Site icon nuga.co

Ngecas Smartphone Cuma Lewat Usap Jari

Teknologi mengecas smartphone sejauh ini sudah cukup canggih, ambil contoh hadirnya metode wireless charging di mana pengguna sudah bisa mengisi daya secara nirkabel.

Namun, sepertinya hal tersebut belum memuaskan, karena di masa depan, kita kemungkinan tidak akan butuh sumber listrik untuk mengecas.

Menurut informasi yang dilansir International Business Times, para peneliti dari University Buffalo yang menggandeng Chinese Academy of Science, kini sedang mengembangkan teknologi inovatif berupa “Triboelectric Charging”.

Teknologi tersebut memungkinkan manusia hanya perlu mengisi daya smartphone  hanya dengan mengusap tangan.

Caranya juga sangat mudah, Hanya butuh tab metal dan sebuah pergerakan tubuh seperti mengusap jari untuk mengecas daya smartphone.

Jika mungkin kamu ingat, triboelektrik dikenal sebagai efek yang membuat material tertentu bermuatan listrik setelah bersentuhan dengan material yang lain lalu dipisahkan.

Contoh mudahnya sisir yang di gosok-gosokkan ke rambut akan bisa menarik kertas, atau kaca yang digosokkan ke bulu wol bisa memiliki muatan listrik.

Dengan membawa teori triboelektrik efek tadi, muatan listrik yang seringkali terbuang bisa ditransformasikan untuk energi listrik yang bisa mengecas smartphone.

Cara kerjanya, periset membuat prototip fungsional dengan material bernama polydimethylsiloxane, polimer berbasis silikon yang biasa digunakan pada lensa kontak. Material ini dijepitkan di antara dua emas tipis.

Hal ini membuat ketika salah satu lapisan emas digosokkan, ia akan teraplikasikan antara emas dan polimer.

Hal tersebut membuat elektron akan mengalir bolak-balik antara lapisan emas. Semakin banyak gesekan, semakin besar jumlah tenaga yang dihasilkan.

Hal ini sangat aplikatif untuk smartphone. Pasalnya menurut studi yang dihelat Quartz Index, pengguna rata-rata smartphone Amerika Serikat membuka, mengetuk, menggesek atau mengklik layar di smartphone mereka setidaknya 2.617 kali dalam sehari.

Tentu akan sangat bagus jika hal ini dapat diubah jadi energi untuk mengisi daya.

Di zaman dengan perkembangan inovasi teknologi yang sangat pesat seperti sekarang, kehidupan manusia tidak pernah terpisahkan dengan yang namanya teknologi, termasuk teknologi yang paling dibutuhkan oleh setiap orang, yaitu smartphone.

Setiap jam, tanpa kenal waktu kita selalu memanfaatkan smartphone untuk menunjang produktivitas, memanfaatkan media sosial, atau sekadar membunuh waktu dengan bermain gim.

Semua aktivitas yang disebutkan di atas tentu sangat menguras daya smartphone. Karena itu, smartphone seharusnya diisi daya secara rutin.

Perlu diingat, pengisian daya smartphone harus dilakukan dengan hati-hati. Kamu tidak bisa begitu saja mengisi daya smartphone dalam waktu bersamaan saat menggunakannya untuk keperluan lain.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat mengisi daya smartphone agar membantu proses pengisian lebih lancar tanpa adanya kendala.

Dengan mengecas smartphone semalaman, maka baterai smartphone kamu bisa kelebihan kapasitas. Hal berisiko ini bisa berpotensi menimbulkan panas dan ledakan.

Sebaiknya, isi daya smartphone di tempat yang keras seperti meja atau lantai. Sebab, panas yang dihasilkan ketika sedang mengisi daya akan semakin bertambah ketika berada di tempat yang empuk seperti bantal.

Hasil output dari charger bajakan biasanya tak sesuai dengan apa yang tertulis di depannya. Misalnya, tertulis output 2A tetapi aslinya bisa dibawah 2A.

Sering gonta-ganti charger adalah hal yang sering kita lakukan. Sebetulnya, hal tersebut tidak baik untuk port smartphone. Pasalnya, bisa terjadi gesekan yang tidak sesuai yang akan menyebabkan port menjadi ‘aus’.

Setiap baterai memiliki batasan charge cycle atau maksimal berapa kali charge hingga performanya menurun. Jika kamu menggunakan smartphone hingga baterainya nol persen, kemungkinan besar ini akan menurunkan performanya.

Exit mobile version