Chelsea, Sang Juara Yang Membosankan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 April 2015 | 11:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Chelsea menyiapkan pesta besar menyambut juara Premier League di tengah kegundahan Jose Mourinho atas tuduhan telah menghapus permainan impresif dalam timnya selama musim ini.

Chelsea membutuhkan dua laga lagi, dari sisa empat laga yang akan dimainkan di Liga Primer, untuk memastikan keluar sebagai juara English Premier League musim ini.

“Daily Mail,” Selasa, 28 April 2018, menurunkan wawancara khusus dengan pengamat sepakbola Inggris dari “Sky Sports,” Jamie Carragher, Gary Neville dan Martin Keown, dengan tuduhan bahwa Chelsea dan Mourinho telah merusak permainan Chelsea hanya untuk mengejar trofi.

Chelsea hampir dipastikan bakal merebut trofi yang musim lalu sempat singgah ke rak Manchester City.

Manajemen Chelsea pun sangat yakin timnya bakal meraih gelar juara musim ini. Mereka bahkan sudah menyiapkan pesta besar-besaran untuk merayakan keberhasilan The Blues menjuarai Premier League musim ini yang rencananya digelar pada Senin 25 Mei 2015 mendatang.

Konsep pesta sudah jadi. Dan diketahui, seperti dilansir Daily Mail, izin dari kepolisian dan pemerintah daerah London untuk menggelar perayaan juga sudah keluar.

Pihak pemerintah bahkan sudah menyebar surat himbauan kepada penduduk London demi memeriahkan acara ini. Dalam surat tersebut, pemerintah London juga menjelaskan akan menutup beberapa jalan protokol saat perayaan gelar juara Chelsea.

“Kami akan menutup beberapa jalan seperti Fulham Road, Hortensia Road, Kings Road, dan New Kings Road. Jalan-jalan itu akan dilalui oleh bus saat perayaan gelar yang dimulai sejak pukul 12.00 hingga 13.00,” begitu pernyataan pemerintah dalam surat himbauannya.

“Penutupan jalan mulai dilakukan mulai pagi hingga sore hari. Jadi, bagi warga yang ingin lewat jalan tersebut harap melalui jalur lain,” lanjut isi surat tersebut.

Di tengah senangnya meraih trofi liga, Jose Mourinho tidak terima dengan penilaian beberapa pihak soal timnya yang disebut membosankan.

Pelatih asal Portugal itu merasa di masa depan, mungkin sepakbola akan banyak perubahan.

Saat The Blues bermain imbang tanpa gol kontra Arsenal Minggu malam lalu, fans The Gunners yang memadati Emirates Stadium berteriak dengan kata “membosankan” kepada Chelsea, yang dinilai terlalu bermain pragmatis.

Meski sudah memberikan sindiran pedas atas penilaian tersebut, Mourinho masih menyimpan kegundahan.

Mantan pelatih Inter Milan dan Real Madrid ini, merasa sepakbola di masa depan akan lebih banyak memperlihatkan keindahan dalam bermain.

“Terkadang, saya bertanya kepada diri sendiri soal masa depan. Mungkin masa depan sepakbola adalah karpet rumput hijau yang indah tanpa gol. Di atas lapangan yang indah, tim yang lebih banyak menguasai bola memenangi pertandingan,” katanya di situs resmi Chelsea.

Mourinho kian merasa heran, saat timnya sudah mencetak enam p[uluh lima gol di ajang Premier League masih bisa dibilang membosankan.

Sedangkan Arsenal yang lebih unggul dalam penguasaan bola dan tetap tak menang, malah tidak dicap seperti itu.

“Terkadang Anda berbicara soal tim seperti kami yang telah mencetak banyak gol jadi membosankan. Namun, Anda tidak mempertimbangkan tim yang memiliki 70 persen penguasaan bola, tapi tetap gagal menang. Itulah yang membosankan,” ujar Mourinho.

Pelatih yang memulai kesuksesan bersama FC Porto itu menilai bila di masa depan nanti, mungkin orang-orang lebih ingin melihat para pemain melakukan umpan-umpan indah. Dan mungkin, sebuah tim tidak menjadikan gol sebagai tujuan utama.

“Saya bertanya kepada diri saya pada masa depan (sepakbola). Saat saya menjadi kakek di rumah bersama cucu saya, mungkin sepakbola bakal dimainkan tanpa gol dan kami hanya menikmati dengan melihat pemain mengumpan bola,” ujar pelatih asal Portugal itu.

“Sepakbola bagi saya bisa dijelaskan secara sederhana. Sepakbola adalah soal memasukkan bola ke gawang lawan dan menghentikan tim lain memasukkan bola ke gawang tim Anda,” tegasnya.

Kapten tim Chelsea John Terry punya pembelaan atas pandangan tersebut.

Chelsea tampil dengan gaya bertahan di laga kontra Arsenal yang berakhir tanpa gol. Tak ayal, mereka pun disoraki penonton karena gagal menyajikan pertandingan menghibur.

Tak mau disudutkan, Terry pun menjawab segala kritik itu. Bagi, defender asal Inggris tersebut, bagaimanapun hasil pertandingan adalah yang terpenting karena akan selalu diingat publik.

“Kami tidak membosankan. Bila kami menang tak ada yang akan mengingat itu sebagai permainan yang kurang menarik,” kata Terry.

Lebih jauh Terry menegaskan kalau posisi timnya yang sudah di ambang juara merupakan buah dari permainan efektif dan tak ada yang salah dengan hal tersebut.

“Possesion itu bagus. Tapi jika tidak menang dalam pertandingan, maka kami akan jauh dari gelar juara,” ungkapnya dikutip Soccerway.

daily mail, sky sports dan soccerway

Komentar