Site icon nuga.co

Firefox Ganti Mesin Pencari dengan Google

Firefox mulai hari ini mengganti mesin pencarinya dari Yahoo ke Google. Penggantian ini  merupakan bagian dari pembatalan kontrak Mozilla dengan Yahoo menyebabkan perusahaan pembuat browser Firefox ini kena pinalti.

Seperti ditulis laman “digital trends,” hari ini, Kamis 23 November, pembaruan browser Firefox itu menandai batalnya kerja sama antara Mozilla dan Yahoo.

Pasalnya, dalam browser tersebut, Mozilla tidak lagi memilih Yahoo sebagai mesin pencari utamanya, dan beralih ke Google.

Penggantian ini dibenarkan oleh Direktur Bisnis Mozilla, Denelle Dixon.

Menurutya, langkah yang diambil Mozilla menggunakan mesin pencari Google sebagai mesin pencari utama di peramban barunya, Firefox Quantum adalah untuk memberikan layanan lebih baik pada pengguna.

“Kami memutuskan untuk mengakhiri kesepakatan kami dengan Yahoo berdasarkan sejumlah faktor, termasuk demi memberi yang terbaik untuk brand kami,” ujar Dixon

“Kami berupaya memberikan penelusuran web yang berkualitas, dan konten yang lebih luas bagi pengguna. Kami yakin masih ada celah untuk menjalin kerja sama di luar mesih pencari,” tambah Dixon.

Pada tiga tahun lalu Mozilla dan Yahoo menandatangani kesepakatan yang mewajibkan perusahaan pembuat browser Firefox itu menjadikan Yahoo sebagai mesin pencari default di browser-nya.

Disebutkan dalam perjanjian tersebut, Mozilla terikat dengan Yahoo hingga 2019. Namun Mozilla membatalkan kesepakatan tersebut secara sepihak hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Pembatalan kontrak ini tentu saja menyebabkan Mozilla kena pinalti.

Seperti yang tertera pada kontrak, Mozilla tetap harus membayar tiga ratus tujuh puluh lima juta dollar  per tahunnya hingga dua tahun kedepan karena meninggalkan Yahoo.

Secara historis, mesin pencari merupakan pendorong pendapatan utama Mozilla. Sebelum bekerjasama dengan Yahoo, Mozilla pernah menjalin kerja sama dengan Google.

Sebelum pembatalan ini Mozilla telah memperbarui peramban Firefox buatannya dengan teknologi baru.

Salah satunya adalah adanya sistem yang membuat peramban tersebut tidak mudah crash saat membuka halaman sebuah situs.

Pembaruan tersebut berupa sistem hasil pengembangan Project Quantum Compositor Process yang dikerjakan oleh tim Mozilla dan disematkan dalam Firefox versi anyar

Pengembangan yang dilakukan Mozilla berkutat pada software compositor dalam browser. Software tersebut berguna untuk mengubah elemen-elemen halaman situs menjadi sebuah gambar tunggal.

Nah, pada Firefox versi anyar ini untuk Windows, Mozilla memodifikasi agar compositor bisa bekerja terpisah dari program utama peramban.

Dengan cara demikian, ketika compositor mengalami masalah dan crash, peramban masih bisa tetap bekerja. Compositor itu pun bisa dinyalakan ulang dengan mudah.

Pemisahan software compositor tersebut hanya ada di sistem operasi Windows saja. Sedangkan pengguna Mac sama sekali tidak memerlukannya karena pemrosesan grafisnya sudah stabil.

Selain itu ada juga pembaruan tema dark dan light versi compact yang mengubah tampilan peramban menjadi lebih ringkas serta memperluas bidang untuk menampilkan halaman sebuah situs.

Ada juga WebExtention yang membuat pengguna bisa memasang add-ons atau alikasi tambahan sesuai kebutuhan. Misalnya memasang alat pemblokir iklan atau laporan cuaca di peramban.

Kemudian pengguna Firefox anyar itu kini sudah memiliki satu tombol untuk menghapus segala informasi yang disimpan oleh peramban. Informasi yang dimaksud misalnya cache, cookies, atau lainnya.

Tapi selain pembaruan tersebut, Firefox  juga membawa kabar buruk.

Pasalnya ini merupakan pembaruan terakhir untuk sistem operasnya

Kini posisi peramban Firefox  semakin kuat.

Tahun lalu, untuk pertama kalinya, Firefox mampu melengserkan posisi gabungan Edge dan Internet Explorer.

Per April 2016, marketshare Edge dan Internet Explorer hanya menghasilkan lima koma tiga persen dari keseluruhan akses masyarakat maya ke browser internet.

Sementara itu, Firefox unggul tipis dengan mengantungi  lima koma enam persen pangsa pasar,

Firefox dan Edge maupun Internet Explorer bersaing ketat memperebutkan posisi nomor dua.

Di atas mereka, peramban Chrome buatan Google sudah memapankan posisi sebagai juara.

Chrome sulit terkalahkan

Di bulan-bulan sebelumnya, peramban tersebut juga unggul .

Sementara itu, pada posisi keempat peramban lainnya semisal Apple Safari dan Opera masih belum mengalami peningkatan apapun.

Menurut analis StatCounter, kekalahan Microsoft pada April ini bersumbu pada Internet Explorer yang diabaikan.

Sementara itu, Edge belum bisa diandalkan sepenuhnya karena hanya tersedia bagi pengguna Windows 10.

Exit mobile version