close
Nuga Tekno

Fitur Twitter Sembunyikan Balasan Tweet

Twitter tengah menguji coba sebuah fitur yang memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan balasan orang lain atas tweet mereka.

Jejaring sosial microblogging ini menyebut, uji coba dilakukan di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Meski disembunyikan, cuitan balasan itu bisa dilihat oleh siapa pun yang ingin membacanya.

Mengutip Phone Arena,  opsi ini akan muncul pada tweet original alias tweet induk, hanya jika ada balasan tersembunyi untuk diakses. Pembuat asli tweet yang memutuskan untuk menyembunyikan balasan kapan saja.

Untuk menyembunyikan balasan, pembuat cuitan bisa mengetap ikon V yang ditemukan pada bagian balasan. Mereka kemudian bisa memilih opsi sembunyikan balasan dan mengkonfirmasi.

Untuk melihat balasan yang telah disembunyikan, pembuat tweet bisa mengetap ikon balasan disembunyikan yang ada di kanan bawah cuitan induk.

Jika akun lain yang membalas cuitan tersembunyi, cuitan yang tersembunyi itu akan digantikan dengan pemberitahuan bahwa tweet tidak tersedia.

Twitter menyebut, saat ini uji coba dilakukan baik di aplikasi Twitter for Android dan Twitter for iOS, juga di Twitter.com.

Pengujian fitur sembunyikan balasan ini akan berlangsung selama beberapa minggu. Menariknya, setelah menjalankan tes fitur ini di Kanada, pengguna Twitter menyebut mereka lebih memilih untuk mempertimbangkan bagaimana mereka menanggapi cuitan setelah menyembunyikan jawaban.

Twitter mengatakan, dua puluh tujuh persen penggunanya memakai fitur ini selama pengujian. Oleh karena itu, menurut Twitter, mereka akan mempertimbangkan kembali bagaimana mereka menanggapi orang lain di Twitter pada masa depan.

Para pengguna yang mengunggah tweet mengatakan, alasan mereka menyembunyikan balasan karena “dianggap tidak relevan, kasar, atau tidak dapat dipahami.”

Beberapa orang menyebut, menyembunyikan tweet balasan dapat membuat kebingungan atau frustasi.

Mereka yang memutuskan mmenyembunyikan balasan akan ditanya oleh Twitter, apakah ingin memblokir akun yang membalas tweet atau tidak.

Memblokir akun dianggap dapat mengurangi ketegangan pada situs media sosial tersebut.

Selain itu Twitter akan menghadirjan fitur lainnya seperti tombol edit ciutan

Tombol edit ini bukanlah untuk mengubah isi cuitan yang telah diunggah kemarin atau beberapa bulan sebelumnya di platform Twitter.

Dengan kata lain, Twitter mungkin saja akan memperbolehkan penggunanya untuk memperbaiki cuitan karena typo, segera setelah cuitan diunggah dan bukan karena ingin mengganti cuitan.

Pasalnya, para pengguna tidak bisa lepas dari typo saat mengetik dan mereka juga ingin memperbaikinya.

Perusahaan pun sampai saat ini belum menghadirkan opsi tombol edit lantaran mereka mengecam, tombol ini bisa memungkinkan seseorang untuk meng-edit cuitan yang lama, dan mengubah arti pesan yang telah dicuitkan.

Dorsey ingin mewaspadai kondisi pembelokan fakta. Misalnya, saat sebuah cuitan yang telah diunggah mendapat banyak retweet (karena orang setuju dengan cuitan itu).

Namun karena ada satu atau tujuan lain, isi cuitan diubah, padahal pengguna lain (yang setuju dengan cuitan sebelumnya) tak setuju dengan cuitan baru tersebut.

“Hal tersebutlah yang coba kami hindari (dengan adanya tombol edit),” kata Dorsey.

Dan ini pernyataan lengkap Jack Dorsey tentang belum munculnya tombol edit di platform Twitter:

“Kami telah mempertimbangkan kehadiran tombol edit cukup lama, kami ingin menghadirkannya dengan cara yang baik. Kami tidak ingin buru-buru meluncurkannya, kami perlu memastikan dulu. Itu alasan pertama dan utama. Kemudian, kami tidak bisa membuat sesuatu yang menyimpang jauh dari apa yang terekam oleh publik,” kata Jack Dorsey.

Jack Dorsey juga mencoba merenungkan cara untuk membuat fungsi pengeditan bisa memuaskan pengguna dan eksekutif Twitter.

Terlebih saat ini, di jejaring sosial Twitter masih cukup marak adanya berita palsu, wacana politik yang sengit, dan berbagai retorika yang membuat adanya perbeda