Site icon nuga.co

Ada “Fomo” di Threads

Heboh twitter di ujung pekan pertama bulan ini bak banjir bandang. Heboh kehadiran aplikasi baru dengan nama “threads”.

Threads  mampu mencuri perhatian pengguna twitter. Aplikasi threads dalam tiga hari terkahir menjadi trending topik masyarakat. Utamanya pengguna twitter.

Bahkan, kini aplikasi threads telah mencapai sepuluh juta lebih unduhan berdasarkan data google playstore. Dan telah mendapatkan ulasan tentang kualitasnya

Kehadiran threads sendiri ‘lumayan’ sebagai hiburan dalam rangka menyiasati aplikasi twitter yang sepertinya dianggap tidak lagi se-menyenangkan

Threads menyediakan status otomatis yang memungkinkan pengguna membagikan aktivitas mereka secara real-time.

Status-status ini terhubung langsung dengan sensor pada perangkat pengguna, seperti lokasi, kecepatan, atau level baterai, yang dapat memberi tahu teman-teman mereka apa yang sedang mereka lakukan

Untuk Anda tahu, threads merupakan aplikasi buatan meta. Ia dopersonafikasikan mirip twitter.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna berbagi postingan berupa teks hingga lima ratus  karakter, serta berbagi foto dan video dengan durasi hingga lima menit dalam format vertikal.

Sebagai gambaran lanjutan thread merupakan unit dasar dari penggunaan cpu, yang terdiri dari thread_id, program counter, register set, dan stack.

Sebuah thread berbagi code section, data section, dan sumber daya sistem operasi dengan thread lain yang dimiliki oleh proses yang sama. Thread juga sering disebut lightweight process.

Lantas apa keuntungan kita memakai trheads? Keuntungan didapat dari multithreaded.

Meliputi peningkatan respon dari user, pembagian sumber daya proses, ekonomis, dan kemampuan untuk mengambil keuntungan dari arsitektur multiprosesor.

Perlu juga dijelaskan threads asalah platform media sosial dan layanan jejaring yang berpusat di united state yang dimiliki dan dioperasikan oleh meta platform

Aplikasi ini menawarkan pengguna untuk memposting dan berbagi teks, gambar, dan video, serta berinteraksi dengan postingan pengguna lain melalui balasan, repost, dan like.

Profil pada threads terhubung ke akun instagram mengharuskan pengguna memiliki nama pengguna yang sama di kedua layanan tersebut

Aplikasi ini tersedia di ios dan android dengan fungsionalitas penuh dan di web dengan fungsionalitas terbatas, yang akan segera diluncurkan.

Usai twitter di ambil elon musk  setahun silam, karyawan meta mengeksplorasi konsep untuk memperkenalkan fungsionalitas berbasis teks ke instagram.

Fitur ini, yang dikenal sebagai instagran notes, diluncurkan pada di penghujung tahun lalu

Perusahaan kemudian mulai mengembangkan aplikasi terpisah yang berfokus pada postingan berbasis teks. Pengembangan pada threads—secara internal dikenal sebagai “project sembilan dua”

Dmulai pada bulan pertama tahun ini dengan platform secara resmi diluncurkan pada di pertengahan pekan juli lalu

Threads langsung  tersedia di seratys negara. termasuk Indonesia. Untuk kawasan uni eropa  peluncurannya  tertunda karena menunggu kejelasan peraturan  komisi eropa.

Komisi ini memiliki  kebijakan pengumpulan data pada layanan ini.

Aplikasi ini mendapatkan seratus juta pengguna dalam lima hari pertama, melampaui rekor yang sebelumnya dibuat oleh chatgpt.

Khusus kaitannya dengan aplikasi twitter, threads ini mengunggah kesamaan. Sebagaimana Anda tahu, apalikasi twitter, sudah ada sejak maret tujuh belas tahun lalu yang diprakarsai oleh Jack Dorsey dan rekannya.

Di tahun dua ribu sembilan belas, angka pengguna twitter aktif sudah mencapai  tiga ratus dua puluh satu jutaf.

Tampilan twitter yang simple layaknya seperti fitur shor massage sent sehingga aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi favorit pada jamannya hingga sekarang.

Namun, justru twitter di era ini sejak Elon Musk, justru performanya tidak sebagus sebelum dibeli oleh orang kaya sejagad itu

Elon Musk mengakui pendapatan twitter mengalami penurunan. Netizen pun sepakat bahwa beberapa aturan yang dibuat oleh Elon Musk justru kesannya “makin aneh dan ribet”.

Beberapa aturan yang memang tidak masuk diakal misalnya, pengguna twitter yang terverifikasi harus membayar ke-eksklusifannya tersebut secara berkala, kini pengguna dapat membeli simbol terveckerberg rifikasi

Sehingga simbol tersebut kehilangan keeklusifannya, pembatasan jumlah cuitan yang dibaca, dan beberapa penambahan dan pengurangan tampilan di aplikasi twitter.

Pengguna twitter pun merasa sangat aneh dengan apa yang dilakukan oleh Elon Musk. Pengguna semakin makin terbatas akses

Mereka acapkali membandingan aplikasi itu saat sebelum dan sesudag elon masuk.

Di tengah kisruhnya antara Elon dan netizen twitter, Mark Zu diam-diam mengambil kesempatan dengan menghadirkan aplikasi “thereads” Aplikasi ini sedang heboh dan viral di jejaring internet.

Threads adalah aplikasi terbaru dari Meta yang masih terhubung dengan Instagram, dengan nama “Threads, an Instagram app”.

Threads adalah aplikasi media sosial baru yang dirilis oleh instagram dengan fitur dan fungsi yang mirip seperti twitter, lantaran media sosial ini berbasis teks atau  deikenal dengan text-based.

Aplikasi ini  memungkinkan pengguna untuk membagikan unggahan dalam bentuk text seperti halnya aplikasi twitter.

Threads, memang memiliki desain yang mirip dengan twitter sehingga tidak dapat dipungkir aplikasi ini  dianggap sebagai pukulan dari Mark untuk Elon Musk

Beberapa netizen tampak sudah merasa tidak nyaman dengan kebijakan baru twitter yang justru membebanai mereka.

Ada sebuah febomena baru yang terjadi dengan kasus  ini. Dinamakan dengan fenomena fomo. Febomena hijrahnya user twitter ke aplikasi trheads

Fenomena ini makin heboh bersamaan dengan membludaknya warga twitter ke threads. Mmenujukan adanya mobilsasi tersendiri.

Mobilisasi yang dilakukan secara bersamaan dengan motif yang sama. Motif yang dimaksud diprakarsai selain karena sudah “malas” dengan twitter juga disebabkan karena fenomena “ikut-ikutan” belaka dari netizen twitter.

Singkatnya, kini disebut dengan fear of missing out atau di ringkat dengan fomo

Fomo adalah perasaan takut tertinggal atas trend yang ada dan perasaan takut tidak mengikuti segala sesuatu tertentu sepeti berita, trend baru dan lainnya.

Rasa takut ketinggalan ini mengacu pada perasaan atau persepsi bahwa orang lain bersenang-senang, menjalani kehidupan yang lebih baik, atau mengalami hal-hal yang lebih baik.

Viralnya mobilisasi dari twitter ke threads juga sejatinya memunculkan perasaan takut tertinggal dengan trend yang ada sehingga mereka turut ikut serta untuk menggunakan threads juga.

Fenomena ikut-ikutan ini, memang sudah terjadi sejak dulu, manakala momen viral yang dialami seperti viralnya Threads misalnya.

Sehingga, hijrahnya pengguna  twitter ke threads diikuti oleh ratusan bahkan ribuan pengguna.

 

Exit mobile version