Site icon nuga.co

Harga Emas Loncat ke Level Tertinggi

Setelah terhenti dalam pembukaan perdagangan kemarin, hari ini, Rabu, 02 Agustus, harga emas yang dijual Comex Exchange Mercantil, meneglami lonjakan dan naik ke level tertinggi dalam tujuh pekan terakhir.

Pendorong kenaikan harga emas ini karena data-data ekonomi Amerika Serikat yang belum menunjukkan perbaikan.

Seperti ditulis laman ekonomi dan bisnis kantor berita “reuter,” Rabu pagi WIB,  harga emas di pasar spot sempat menyentuh angka tertinggi untuk setiap ounce dan  merupakan rekor  sejak 14 Juni.

Untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus berakhir naik setengah  persen.

“Berlanjutnya pelemahan data-data ekonomi AS membuat orang mempertanyakan kebijakan Bank Sentral AS. Jika inflasi memang sulit bergerak naik maka emas akan diuntungkan,” kata analis komoditas TD Securities Ryan McKay.

“Pelaku pasar tengah melihat kelanjutan rencana kenaikan suku bunga the Fed dan harga emas ternyata sudah mulai kembali naik dari posisi US$ 1.200 per ounce,” lanjut dia.

Nilai tukar dolar AS naik tipis karena investor sedang mencari posisi.

Sebenarnya jika nilai tukar dolar AS naik akan menekan harga emas. Namun kali ini tak terjadi.

Dalam beberapa hari terakhir dolar AS memang terus tertekan bahkan jatuh ke level terendah dalam lima belas bulan karena ketidakpastian situasi politik di AS dan data-data ekonomi yang tidak terlalu menggembirakan.

Presiden AS Donald Trump terus membuat keputusan kontrovesial dalam beberapa pekan ini.

Terakhir, Presiden Trump pada Senin kemarin memecat Anthony Scaramucci dari jabatannya sebagai direktur komunikasi setelah yang bersangkutan mengeluarkan kata-kata kasar kepada staf senior lainnya.

Pemecatan Scaramucci cukup mencengangkan karena terjadi hanya 10 hari ia berkantor di Sayap Barat Gedung Putih.

Penunjukan Scaramucci telah memicu kekacauan yang menyebabkan mundurnya Sean Spicer sebagai sekretaris pers dan Reince Priebus sebagai kepala staf presiden.

Kenaikan harga emas di New York ini juga dicatat sebagai lanjutan kenaikan yang terjadi di ujung bulan Juli.

Pada akhir Juli lalu emas menguat bersamaan dengan pembaruan kebijakan dari The Federal Reserve yang dianggap dovish untuk kebanyakan investor membantu kenaikan harga emas.

Kenaikan harga emas ini kunci utamanya karena dolar menyentuh level terendah selama lebih dari setahun. Pelemahan dolar sendiri disebabkan oleh pernyataan kebijakan dari Bank Sentral The Fed.

“Mata uang adalah titik belok yang penting dan harus diperhatikan jika Anda berdagang emas,” ujar Bill Baruch, Kepala Strategis Pasar di iiTRADER.

Pasalnya, komoditas tersebut banyak dijual dengan mata uang dolar, hubungan antara komoditas dengan mata uang tersebut biasanya terbalik, karena pergerakan di unit A.S. dapat mempengaruhi minat konsumen tersebut dari pembeli yang menggunakan mata uang yang lebih lemah.

Exit mobile version