Site icon nuga.co

Tak Terbantahkan Libido Wanita Itu Rumit

Libido wanita rumit?

“Ya,” tulis konsultan seks dari Johns Hopkins Hospital, Kate Thomas, Ph. D,sembari mengatakan,” kalau libido wanita merupakan sesuatu yang rumit.

Masih menurut Thomas,  banyak wanita yang enggan membicarakan hal ini sehingga tidak tahu penyebabnya dan kesulitan mencari solusi yang tepat

Memang, menurunnya libido wanita bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Yang jelas, ini merupakan sesuatu yang normal dialami oleh tiap wanita.

Jika Anda merasa kehilangan hasrat seksual mungkin salah satu  penyebabnya berasal dari ada emosi yang hilang

Hubungan jangka panjang bisa membuat wanita kehilangan hasrat seksual.

Bahkan lebih cepat daripada kaum pria.

Ada banyak teori tentang hal ini. Konsultan seks dari John Hopkins Hospital. Kate Thomas, Ph.D, berpendapat kalau hal ini terjadi karena faktor emosional.

“Emosi memegang peranan penting dalam membangkitkan gairah seks wanita. Tak ada emosi, maka gairah seks pun lenyap,” ujar Kate.

Jadi, jika wanita merasa ada ‘sesuatu’ yang hilang dalam hubungannya, yang mana biasanya berkaitan dengan faktor emosional, biasanya gairah seks wanita tersebut pun akan menurun.

Bisa juga penyebabnya karena tak diinginkan oleh pasangan

Teori lain mengenai wanita dalam hubungan jangka panjang adalah perasaan tak diinginkan oleh pasangan.

“Merasa diinginkan oleh pasangan membuat wanita merasa seksi dan sangat percaya diri. Hal ini otomatis membakar gairah wanita,” papar Kate Thomas.

Pada hubungan jangka panjang, Kate Thomas melanjutkan, seorang wanita mungkin merasa lebih dicintai. Tapi perasaan diinginkan oleh pasangan biasanya meredup. Padahal, perasaan diinginkan itu tetap penting.

“Solusi paling efektif adalah membicarakan hal ini dengan pasangan,” imbuh Kate Thomas.

Bisa juga karena faktor usia Soal usia ini tak bisa dibohongi dan tak bisa dicegah. Keseimbangan hormon akan berubah seiring bertambahnya usia. Hal ini berpengaruh pada hasrat seksual si pemilik tubuh.

Kate Thomas menjelaskan, kalau produksi hormon testosteron dalam tubuh mencapai puncaknya saat usia dua puluh tahunan.

Seiring usia, produksi tersebut menurun. Testosteron sendiri disebut sebagai hormon pembangkit gairah seks.

Sebenarnya, ovarium tetap memproduksi testosteron ketika wanita dalam masa menopause.

Tapi kadar estrogen yang rendah justru menyebabkan masalah lain, seperti vagina kering yang menyebabkan aktivitas bercinta jadi tak menyenangkan.

Alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB bisa mengubah keseimbangan hormon. Akibatnya, fungsi hormon yang berkaitan dengan gairah seksual bisa terganggu.

Ada baiknya berkonsultasi dengan ahli medis sebelum menggunakan pil KB. Atau gunakan alat kontrasepsi non hormonal.

Tak hanya kontrasepsi hormonal, konsumsi obat-obatan juga bisa mengganggu.

Misalnya obat anti depresi yang sudah dikenal sebagai pembunuh hasrat bercinta. Obat jenis ini juga menghambat orgasme pada wanita.

Contoh lain adalah obat untuk terapi hipertensi. Meski digunakan dalam jangka pendek, efek sampingnya bisa merusak libido dan orgasme.

“Mengapa orgasme penting?,” tanya Kate Thomas.

Ia menjelaskan jika orgasme adalah puncak kepuasan seksual.

Jika seorang wanita terus menerus mengalami gagal orgasme ketika berhubungan seksual, maka wanita tersebut enggan untuk bercinta lagi.

Hasil survei teranyar memaparkan, adanya perbedaan waktu datangnya libido antara pria dan wanita.

Perbedaan ini, kabarnya yang membuat suami dan istri bercinta tanpa fase klimaks karena salah satu pihak sebenarnya sedang tidak ingin berhubungan seks.

Sebuah survei dari perusahaan toy sex bernama Lovehoney terhadap 2300 responden dewasa menemukan, sebanyak tujuh puluh persen wanita mengatakan bahwa mereka memiliki perbedaan kebutuhan seks terkait waktu bercinta.

Responen pria mengaku, mereka merasa sangat bergairah sekitar jam enam sampai dengan sembilan malam.

Sementara itu, responden wanita mengungkapkan, gairah mereka memuncak pada jam sebelas malam hingga dua pagi.

Hasil survei memaparkan bahwa mereka paling menginginkan berhubungan seksual pada setengah dua belas malam.

Kemudian, responden pria mengatakan bahwa keinginan bercinta hadir menggebu-gebu pada pukul delapan pagi.

Perbedaan waktu menginginkan intimasi ini, terkadang menjadi “duri” pada sebuah pernikahan.

Namun, menurut seorang pakar, sebenarnya hal tersebut tidak seharusnya menjadi masalah pada pasangan suami istri.

“Faktanya, libido wanita itu sangat kompleks karena berkaitan dengan hal-hal yang berkaitan dengan masalah psikologis.”

Biasanya, libido wanita yang tak menentu itu tak melulu disebabkan oleh pasangannya,” terang Allison Hill, MD, seorang ob-gyn di Good Samaritan Hotel, Los Angeles, AS.

Hill yang juga menulis buku The Mommy Doc’s Ultimate Guide to Pregnancy and Birth, mengatakan bahwa pria lebih terbuka mengenai kebutuhannya terhadap seks, sedangkan wanita, cenderung tertutup membahas isu seksual.

Oleh karena itu, Hill menyarankan agar wanita lebih terbuka dalam berkomunikasi dengan pasangan ketika membicarakan kebutuhan seksual.

Exit mobile version