close
Nuga Sport

Valentino Rossi Belum Nyerah Raih Podium

MotoGP musim ini akan memasuki seri kesepuluh di sirkuit Brno, Republik Ceko. Ini adalah seri pertama setelah gelaran MotoGP sempat jeda selama tiga pekan.

Sirkuit sepanjang lima koma empat kilometer ini boleh jadi sirkuit yang cukup ramah bagi pembalap Monster Yamaha, Valentino Rossi. Tercatat, ia menjadi pembalap yang paling sering menang yakni lima kali.

Rossi pun diyakini akan mengambil momentum bangkit setelah belum juga meraih podium pertama di MotoGP musim ini. Ya, prestasi tertinggi The Doctor sejauh ini hanya dua kali meraih podium kedua masing-masing di Argentina dan Amerika Serikat.

Namun demikian, ambisi Rossi meraih podium pertama di Ceko sepertinya tak akan mudah terwujud. Pasalnya, Marc Marquez yang saat ini masih memuncaki klasemen tentu juga ingin juara.

Laju pembalap Repsol Honda ini masih mulus dan hanya sekali gagal mengahiri balapan. Sisanya, Marquez meraih lima kali podium pertama, dan tiga kali podium kedua.

Selain duel Rossi dan Marquez, kiprah pembalap Suzuki, Alex Rins juga patut ditunggu. Rins menjadi kejutan di musim ini setelah mendobrak dominasi trio Marquez, Rossi, dan Andrea Dovizioso.

Rossi belum menyerah meski terus gagal meraih podium pertama di MotoGP . Pembalap tim Monster Energy Yamaha ini masih merasa cukup bugar meski telah berusia gaek itu.

‘Tentu saja saya tak suka, tetapi itu terjadi salam tahapan lain dalam karier saya dan saya bisa kembali,” ujar Rossi seperti dilansir Crash.

Seperti diketahui, Rossi sama sekali belum meraih podium pertama meski balapan MotoGP musom ini telah berlangsung sembilan seri. Prestasi tertinggi Rossi di musim ini hanya dua kali meraih podium kedua di Argentina dan Amerika Serikat.

Alih-alih perbaikan, Rossi malah sempat hattrick gagal podium sebelum finis di peringkat ke-8 pada MotoGP Sachsenring, Jerman dua pekan lalu. Rentetan hasil buruk ini membuat Rossi tercecer di peringkat ke-6 klasemen.

Rossi mengatakan, ia dan tim masih optimistis untuk bangkit di sisa musim ini. Namun ia mengakui, situasinya sangat sulit.

“Saya pikir kami bisa mengerti dan pulih. Tetapi ini situasi sulit karena saya berharap bisa tampil prima di MotoGP Sachsenring. Kenyataannya, tidak,” ujar Rossi.

Rossi mengatakan, masalah yang dialaminya murni teknis. Ia pun membantah jika dianggap telah kehilangan motivasi untuk membalap.

“Terang saja saya tidak berpikir bahwa saya menyerah atau saya tidak berkonsentrasi atau tidak termotivasi untuk balapan di akhir pekan,” ujar Rossi.

“Jadi, tidak ada alasan mengapa saya tahun ini dua puluh detik lebih lambat daripada tahun lalu,” kata Rossi mengakhiri.

Mantan teknisi MotoGP Juan Martinez menyebut Valentino Rossi masih memiliki kecepatan dan keberanian untuk menjadi juara dunia, namun sudah tidak memiliki lagi dorongan bawah sadar karena usia.

Memasuki usia gaek Rossi menjadi pebalap tertua di MotoGP. Setelah satu dekade menjadi juara dunia, pebalap tim Yamaha itu masih mengincar gelar juara dunia kedelapan di ajang balap motor kelas utama.

Untuk sementara dalam klasemen MotoGP 2019, Rossi kehilangan daya saing. The Doctor berada di peringkat keenam dengan nilai 80 dan tercatat tiga kali gagal finis.

Menurut Martinez, Rossi masih memiliki kemampuan bersaing di barisan terdepan. Tetapi ada faktor yang tidak bisa dilawan pebalap asal Italia tersebut.

“Sulit untuk mengatakan apa yang salah dengan Valentino saat ini. Satu-satunya hal yang terjadi adalah waktu berlalu untuk semua orang. Seharusnya ini tidak mengurangi apa yang sudah ia lakukan,” kata Martinez dikutip dari Marca.

“Untuk menjadi juara dunia dibutuhkan kecepatan, keberanian, dan kadang-kadang bahkan alam bawah sadar, jelas semuanya terkait dengan bakat. Jika Anda termakan usia itu akan memengaruhi ketidaksadaran, dan pada waktu-waktu tertentu, itu membuat batasan pada diri Anda,” paparnya.

Martinez tidak menyalahkan pilihan Rossi terus membalap dan bersaing dengan pebalap-pebalap yang jauh lebih muda dan malah justru memberi penilaian positif.

“Kita harus mengapresiasi apa yang telah Valentino beri kepada kita, ini adalah hidup dan Anda tidak bisa melawannya. Akan menyenangkan jika dia berada di usia yang sepantar dengan yang lainnya, bagi olahraga kita ini akan fantastis.”

“Tetapi saya percaya baginya kita mulai mendekat pada akhir bukan awal,” jelas Martinez.

Sebelumnya, Valentino Rossi, mengungkit kejayaan masa lalu usai terpuruk di paruh musim ini .

Di musim ini Rossi belum mampu menjadi pemenang dalam sembilan seri yang digelar. Catatan itu menambah panjang puasa kemenangan Rossi usai terakhir kali diraih di MotoGP Belanda  dua tahun lalu.

Pada paruh pertama musim ini, Rossi sempat tampil apik di seri-seri awal dengan dua kali naik podium. Tetapi setelah itu performa Rossi jeblok, bahkan gagal finis di MotoGP Italia, Catalonia, dan Belanda.

Di MotoGP Jerman yang menjadi penutup jeda Rossi harus puas finis di posisi delapan. Hasil itu membuat pebalap gaek tersebut berada di peringkat keenam klasemen sementara MotoGP musim ini dengan  delapan poin dan makin tertinggal dari Marc Marquez.

“Tentu saja saya tidak suka [kekalahan beruntun], tetapi saya pernah mengalami itu dalam karier saya, dan saya bisa kembali,” kata Rossi.

Meski terpuruk di musim ini, Rossi tidak menganggap hasil tersebut buruk. Rossi juga masih bisa membanggakan catatan kemenangannya di level elite,

Tags : slide