MU v Liverpool Memulai Laga Rivalitas

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Agustus 2014 | 16:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Stadion Sun Life, Miami, Selasa dinihari WIB, nanti, menghapus kata “persahabatan” dalam laga final International Champions Cup yang dimainkan Manchester United dan Liverpool. Laga itu, seperti ditulis Martin Keown, analis sepakkbola Premier League di “Daily Mail, “ 04 Agustus 2014, merupakan awal dari rivalitas “The Red” versus “The Red Devils.”

Awal dari rivalitas Louis van Gaal dengan Brendan Rodgers. “Ini bukan sekadar sepakbola. Ini tentang kehidupan. Tentang dua kota yang berperang lewat sepakbola dan menjadi pertarungan panjang sepanjang sejarah. Manchester merah atau Liverpool Merah,” tulis Kepwn dengan emosional.

Bahkan sejarah itu, menurut Keown akan di pentaskan lewat dua pribadi, yang dulunya, saling mengagumi, Luois van Gaal dan Brendan Rodgers. “Ini rivalitas awal dari dua pribadi di pentas sepakbola Inggris. Mereka telah memulai di Sun Life Stadion. Dan akan berlanjut di Premier League. Di Old Trafford dan Anfield.”

Liverpool akan menghadapi Manchester United di final International Champions Cup, Senin 4 Agustus 2014. Laga di Amerika Serikat ini memang hanya duel persahabatan. Namun, mengingat rivalitas tinggi antara keduanya, pertandingan dipastikan akan berjalan menarik.

Hal tersebut disadari oleh manajer Liverpool, Brendan Rodgers. Pria berkebangsaan Irlandia Utara ini menilai laga di Sun Life Stadium, Miami Gardens, tersebut lebih dari sekadar laga persahabatan.

“Liverpool melawan Manchester United lebih dari sekadar sepakbola. Ini mengenai dua kota yang tidak terlalu berjauhan, yang secara historis selalu menjadi rival,” kata Rodgers seperti dilansir Soccerway.

“Ini bisa dibilang sebagai pertandingan terbesar di dunia. Dan bisa dipertandingkan di AS adalah hal besar untuk mereka, dan berita luar biasa untuk penyelenggara,” lanjutnya.

Rodgers menuturkan, hal terpenting di laga pramusim adalah memastikan para pemain bugar menjelang musim baru. Namun, kemenangan juga bisa berdampak penting untuk The Reds.

“Menang di laga pramusim bisa menciptakan keyakinan dan mentalitas, jadi itu adalah hal yang sangat penting,” ungkap Rodgers.

Musim lalu, nasib yang dialami Liverpool dan MU berbanding terbalik. The Reds nyaris saja keluar sebagai juara Premier League. Namun, pada akhirnya harus puas menjadi runner-up di bawah Manchester City.

Untuk laga ini, gelandang Liverpool, Jordan Henderson, lebih menegaskan pernyataan Rodgers bahwa final International Champions Cup 2014 melawan Manchester United bukan sekadar pertandingan pramusim. Henderson mengatakan, laga Liverpool melawan MU selalu menjanjikan pertandingan yang menarik.

“Karena ini, MU, fans dan semuanya akan menganggapnya pertandingan besar. Selain itu, saya pikir kami sudah menjalani pertandingan pramusim dengan tempo yang benar. Kami memiliki persiapan yang bagus untuk pertandingan final,” ujar Henderson seperti dilansir situs resmi Liverpool.

“Seluruh pemain tidak sabar untuk menjalaninya. Penting bagi kami untuk memenangi pertandingan, meski ini hanya pramusim. Besok, kami akan menjalani pertandingan besar, dan tentunya kami ingin menang,” sambungnya.

Liverpool hanya punya waktu istirahat 48 jam sebelum menghadapi MU di Miami. Dua hari lalu, 2 Agustus 2014, The Reds masih menjalani pertandingan terakhir Grup B ketika mengalahkan AC Milan. Namun, Henderson mengatakan, skuad Liverpool tidak merasakan lelah.

“Itu karena dukungan fans yang luar biasa. Ke mana pun kami pergi, Boston, Chicago, New York, dan Charlotte, dukungannya luar biasa. Kami selalu mendapat sambutan yang luar biasa di seluruh dunia. Tahun lalu, kami ke Asia, dan juga luar biasa,” papar Henderson.

Komentar