close
Nuganomics

Harga Emas Lokal dan Global Melejit

Harga emas global yang naik akibat “wait and see” para spekulan berdampak langsung pada kondisi emas lokal yang diperdagangkan PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam.

Hari ini, Rabu, 02 November, Antam mencatat kenaikan harga emasnyasebesar Rp 3.000 per gram dan berada di posisi Rp 605.000 per gram.

Kemarin, harga emas Antam berada di posisi Rp 602 ribu per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga naik Rp 3.000 menjadi Rp 533 ribu per gram. Itu artinya, jika Anda menjual emas yang Anda miliki, maka Antam akan membayar Rp 533 ribu per gram.

Sementara itu, emas bergerak rally setelah logam mulia diburu untuk investasi safe haven.

Pergerakan saham Asia jatuh pada hari Rabu, menyusul jatuhnya saham-saham di bursa Wall Street, karena kekhawatiran hasil pemungutan suara pemilihan presiden AS.

Penguatan yen terus membebani pergerakan saham di Tokyo.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam hampir sebulan karena melemahnya dolar. Investor akan mencari petunjuk lanjutan mengenai keputusan suku bunga Federal Reserve AS pada hari Kamis.

Pertemuan selama dua hari tersebut diperkirakan tidak akan membuat kebijakan moneter AS tetapi berpotensi akan menjelaskan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Baru-baru ini, keuntungan pada pergerakan emas berhasil mengupas kerugian bulan Oktober setelah Federal Bureau of Investigation membuka kembali penyelidikan penggunaan e-mail pribadi Hillary Clinton sehingga menambahkan lebih banyak ketidakpastian untuk pemilihan presiden AS.

Emas bukan merupakan komoditas, tetapi telah menjadi mata uang dan kemungkinan akan menjadi mata uang terakhir.

Harga emas telah terjebak dalam rentang perdagangan yang sempit dengan kisaran pergerakan yang cukup ketat. Meskipun permintaan emas fisik di India telah mengambil traksi menjelang musim festival dan musim pernikahan.

China dilaporkan kembali mengimpor emas batanga dari Hong Kong untuk pertama kalinya dalam empat bulan di bulan September, menurut data dari Hong Kong Departemen Sensus dan Statistik. Investor sedang berusaha untuk mendiversifikasi aset saat menghadapi melemahnya mata uang yuan.

Mengutip Wall Street Journal, Rabu pagi WIB, harga emas untuk pengiriman Desember ditutup naik  di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Harga tersebut merupakan level tertinggi sejak 3 Oktober dan keuntungan satu hari terbesar sejak 6 September.

Patokan harga emas dalam dolar AS, dengan penurunan nilai tukar dolar AS ini membuat pelaku pasar yang membeli emas dengan mata uang lain akan untung karena lebih murah.

Keuntungan dari pelemahan nilai tukar dolar AS tersebut bertambah dengan adanya ketidakpastian pasar terkait dampak ekonomi dari pemilihan presiden AS pada 8 November nanti.

Kepala Analis Logam Mulai HSBC James Stell menjelaskan, kemenangan bagi salah satu kandidat baik dari Partai Republik yaitu Donald Trump maupun kandidat dari Demokrat Hillary Clinton akan memberikan dampak positif bagi emas.

Namun memang, jika Trump yang menang harga emas akan lebih menarik lagi.

“Pemilu AS ini merupakan saat yang saat penting untuk menentukan kebijakan perekonomian AS secara jangka panjang. Kebijakan tersebut tentu saja akan memberikan dampak kepada harga emas,” jelas dia.

Selain itu, investor saat ini juga sedang mengamati pertemuan dari Bank Sentral AS. Pada Rabu waktu setempat Bank Sentral AS akan mengumumkan kebijakan moneter yang mungkin hasilnya bakal mempengaruhi harga emas.

Investor melihat bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Hal tersebut karena beberapa data ekonomi yang telah keluar cukup mendukung langkah kebijakan moneter tersebut.

Namun, pelaku pasar berharap kenaikan suku bunga tidak pada bulan ini melainkan pada akhir tahun nanti atau pada Desember.

“Ketidakpastian pemilihan AS, goyangan di pasar saham dan rencana kenaikan suku bunga AS ini membuat harga emas lebih mudah untuk melonjak,” jelas Direktur Perdagangan Kitco Metals Peter Hug.