014, Mourinho tidak hanya memarkir satu bus di blok pertahanannya, tetapi oleh “The Mirror,” surat kabar London yang selalu mendukungnya, menuliskan,”Ada dua bus parkir di pertahanan Chelsea.”

“Mirror” juga mengutuk gaya permainan Chelsea sebagai membunuh keindahan sepakbola. “Jose Mourinho dituduh “Mirror” sebagai “munafik terkutuk” karena sering mengkritik permainan “parkir bus” tapi juga menerapkan sistem yang sama dengan lebih ekstrim

Manajer Liverpool Brendan Rodgers, yang sangat frustrasi setelah timnya tersandung dengan kekalahan dua gol tanpa balas, menilai Chelsea telah memainkan sepakbola “negative ekstrem.” Ia menamakan tatik Mou itu dengan “parkir dua bus.”.

Padahal Liverpool menguasai jalannya pertandingan. ESPN mencatat ‘Si Merah’ memiliki 7tujuh pula tiga persen penguasaan bola dengan dua puluh enam percobaan, termasuk delapan yang mengarah ke gawang.

“Selamat kepada Chelsea, mereka memenangi pertandingan, kami hanya tidak mampu memecah kebuntuan. Mereka jelas bertahan terlalu dalam, saya pikir ada dua bus yang terparkir, bukannya satu,” sindir Rodgers.

“Tadi seperti enam pemain bertahan dengan tiga pemain tengah di depannya. Itu sepuluh pemain dengan kiper, dengan bermain bertahan selama sembilan puluh menit,” sembur dia.

“Kalau mereka tidak mendapat gol pertama, mereka tidak akan mencoba menyerang. Jelas, mereka datang ke mari tidak untuk memenangi pertandingan. Mereka juga membuang-buang waktu dan hal-hal kecil lainnya.”

“Para pemain Liverpool sudah memberikan segalanya dan kami tidak mendapatkan sedikit keberuntungan itu,” keluh Rodgers dalam wawancaranya dengan Sky Sports.

Terlepas dari strategi bertahan yang diterapkan Mourinho – dan dapat banyak sorakan dari Liverpudlian -, Chelsea berhasil meredam Liverpool. Rentetan kemenangan The Reds yang sudah berjumlah sebelas kali secara beruntun beruntun di Premier League terhenti, ‘Si Biru’ menang dia gol tanpa balas berkat gol Demba Ba dan Willian.

“Jelas banya orang yang mengharapkan kami datang ke sini dan kalah seperti tim lainnya. Banyak yang berpikir tidak mungkin untuk dapat kemenangan,” sahut Mourinho usai laga.

“Tapi pemain kami menunjukkan performa yang luar biasa jadi saya gembira untuk mereka dan juga untuk fans. Ini adalah semangat yang selalu kami inginkan di Chelsea,” lanjut dia di BBC.

Menerapkan strategi bertahan, memperlambat tempo dan hanya mengandalkan serangan balik,
“Sekarang bisa dikatakan kami memenangi dua pertandingan atas para juara. Atas Liverpool kami memenangi dua pertandingan. Atas City kami juga meraih dua kemenangan,” sahut Jose Mourinho usai pertandingan seperti diberitakan BBC.

Peluang The Blues jadi juara musim ini kembali terbuka lebar, meski Mourinho menyebut kalau dirinya sudah akan puas dengan posisi tiga di akhir kompetisi nanti.

“Dengan tiga angka ini kami butuh satu poin lagi untu finis di posisi tiga. Ini musim yang bagus dan evolusi punya banyak aspek dalam tim ini. Yang akan jadi juaranya adalah City atau Liverpool, jadi kami tidak perlu merayakan apapun atas kemenangan ini,” lanjut pria asal Portugal itu.

sumber: skysports, bbc, mirror dan dailay mail

Komentar