Bayern v Real “Clasico” Euro di SCTV

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 April 2014 | 14:13 WIB

Dibaca: 0 kali

“Clasico” dua raksasa sepakbola Eropa, Real Madrid melawan Bayern Muenchen di Santiago Bernabeu, Kamis dinihari, 24 April 2014, pukul 02.00 WIB, di laga pertama semifinal Liga Champions, nyaris di ramaikan media sebagai “final premature” yang mendahului final sesungguhnya di Losbon Portugal pertangan Mei mendatang.

Laga ini, sebagaimana diprediksi surat kabar terkemuka Spanyol, terbitan Madrid, “MARCA,” ditandai ketidak sempurnaan karena spekulasi kondisi pemain kedua tim yang masih dalam penyembuhan cedera.

Cristiano Ronaldo, yang sejak sore kemarin ikut dalam keriaan Madrid ketika latihan, masih menjadi teka teki menjelang pengajuan nama pemain Madrid di posisi “starter”

“MARCA” yang menelusuri proses pengajuan nama pemain Madrid yang turun, masih menemukan kebuntuan karena Carlo Ancelotti menutup rapat skuadnya di “line-up.”

Kalau Ronaldo tidak bermain, Gareth Bale akan menjadi kunci bersama Karim Benzema dan Angel di Maria. “Semuanya masih kabur,” tulis “MARCA”

Dikubu Bayern, teka teki juga menyelimuti kondisi Manuel Neur, kiper utamanya, yang sudah diistirahatkan di dua laga Bundesliga klub Bavaria itu. Neur didorong penyembuhannya untuk beridiri di bawah mistar Muenchen

Berlainan dengan kondisi pemain kedua tim, Pep Guardiola tak begitu menghiraukan rekor sempurnanya kala bermain di Santiago Bernabeu bersama Barcelona.

Sekarang ia pelatih Bayern Munich dan tahu timnya harus tampil baik untuk mengalahkan Real Madrid.

Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, yang teramat megah bukanlah tempat asing buat Josep ”Pep” Guardiola dalam pertandingan semifinal Liga Champions dinihari nanti, Kamis, 24 April 2014.

Bernabeu bukan pula palagan nan kejam baginya. Malah, sebaliknya, Pep merasa nyaman berada di sana untuk bertarung dengan Real Madrid, sang penguasa Bernabeu.

Hubungan Pep dengan Real Madrid selalu berat sebelah. Kemenangan lebih sering memeluknya. Seperti kepalanya, rekor Guardiola menghadapi Real selalu mengkilap.

Di Liga Champions 2010/2011, di babak semifinal, di Bernabeu, Guardiola bersama Barcelona menggulung Madri.0. Barca kemudian menjadi juara setelah mengalahkan Manchester United di final.

Kini Guardiola datang bersama Bayern Muenchen, klub yang baru dipegang pada musim pertamanya. Namun, seperti mengenali tiap sudut Bernabeu, dia datang dengan sebuah ancaman: menyulitkan langkah Madrid, yang berambisi meraih La Decima alias gelar ke-sepuluh Liga Champions.

Real Madrid sendiri sedang dalam keadaan genting. Meski mendapat suntikan dengan penampilan gemilang Gareth Bale, yang berlari seperti jet saat menjebol gawang Barcelona, Madrid masih pincang. Motor lapangannya, Cristiano Ronaldo, belum benar-benar bugar.

Pertanda takkan sulit menghadang ambisi La Decima?

Madrid kini punya Carlo Ancelotti. Adapun Pep tak mau gegabah.

“Madrid bukan hanya Ronaldo. Mereka adalah sebuah tim,” kata Pep. “Lagi pula, setiap kali datang ke Bernabeu, saya tidak pernah besar kepala. Saya sangat menghormati tim ini.”

” Kami harus tampil bagus untuk bisa mengalahkan Madrid dan itu yang terpenting,” ujar Pep seperti dikutip AS.

Sementara itu, Javi Martinez gelandang Bayern, menyadari bahwa Real Madrid punya sejumlah pemain yang punya kecepatan. Serangan balik Madrid pun disebut Martinez sebagai hal yang wajib diwaspadai oleh Bayern Munich.

Kewaspadaan Martinez bukan tanpa alasan. Los Blancos memang dikenal sebagai tim yang punya serangan balik mematikan.

Terlebih mereka punya beberapa pemain yang memiliki kecepatan seperti Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo–kendati nama yang disebut terakhir masih diragukan bisa tampil. Bukti teranyar adalah saat Bale mencetak gol kemenangan atas Barcelona di final Copa del Rey.

Karena itu, Martinez meminta timnya untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi counter attack Madrid

“Kami harus mengendalikan serangan balik Madrid, mereka sangat cepat dalam serangan balik,” ujar Martinez di situs resmi UEFA.

“Mereka punya beberapa pemain yang sangat cepat yang bisa dengan cepat bergerak ke depan dan mencetak gol, itulah yang harus kami waspadai,” lanjut mantan pemain Athletic Bilbao itu.

“Tim Madrid yang ini lebih menyerang karena mereka punya pemain untuk melakukannya, jadi kami harus sangat berhati-hati,” lugasnya.

Philipp Lahm juga sama dengan pendapat Martinez. I sadar bahwa melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu tak akan jadi laga mudah untuk Bayern Munich.

Pertandingan melawan Madrid pun dinilai Lahm bukan tugas mudah untuk Bayern. Menurutnya, FC Hollywood harus menampilkan permainan level tertinggi untuk menghadapi tim arahan Carlo Ancelotti itu.

Kendati demikian, Lahm menyatakan bahwa hasil imbang saja tidak akan cukup untuk Bayern. Demi memenuhi ambisi untuk lolos ke final dan mempertahankan gelar juara, Lahm menyebut bahwa Bayern akan tetap membidik kemenangan di Bernabeu.

“Kami sudah memenangi Bundesliga dan kami harus ambisius dan ingin memenangi Liga Champions. Kami datang ke sini untuk menang, tapi kami semua tahu bahwa ini adalah tugas yang sulit,” imbuh Lahm.

Sementara itu pada sesi latihan terakhirnya di Valdebebas, komplek latihan Real Madrid, tetap berlangsung terbuka. Dalam latihan tersebut, Cristiano Ronaldo yang sempat absen selama tiga pekan sudah terlihat berlatih.

Pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, kemungkinan akan menurunkannya. Yang mengejutkan adalah absennya Gareth Bale dalam latihan tersebut. Pemain asal Wales ini dikabarkan sedang flu. Jika Bale absen, ini akan jadi pukulan telak buat Madrid.

Sebab saat ini performa Bale sedang menemukan bentuk permainan terbaiknya. Golnya ke gawang Barcelona pada pekan lalu membawa Los Blancos –julukan Madrid– menjuarai Copa del Rey.

Belum ada kepastian apakah Bale akan diturunkan atau tidak, dan sepertinya memang tidak akan ada kepastian. Sebab, menciptakan ketidakpastian seperti ini juga bagian dari taktik. Jika Guardiola membuat Madrid bertanya-tanya, maka Ancelotti membuat Muenchen menebak-nebak.

sumber: marca english edition, football espana dan bild

Komentar