Jejak “King” Cantona di Telapak Kaki Persie

Penulis: Darmansyah

Rabu, 24 April 2013 | 12:07 WIB

Dibaca: 0 kali

Jejak Eric “King” Cantona menjalarkan di telapak kaki Robin van Persie. Kedua pemain dari daratan Europa itu, Cantona dari Perancis dan Persie dari Belanda, datang ke Old Trafford dari klub saingan Manchester United. Cantona, “Pangeran” Old Trafford itu datai dari klub saingan “Si Iblis Merah,” Leeds United. Sedangkan Persie setelah delapan tahun mendekam di Arsenal akhirnya memutuskan bergabung dengan MU.

Dua dekade lalu Manchester United dibawa jadi juara Premier League pertama kali oleh bekas pemain klub rival mereka, Eric Cantona. Musim ini cerita yang sama kembali diulangi oleh Robin van Persie.

Cantona di pertengahan musim 1992-1993 pindah dari Leeds United yang notabene saat itu adalah rival MU dan baru saja menjuarai Liga Inggris terakhir dengan format lama. Mesk pun, ketika itu, baru bergabung enam bulan, Cantona langsung memberikan impact besar untuk MU di mana ‘Setan Merah’ tampil sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya. Cantona pun jadi pemain pertama yang back-to-back juara bersama dua klub berbeda.

Musim depannya jadi puncak karier Canton. Di musim kedua itu Cantona  membawa MU mempertahankan titel juara sekaligus mencetak 25 gol dari 49 penampilan, raihan gol tertinggi ‘King Eric’ selama berseragam ‘Setan Merah’.

Di musim 1995-1996 dan 1996-1997 Cantona juga berhasil lagi membawa MU jadi juara sebelum akhirnya pensiun tahun 1997. Cantona sendiri pindah ke Old Trafford saat berusia 26 tahun.

Duapuluh tahun setelahnya datang lagi seorang pemain yang berasal dari tim rival, Van Persie dan efek yang ia berikan pun sama. Gelar  Premier League  ke-20  untuk MU.

Tak hanya titel juara, Van Persie pun membantu dengan sumbangan golnya yang sudah mencapai 24 dan menjadikannya topscorer sementara Liga Inggris. Sempat diragukan akan sukses karena sudah berumur 29 tahun dan rentan cedera, Van Persie membayar tuntas harga 24 juta poundsterling plus gaji 220 ribu poundstrerling per pekan.

“Dalam hal dampak untuk tim, aku piker, Van Persie sudah membuat dampak besar seperti yang saya bisa bayangkan. Cantona adalah big-impact player dan saya sangat beruntung pernah memiliki striker-striker hebat,” ujar Fergie di Soccernet.

“Aku pikir Robin adalah pemain hebat untuk Arsenal dan ketika pemain hebat itu bisa dibeli maka Anda merasa United harus segera membelinya. Aku pikir kami punya ekspetasi untuknya — performanya musim lalu sangat luar biasa. Aku mengingat Arsene mengatakan ‘Dia adalah pemain yang lebih baik dari yang Anda bayangkan’. Aku tahu ia bisa cepat menyatu dengan tim.

Robin van Persie akhir pekan ini akan menyambangi Emirates Stadion, tempat ia pernah mangkal selama delapan tahun. Arsenal saat itu akan menjamu MU dalam laga “hiburan”nya di Premier League.  Fans The Gunners berujar akan memberi sambutan heboh padanya.

Delapan musim membela Arsenal, Van Persie memang sempat frustrasi ketika klubnya itu tak pernah mengangkat trofi. Ia akhirnya memutuskan hengkang ke MU pada awal musim ini. Alasannya, striker timnas Belanda itu ingin merasakan meraih trofi juara Liga Inggris.

Keputusan Van Persie itu terbukti tepat setelah The Red Devils berhasil memastikan gelar juara usai mengalahkan Aston Villa dalam laga yang berlangsung di Old Trafford, Selasa  dinihari WIB kemarin.

Fans Arsenal yang masih sakit hati dengan keputusan Van Persie hengkang ke MU, berjanji akan memberikan sambutan yang heboh saat dia kembali ke markas Arsenal, Minggu akhir pekan nanti. Hal itu seperti diungkapkan oleh Pete Wood di forum pendukung ‘Gudang Peluru’.

“Van Persie akan mendapatkan sambutan yang heboh. Dia akan mendapatkan cemoohan setiap kali menyentuh bola karena tidak ada seorang pun yang bisa memaafkan dia dengan caranya meninggalkan Arsenal,” ungkap Wood seperti dilansir The Sun.

“Pihak klub selalu berada di sampingnya selama tujuh tahun pertama saat dia mendapatkan cedera. Tapi, setelah dia mendapatkan satu musim yang bagus dan tiba-tiba dia ingin pergi.”

“Itu adalah cara Van Persie untuk pergi dan loyalitasnya yang kurang pada klub membuat para suporter marah,” tambahnya.

 

 

 

Komentar