Site icon nuga.co

Lorenzo Berburu Angka di Lima Seri MottoGP

Jorge Lorenzo dan Marc Marquez bersalaman usai balapan MotoGP San Marino di Sirkuit Misano, Minggu malam WIB. Kedua kini terpaut 34 angka untuk menjuarai balapan motor gede musim 2013 ini

Perburuan Lorenzo untuk melampaui perolehan angka pebalap Honda Repsol, Marc Marquez akan terus berlangsung di lima seri MotoGP berikutnya, usai kemenanga “rider” Yahama Racing itu menjuarai seri San Marino, Minggu malam, 16 September 2013. Jorge Lorenzo, hingga seri Misano, masih berjarak 34 angka dari Marc Marquez, yang berada di puncak klasemen.

Lorenzo, seperti diberitakan “Crashnet,” akan bertarung lebih ketat lagi di MotoGP Aragon untuk memotong selisih angka dari Marc. Menurut “Crashnet, ” Lorenzo menegaskan siap berduel disetiap seri yang tersisa dengan Marc Marquez..

Pada MotoGP San Marino, Lorenzo berhasil jadi yang terbaik. Ini menjadi kemenangan kedua secara beruntun setelah sebelumnya juara dunia 2010 dan 2012 tersebut juga menang di MotoGP Inggris.

Lima seri berikutnya bakal berlangsung di Aragon, Sepang, Malaysia, Albert Park, Australia, Jepang , dan Valencia, Spanyol. Meski sulit, Lorenzo menargetkan sapu bersih kemenangan demi mempertahankan gelar juara dunia miliknya.

“Jika kami ingin memenangi kejuaraan ini, maka kami harus terus memenangi balapan. Itulah jalan satu-satunya,” kata Lorenzo seperti dikutip Crash.

Di San Marino, Marquez finis kedua. Yang luar biasa, sepanjang 13 seri MotoGP musim ini, pembalap 19 tahun itu tak pernah finis di luar tiga besar. “Marc benar-benar sangat kuat. Dia selalu berada di posisi pertama atau kedua. Marc merupakan rival yang sulit sekali untuk dikalahkan tapi kami akan terus berusaha untuk menghentikannya,” kata Lorenzo.

Terkait insiden Assen dan Sachsenring, Lorenzo enggan mengungkit-ungkitnya lagi. “Yang lalu biarlah berlalu. Kita tak bisa mengubahnya. Saatnya melihat ke depan. Terus meningkatkan performa motor dan menangi seri yang masih tersisa,” tegas Lorenzo.

Tidak seperti di MotoGP Republik Ceska atau di MotoGP Inggris, tak ada duel seru antara Jorge Lorenzo dengan Marc Marquez. Lorenzo bahkan meraih kemenangan dengan relatif mudah karena sudah memimpin sejak lap pertama.

Marc Marquez mengaku sengaja tidak memforsir motor RC21V miliknya di MotoGP San Marino untuk bertarung memperebutkan posisi pertama dengan Jorge Lorenzo karena memang tak ingin mengambil resiko.

Sensasi Repsol Honda ini tampaknya trauma dengan insiden di awal-awal balapan di mana Marquez nyaris terjatuh saat hendak menyalip Dani Pedrosa di tikungan.

“Saya bertarung dengan sengit dengan Dani. Setelah berhasil menyalip Dani, saya lalu mencoba berduel dengan Jorge tetapi resikonya terlalu besar,” kata Marquez seperti dikutip Crash.

“Saya sudah sampai pada batas kemampuan di 10 lap terakhir. Lagipula, saya sedikit kelelahan,bJadi, saya lebih memilih finis kedua dan mengamankan 20 poin daripada tidak sama sekali,” cetus Marquez.

Marc Marquez mensyukuri finis kedua di MotoGP San Marino. Menurut pembalap Repsol Honda itu, hasil balapan di Sirkuit Misano bisa saja lebih buruk dari ini. Maksud Marquez adalah insiden di lap keempat di mana manuvernya untuk menyalip Dani Pedrosa di posisi kedua justru membuat debutan MotoGP itu melebar.

Gara-gara hal tersebut, Marquez kehilangan cukup banyak waktu. Juara Moto2 musim lalu tersebut dengan jantan mengakui bila dirinya masih kurang pengalaman.

Tak heran, pembalap asal Spanyol ini yang sebetulnya merupakan pemegang pole position di Misano sudah cukup senang dengan raihan finis kedua.

“Itu murni kesalahan saya. Faktor kurang pengalaman. Saya juga kurang nyaman dengan bensin yang terisi penuh. Saya baru mulai merasa nyaman sejak pertengahan lomba,” tutur Marquez.

“Kami melakukan tugas kami. Oke, seharusnya kami bertarung memperebutkan kemenangan. Tapi, saya membuat dua kesalahan yang bakal jadi pelajaran berharga di masa mendatang,” tegas Marquez.

Exit mobile version