Site icon nuga.co

Mantan Manajer Marah Rossi Disepelekan

Mantan manajer Valentino Rossi, Carlo Pernat, kesal kemampuan The Doctor mulai diragukan jelang balapan MotoGP Ceko di Sirkuit Brno

Masa depan Rossi dalam beberapa pekan terakhir dipertanyakan.

Sejumlah pihak memprediksi pebalap 40 tahun itu akan segera pensiun setelah menutup paruh musim MotoGP musim ini dengan terpuruk. Terlebih Rossi sudah tidak pernah meraih kemenangan di MotoGP sejak dua musim lalu.

Direktur Tim Yamaha Monster Energy, Lin Jarvis, bahkan sempat mengatakan Rossi sudah bukan masa depan Yamaha. Yamaha, dikatakan Jarvis, sudah tidak terlalu bergantung kepada kemampuan Rossi.

“Dengan segala hormat kepadanya, masa depan Yamaha di MotoGP tidak lagi berjalan dengan Rossi. Dia bisa berada di sini dan bersaing untuk satu, dua, atau tiga tahun, tapi tingkat ketergantungan kami kepadanya telah berubah,” ujar Jarvis seperti dikutip dari Marca.

Pernyataan Jarvis membuat Pernat kesal. Pernat yakin Yamaha masih akan bergantung dengan sosok Rossi meski The Doctor nantinya sudah pensiun.

“Saya mendengar banyak pernyataan belakangan ini, dan beberapa di antaranya membuat saya terkejut. Contohnya, saya tidak menyangka pernyataan seperti itu dari Jarvis,” ujar Pernat dikutip dari GP One.

“Bagus bagi Yamaha mempersiapkan diri jika Rossi pensiun, tapi Rossi masih menjadi simbol Yamaha. Beberapa pernyataan Jarvis terdengar tidak bagus,” ujar Pernat.

Meski sedang terpuruk di MotoGP, Rossi dianggap Pernat masih memiliki kemampuan untuk meraih kemenangan. Pernat mengatakan Rossi masih lapar merebut kemenangan.

“Rumor pensiun sangat lucu. Rossi masih berlatih, setiap hari. Dia ingin membalap, dan beberapa bulan lalu dia mendapatkan podium. Dia tidak bisa mengubah banyak hal dalam periode yang singkat,” ucap Pernat.

Sementara itu, kabar  pensiunnya legenda MotoGP, Valentino Rossi bukan kali pertama berdengung. Pembalap Monster Energy Yamaha itu santer dikabarkan akan gantung helm menyusul performa buruk di paruh pertama perhelatan MotoGP .

Dari sembilan seri yang telah dilewati, The Doctor hanya dua kali naik podium, yakni finis kedua di Argentina dan posisi ketiga di Amerika Serikat.  Ia gagal finis pada tiga balapan terakhir di Italia, Catalunya, dan Belanda.

Imbasnya, rider berusia gaek itu tercecer di posisi keenam klasemen sementara MotoGP  dengan raihan delapan puluh poin. Spekulasi The Doctor akan pensiun menguat seiring pernyataan Managing Director Yamaha Motor Racing, Lin Jarvis.

Jarvis mengklaim tak akan lagi menjadikan Rossi sebagai sentra proyek masa depan Yamaha. Ia juga mengatakan timnya sudah siap menyongsong masa pensiun Rossi.

Namun legenda MotoGP, Carlo Pernat, punya pandangan berbeda perihal masa depan Valentino Rossi.

Melansir GPOne, pengamat MotoGP, Carlo Pernat yakin Rossi akan kembali menunjukkan taringnya musim depan.

Pernat tahu Rossi masih begitu bersemangat mengikuti setiap proses latihan demi mendapatkan kembali performa terbaiknya.

“Dia tak mungkin pensiun. Valentino terus berlatih setiap hari. Dia masih ingin membalap. Dia hanya butuh waktu,” ujar Pernat.

“Tahun ini mungkin musim yang buruk, tapi saya percaya Rossi bisa mengatasinya. Saya bertaruh, dia juga membidik podium MotoGP musim depan,” tambahnya.

Carlo Pernat juga mengatakan Yamaha juga turut andil dalam fase buruk Valentino Rossi musim ini.

Menurut Pernat, kinerja Silvano Galbusera yang merupakan kepada teknis di Yamaha tidak cocok dengan gaya memebalap The Doctor.

Pernat juga menyatakan kondisi motor Rossi berbeda dengan rekan setimnya, Maverick Vinales maupun milik pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo.

“Saya pikir, manajer teknis Yamaha, Galbusera, bukan orang yang tepat untuk The Doctor saat ini,” kata Pernat.

“Motor Rossi juga sedikit berbeda dan tidak sebaik rekan satu timnya,” tandasnya.

Exit mobile version