Ancaman Pecat untuk Rafa Belum Usai

Penulis: Darmansyah

Kamis, 31 Desember 2015 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Rafel Benitez masih berada dalam ancaman pecat walaupun ia mulai menghadirkan kemenangan dalam laga-laga terakhir “Los Blancos.”

Menang tiga gol berbanding satu di Bernabue, Kamis dinihari WIB, 31 Desember 2015, Real Madrid tetap mendapat cemoohan dari suporter.

Tidak hanya pada saat laga, suporter Madrid bahkan sudah mencemooh sebelum pertandingan dimulai.
Sebagian besar suporter bersiul dan mencemooh ketika nama pelatih Rafael Benitez disebutkan.

Usai pertandingan, Rafa benitez mengaku bisa menerima sikap suporter.

Pelatih yang masih terombang ambing nasibnya itu l mengatakan para pemain Madrid hanya perlu fokus memperbaiki penampilan di atas lapangan.

“Suporter bisa memberi dukungan dan cemoohan. Kami harus terus bekerja dan memenangi pertandingan. Kami harus menghormati opini publik,” ujar Rafa seperti dilansir Football Espana.

“Sociedad bermain dengan bagus dan menyulitkan kami. Terkadang kami bermain bagus, terkadang buruk, tapi yang penting adalah kami merebut tiga poin,” sambungnya.

Benitez memuji penampilan timnya.

Mantan pelatih Liverpool itu menganggap para pemain Madrid merespons kegagalan penalti Ronaldo di babak pertama dan gol penyeimbang Sociedad dengan impresif.

“Kami punya peluang, tapi tidak memanfaatkannya. Para pemain merespons dengan sangat baik. Saya harus memberikan pujian. Setelah kegagalan penalti, ada karakter yang bagus,” ucap Benitez.

Terhadap ancaman pecat untuk sang pelatih, palang pintu Real Madrid Pepe mengingatkan kepada manajemen agar tidak mengganti Rafa Benitez di pertengahan musim.

Hal itu akan membuat segalanya bertambah sulit bagi Madrid.

Benitez terus mendapatkan sorotan tajam di kursi manajer Madrid. Padahal ia baru memimpin Madrid selama enam bulan.

Penampilan Madrid yang dinilai kurang atraktif plus pencapaian Madrid yang kurang memuaskan menjadi alasan utama munculnya suara-suara miring tersebut.

“Sebuah keputusan yang salah untuk menggantikan pelatih di tengah musim. Bila Madrid mengganti Benitez di tengah musim, maka para pemain harus beradaptasi lagi dengan filosofi sepakbola yang dibawa oleh pelatih baru tersebut.”

“Hal itu tidak akan baik bagi Madrid. Kita semua harus membiarkan Benitez terus memegang pekerjaannya hingga akhir musim dan barulah memberikan penilaian di sana,” ujar Pepe seperti dikutip dari Marca.

Pepe sendiri yakin bahwa semua isu pemecatan Benitez itu datang dari luar Madrid.

“Kami semua yakin bahwa manajemen tidak akan memecat pelatih dan isu tersebut hanya dibicarakan oleh media dan orang-orang di luar klub ini.”

“Sejauh ini kami terus berusaha melakukan apa yang diinginkan oleh pelatih dan barulah nanti keputusan ada di tangan Presiden. Kami hanya pekerja di klub ini dan tugas kami adalah berusaha memenangkan pertandingan,” kata bek asal Portugal ini.

Pepe menyadari bahwa performa Madrid menurun sejak mereka sukses memenangkan empat gelar di dua tahun lalu kala dilatih Carlo Ancelotti.

Namun Pepe percaya bahwa ‘Los Blancos’ masih memiliki kans untuk bersaing dan meraih trofi pada musim ini.

“Tahun ini berjalan tidak sesuai dengan yang kami harapkan. Yang bisa kami lakukan saat ini adalah terus berusaha keras. Hal itulah yang perlu kami lakukan jika ingin melihat suporter kami bisa gembira atas prestasi tim.”

“Kami masih mampu jadi juara musim ini. Kami adalah Real Madrid, klub yang hebat dan meraih trofi adalah sebuah hal yang diharapkan oleh suporter,” ujar Pepe.

Permintaan Pepe itu ikut diamini Direktur Madrid, Emilo Butragueno.

“Meskipun Real Madrid masih tampil kurang meyakinkan musim ini, Rafa Benitez masih mendapat kepercayaan penuh dari Madrid,” tutur Butragueno.

“Ya, saya masih sangat mempercayai Benitez,” ujar Butragueno saat dimintai pendapatnya mengenai performa Benitez sejauh musim berjalan.

Posisi Benitez di Madrid memang tidak pernah aman sejak awal kedatangannya di Madrid. Benitez dianggap tidak memiliki kualitas yang pantas untuk menggantikan Carlo Ancelotti.

Bila musim ini Benitez tak menghasilkan trofi, Liga Spanyol ataupun Liga Champions, maka pintu keluar adalah kemungkinan terbesar yang bakal didapatkan oleh Benitez di akhir musim.

“Tahun lalu, kami tiba di titik ini dengan empat gelar di tangan. Kami baru saja jadi juara Piala Dunia Antarklub ketika itu.”

“Akhir tahun ini cerita yang kami dapat berbeda. Saya harap tahun depan akan berjalan bagus untuk kami karena kami bermain baik sejauh in,” ujar Butragueno.

Di Liga Spanyol, Madrid harus bisa memangkas selisih poin dengan Barcelona dan salah satu momen krusial ada pada laga El Clasico nanti.

Komentar