close
Nuga Tekno

“Selfie” Dinobatkan Sebagai “World of The Year 2013”

Inilah salah satu “selfie” yang paling menghebohkan dunia, ketika Presiden Barack Obama asyik maksyuk memotret dirinya dengan Perdana Menteri Denmark Helle Torning dan David Cameron, PM Inggris, kala pemakaman Nelson Mandela, sementara Michelle Obama terpinggirkan.

Ketika Barack Obama ber “selfie” ria dengan Perdana Menteri Denmark Helle Torning di saat pemakaman Nelson Mandela, yang menyebabkan Michelle Obama, sang istri sewot, dan terjadi kegaduhan di Gedung Putih setelah mereka kembali, banyak orang tersentak dengan istilah baru itu.

Kini “selfie” menjadi tren dikalangan pengguna “smartphone” dan mewabah bagaikan virus di dunia maya dan media sosial. Bahkan tren “selfie,” dinobatkan sebagai “world of the year” untuk tahun 2013.

“Selfie” adalah sebuah “kerjaan,” untuk memotret diri sendiri. Tren ini, sebenarnya, telah ada sejak abad lalu. Namun kini pertumbuhannya secara global kian pesat semenjak adanya telepon pintar yang dilengkapi kamera digital ditambah dengan kemampuan untuk berbagi foto langsung di media sosial.

Tahun 2013 akan berakhir. Penerbit Kamus Inggris Oxford, yang disebut-sebut sebagai otoritas tertinggi dalam ilmu bahasa mengenai teknik penyusunan kamus atau dikenal dengan leksikografi, menyatakan “selfie” menjadi “word of the year”.

Selfie: noun, informal, sebuah foto diri yang direkam oleh diri sendiri, biasanya direkam menggunakan smartphone atau webcam dan di”upload” ke situs media sosial. Selfy – plural: selfies.

Sementara itu, mesin pencari Yahoo memperkirakan bahwa pada 2014 ada sekitar 880 miliar foto akan di”upload”. Itu berarti ada 123 foto untuk setiap orang pria, wanita dan anak-anak, kebanyakan foto tersebut adalah selfie.

Di Inggris, sebuah survei untuk Samsung menemukan bahwa 17 persen laki-laki dan 10 persen perempuan, mengambil selfies karena mereka menikmati ketampanan atau kecantikan diri mereka sendiri.

“Saya pikir ‘Selfie’ adalah istilah sayang untuk diri sendiri, sebuah cara,” kata Sarah Kennel, kurator fotografi di National Gallery of Art di Washington. “Itu mencerminkan semacam narsisisme dalam budaya kita,” katanya kepada AFP.

Pada beberapa perdebatan di dunia maya, selfie adalah dekadensi untuk era yang sama sekali dekaden. Kennel mengatakan potret diri setua fotografi itu sendiri.

National Portrait Gallery di London baru saja mengangkat tema selfie dalam diskusi panel pada 16 Januari yang berjudul “The Curated Ego: What Makes a Good Selfie?”

Dalam acara tersebut, penyelenggara mengidentifikasi Grand Duchess Anastasia dari Rusia sebagai salah satu remaja pertama yang mengambil selfie pada 1914, ketika dia berusia 13 tahun. Sayangnya, dia tidak punya akun Facebook atau Twitter untuk berbagi.

Tags : slide