close
Nuganomics

Harga Emas Diprediksi Stabil di Pekan Ini

Harga emas sepanjang pekan ini diprediksi akan mengalami kenaikan bersamaan dengan makin kencangnya isu perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat.

Seperti ditulis laman keuangan “bloomberg,” Senin pagi WIB, harga emas diperkirakan akan melambung pada pekan ini.

Hitung-hitungan yang dipakai “bloomberg,” adalah adanya kung  sentimen ketidakpastian ekonomi yang kini mendominasi pasar keuangan.

“Pada pekan kemarin harga emas mengalami tekanan. Jadi tinggal kita lihat seperti apa gerak pasar nanti,” tutur analis senior LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss dilansir dari Kitco, Senin  pagi WIB.

Sementara itu, sampai dengan saat ini, sejumlah analis masih sepakat bahwa ketidakpastian perang dagang AS dengan China akan mendorong harga emas lebih tinggi setelah sempat masuk dalam posisi kritis

Pekan ini sebanyak empat belas analis di Wall Street telah mengambil bagian dalam survei Kitco menyatakan bahwa sebanyak tiga belas pemilih atau sembilan puluh tiga persen menilai harga emas bakal lebih tinggi. Sisanya hanya ada satu atau tujuh persen yang memperkriakan harga emas akan tertekan.

Sementara itu, dalam poling online terhadap seluruh pelaku pasar, dimana ada delapan ratus tujuh puluh responden ikut serta di dalamnya terungkap bahwa sebanyak lima ratus empat puluh pemilih atau enam puluh dua persen menyatakan harga emas naik.

Sedangkan dua ratus dua puluh sembilan lainnya atau dua puluh lima persen memperkirakan harga emas akan jatuh.

Selain itu, seratus tujuh belas pemilih tersisa atau tiga belas persen melihat pasar akan sideways (mendatar).

Nedoss menjelaskan, ketidakpastian perang dagang memang diperkirakan masih akan membebani nilai tukar dolar AS. “Ada banyak ketakutan di luar sana dan tidak banyak alternatif. Saya hanya tak melihat banyak resistensiuntuk emas,” paparnya.

Di sisi lain, Co-Director Lindung Nilai Komersial Walsh Trading Sean Lusk memprediksi harga emas masih akan tetap bullish  atau naik dengan target  dalam jangka menengah. Meski ada sejumlah tekanan di pasar ekuitas, Lusk melihat dan berharap aliran modal tersebut mengalir ke emas.

“Anda memang tidak bisa bersaing dengan semua ketidakpastian ini dan emas dipastikan akan tetap untung dalam lingkungan seperti ini,” katanya.

Di akhir pekan lalu, harga emas ditutup stabil.

Harga emas sempat naik turun pada perdagangan terakhir setelah data lapangan pejerjaan AS tidak lebih baik dari perkiraan.

Seperti juga ditulis “bloomberg,”  harga emas di pasar spot stabil, mengoreksi penurunan sebelumnya sekitar satu persen. Logam mulia ini sudau naik hampir dua persen selama satu minggu ini.

“Emas telah didukung oleh dorongan besar oleh bank sentral global utama untuk menurunkan suku bunga mengingat kondisi makro yang memburuk,” kata analis INTL FCStone Edward Meir.

“Satu hal yang menahan sedikit emas adalah kekuatan dolar, tetapi dengan melemahnya dolar hari ini, tampaknya telah membuka beberapa ruang bagi emas untuk kembali naik,” tambah dia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan menampar tarif tambahan sepuluh persen pada impor China senilai tiga ratus  miliar dollar dan akan ditingkatkan kembali jika pembicaraan perdagangan tidak mengalami kemajuan.

“Sedikit gerakan psikologis. Harga emas telah berada padaposisi stabilnya dan mengalami kesulitan untuk naik lebih tinggi, yang membuat investor sedikit lebih gugup,” kata analis ABN Amro Georgette Boele.

Data menunjukkan perlambatan pertumbuhan pekerjaan AS pada bulan Juli. Ditambah dengan peningkatan ketegangan perdagangan, dapat memberikan amunisi baru Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga lagi bulan depan.

“Tren emas naik,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

“Harga spot gold emas dapat menguji ulang resistance  Jika menembus batas tersebut dapat menyebabkan kenaikan ” analis teknis Reuters Wang Tao mengatakan.

Tags : slide