Site icon nuga.co

Marquez Sebut Lorenzo Pembalap Aneh

Rekan satu tim Jorge Lorenzo di Repsol Honda Marc Marquez tak mengerti mengapa Jorge Lorenzo masih kesulitan dalam dua balapan t di Qatar dan Argentina,

Lorenzo hanya mampu finis di barisan tengah.

Lorenzo diprediksi masih merasakan efek dari cedera yang dialaminya di MotoGP Qatar.

Pembalap asal spanyol itu juga menjaga agar tidak jatuh di Argentina agar bisa fit d balapan MotoGP berikutnya.

Lambatnya start Lorenzo di MotoGP bersama Honda seakan mengalami apa yang dialaminya selama dua musim di duati. Meski tujuh poin yang dimilikinya saat ini masih lebih baik ketimbang dua musim lalu

Marquez mengaku Honda Repsol tak menyangka Lorenzo bakal menjalani balapan yang sulit. Marquez tak bisa memprediksi kapan Lorenzo akan kembali ke pembalap papan atas.

Padahal di awal musim, duet Maquez dan Lorenzo dinilai cukup menakutkan. duet ini dianggap sebagai tim impian.

Marquez menilai Lorenzo tipikal pembalap yang hati-hati. Dia selalu ingin mencari detail.

“Faktanya Lorenzo itu pembalap yang sangat aneh. Dia sangat hati-hati dan detail. Dia senang segalanya berjalan benar, dan saat itu terjadi dia tampil sangat cepat,” kata Lorenzo seperti dikutip Motorsport.

“Dia sudah buktikan bisa kencang. Kalau dia kencang di semua sirkuit, dia akan bersaing raih gelar, itu bakal lebih sulit. Saya yakin dia akan cepat.”

Meski yakin, Marquez mengaku tak tahu kapan itu bakal terjadi. Dia mengakui fase belajar Lorenzo ternyata lebih lama dari yang diperkirakan.

Bos Honda, Alberto Puig meyakini, periode pertama musim bakal jadi momen bagi Lorenzo untuk pahami motor Honda. Ini evaluasi hasil di dua laga awal.

“Kami berharap saat dia sudah terbiasa dengan motor, dia akan bersaing memperebutkan posisi atas,” ujar Puig.

Dalam kesempatan lainnya,  Marquez yakin rekan setimnya, Jorge Lorenzo segera bangkit. Sejak pindah ke Honda, Lorenzo belum juga menunjukkan tajinya dalam dua seri awal MotoGP

Marquez mengatakan, Lorenzo berusaha sangat keras untuk beradaptasi dengan Honda. Meski beum seratus persen, Marquez yakin Lorenzo sudah melaju cepat bersama tunggangan barunya.

“Dia telah membuktikan bahwa dia cepat. Jika dia bisa sangat cepat di setiap sirkuit untuk bersaing demi gelar juara, itu akan lebih menyulitkan. Tetapi saya yakin dia akan cepat,” kata Marquez seperti dilansir Motorsport.

Lorenzo pindah dari Ducati ke Repsol Honda mulai MotoGP musim ini. Ia menggantikan tempat Dani Pedrosa yang memutuskan pensiun.

Sayangnya, proses adaptasi Lorenzo terganggu masalah cedera. Pembalap berjuluk X Fuera ini beberapa kali mengaku kondisinya belum 100 persen.

Marquez mengatakan, Lorenzo merupakan pembalap yang sangat teliti. Ia menilai, rekannya tersebut selalu memperhatikan detail motor yang dikendarai.

“Dia suka menempatkan semuanya dengan sesuai dan ketika ini terjadi. Dia sangat cepat,” ujar Marquez mengakhiri.

Peruntungan  Lorenzo bersama Repsol Honda pada MotoGP  musim ini memang belum membaik. Masih adaptasi, pembalap asal Spanyol itu hingga kini gagal unjuk gigi.

Alhasil, Jorge Lorenzo baru membukukan tujuh poin dan terpuruk di posisi ke-14 klasemen sementara.

Jorge Lorenzo mengakui sempat mendapatkan cedera seusai mengakhiri seri Qatar pada 10 Maret 2019. Masalah tersebut yang membuat rider ini tidak maksimal di seri Argentina,

Rekan setim Jorge Lorenzo, Marc Marquez menyatakan, timnya tidak mengantisipasi adaptasi lambat rekannya di awal musim.

“Jorge Lorenzo adalah pembalap yang sangat aneh. Dia sangat teliti, selalu merinci lebih dalam. Dia suka menguasai semuanya. Dan ketika itu terjadi, dia sangat cepat,” ujar Marcquez disadur dari Motorsport.

“Dia sudah membuktikan bahwa dia pembalap cepat. Jika dia dituntut selalu cepat di setiap sirkuit, itu akan lebih sulit. Kapan ini (adaptasi) akan lebih mudah? Saya tidak tahu. Saya pikir, dia sangat kuat sekarang. ”

“Tetapi, pada saat ini, proses belajar Jorge Lorenzo lebih sulit daripada yang diharapkan Honda,” kata Marquez.

Penampilan Jorge Lorenzo memang tengah menurun. Ketika menjadi rider Ducati pada tahun lalu, mantan pembalap Yamaha itu hanya bertengger di posisi kesembilan pada klasemen akhir MotoGP.

Exit mobile version