close
Nuga Sport

Dramatis!! Tommy Juarai Singapura Open

Tommy Sugiarto secara dramatis memenangkan partai final tunggal putera perorangan turnamen Singapura Terbuka Super Series dengan mengalahkan pemain Thailand, Boonsak Ponsana, Minggu, dan menyabet gelar juara.

Kemenangan Tommy ini melengkap dua gelar sebelumnya. Di final ganda putera, Indonesia yang diwakili Hendra/Ahsan mengalahkan ganda Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae. Pasangan Indonesia ini menang dalam dua game 21-15, 21-18.

Sedangkan di ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana meraih gelar juara setelah menundukkan Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won dari Korea dengan dua game langsung, 21-12, 21-12.

Pertandingan final tungal putera yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium tersebut berlangsung dengan ketat dan menegangkan. Game pertama berlangsung sengit. Setelah Boonsak unggul 11-5, poin kedua pemain saling berkejaran, sebelum Boonsak menang 22-20.

Namun, game kedua sepenuhnya menjadi milik putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto yang dilahirkan 31 Mei 1988 ini. Setelah unggul 1-1, pebulutangkis yang pernah di singkirkan dari pelatnas itu langsung melesat meninggalkan lawannya dan menang 21-5.

Di game ketiga, Tommy tetap berusaha mempertahankan pace permainan. Setelah keadaan sama kuat 4-4, ia tidak pernah terkejar dan terus unggul hinggga menutup game ketiga 21-17.

Dengan gelar juara dari Tommy, Indonesia telah mengumpulkan dua gelar juara Singapura Terbuka Superseries 2013 ini. Sebelumnya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir telah merebut gelar juara di nomor ganda campuran.

Sementara itu Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut gelar juara buat Indonesia di ganda putera. Di final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Hendra/Ahsan mengalahkan ganda Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae. Pasangan Indonesia ini menang dalam dua game 21-15, 21-18.

Di game pertama, Hendra/Ahsan menunjukkan dominasi mereka dengan selalu unggul. Mereka sempat dikejar hingga 12-11, tetapi mampu melaju kembali menjadi 18-11, sebelum menang 21-15.

Di game kedua, Ko/Lee sempat bermain ketat hingga 4-4, tetapi kemudian selalu tertinggal dalam pengumpulan poin. Setelah Hendra/Ahsan unggul 15-8, mereka sempat terkejar hingga 16-14, bahkan 18-17.

Kemenangan ini sekaligus juga mengukuhkan supremasi Hendra/Ahsan atas Ko/Lee. Hendra/Ahsan telah memenangi seluruh pertandingan dalam tiga pertemuan antarkedua pasangan ini. Pekan lalu, mereka mengalahkan Ko/Lee di final Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 dalam dua game 21-14, 21-18.

Di ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana juga meraih gelar juara setelah menundukkan Yoo Yeon Seong/Eom Hye Won dari Korea dengan dua game langsung, 21-12, 21-12.

“Kami senang bisa juara lagi di Singapura walau minggu lalu kami kalah di Indonesia, dengan kemenangan ini percaya diri kami jadi naik lagi. Dari awal kami bermain bagus dan selalu memimpin perolehan poin sampai pasangan Korea tidak bisa berkembang,” kata Liliyana seusai upacara penyerahan hadiah seperti dikutip badmintonindonesia.

Tontowi/Liliyana memang tak banyak mendapat rintangan berarti dari lawannya hari ini. Yoo/Eom pun terbawa ritme permainan yang diterapkan Tontowi/Liliyana hingga selalu tertinggal jauh pada perolehan poin.

Satu bola yang tipis ditempatkan Tontowi di bibir net tak dapat dikembalikan oleh Eom memastikan angka kemenangan bagi pasangan Indonesia ranking tiga dunia ini.

“Saya tidak menyangka poinnya bisa jauh, padahal mereka pasangan yang cukup bagus dan tidak gampang mati. Seperti kata Ci Butet, gelar ini berarti buat kami karena di Indonesia kemarin belum juara. Di sini memang beda dengan waktu di Indonesia, dari babak awal kami mainnya sudah enak,” ujar Tontowi.

Kemenangan di Singapore Open Superseries ini adalah yang kedua bagi Tontowi/Liliyana. Pada tahun 2011, keduanya juga naik podium juara, di tahun 2012 mereka absen demi mempersiapkan diri jelang Olimpiade London 2012.

Khusus Liliyana, gelar di Singapura adalah yang kelima baginya. Bersama Nova Widianto, ia juga menjadi jawara ganda campuran pada tahun 2004, 2006, dan 2008.