close
Nuga Sehat

Sebab Wanita Miliki Risiko Terkena Maag

Maag adalah masalah kesehatan yang bisa menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh.

Hanya saja, ada anggapan yang menyebut wanita memiliki risiko lebih besar terkena gangguan pencernaan dibandingkan dengan pria. Bagaimana bisa wanita memiliki risiko lebih besar mengalami hal ini?

Pakar kesehatan menyebut ada banyak faktor yang bisa menyebabkan peningkatan risiko maag. Sebagai contoh, masalah kesehatan yang bisa membuat sensasi nyeri pada ulu hati ini seringkali dipicu oleh stres.

Masalahnya adalah, kaum hawa cenderung lebih mudah terpapar stres dibandingkan dengan pria. Jika hal ini juga ditambah dengan pola makan yang buruk, maka para wanita tentu akan lebih rentan terkena maag.

Selain itu, banyak wanita yang mudah mengalami perubahan pola makan akibat suasana hati.

Sebagai contoh, banyak wanita yang akhirnya tidak nafsu makan, melewatkan waktu makan, hingga makan dengan sembarangan saat suasana hatinya memburuk.

Padahal, hal ini bisa mempengaruhi kondisi lambung dengan signifikan.

Meskipun kaum hawa memiliki risiko lebih besar terkena maag, bukan berarti kaum pria bisa tenang. Jika gaya hidup yang diterapkan buruk, risiko terkena hal ini juga akan tinggi.

Pakar kesehatan pun menyarankan kita untuk lebih baik dalam menjaga gaya hidup demi mencegah kedatangannya.

Mengingat maag bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, pakar kesehatan menyarankan kita untuk melakukan berbagai cara demi mencegah kedatangannya.

Dan ini  berbagal langkah yang bisa kita lakukan.

Stres bisa datang kapan saja. Tak hanya bisa membuat suasana hati menurun dan membuat kita sulit untuk berkonsentrasi, stres juga bisa mempengaruhi produksi asam lambung dengan signifikan.

Melihat fakta ini, sebaiknya kita mengelola stres dengan lebih baik seperti dengan melakukan meditasi, latihan pernapasan, mendengarkan musik, liburan, melakukan rekreasi, dan lain-lain demi mencegah datangnya masalah kesehatan ini.

Salah satu faktor utama dari tingginya kasus maag di Indonesia adalah kebiasaan merokok masyarakat Indonesia yang sangat tinggi.

Masalahnya adalah rokok bisa menyebabkan kecanduan sehingga sangat sulit untuk berhenti melakukannya.

Rokok memiliki kandungan nikotin yang bisa membuat otot menjadi lebih rileks. Sayangnya, hal ini ternyata juga mempengaruhi otot katup pembatas antara kerongkongan dan lambung.

Hal inilah yang akhirnya membuat asam lambung bisa naik hingga ke kerongkongan atau mulut.

Selain itu, rokok juga bisa mengiritasi saluran pencernaan dan akhirnya membuat risiko terkena maag meningkat dengan signifikan.

Mengubah pola makan bisa membuat risiko terkena maag bisa ditekan. Sebagai contoh, kita bisa menurunkan porsi makanan yang biasa kita konsumsi demi mencegah kenaikan isi lambung.

Selain itu, kita juga bisa mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan dengan sifat asam dan pedas layaknya sambal, jeruk, kopi, dan minuman bersoda.

Kita juga sebaiknya tidak membiasakan diri untuk tidur setelah makan.

Menurunkan berat badan bisa membantu menurunkan tekanan pada lambung dan saluran pencernaan.

Pakar kesehatan bahkan menyebut penurunan berat badan hingga dua hingga lima kilogram bisa membuat risiko kekambuhan maag menurun dengan signifikan.

Beberapa jenis obat pereda nyeri ternyata bisa meningkatkan risiko terkena gejala maag.

Masalahnya adalah terkadang kita sembarangan mengonsumsi obat-obatan jenis ini sehingga membuat maag akan lebih mudah muncul.

Melihat fakta ini, pastikan untuk berkonsultasi ke dokter atau minimal apoteker sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri demi mencegah datangnya maag.