close
Nuga Forum

Ahmad Dhani “ Sombong,” Tapi “Gentle”

Siapa yang bisa menyangkal aroganitas seorang Ahmad Dhani. Dan siapa pula yang tidak seorang Dhani yang piawai bermusik dan berbisnis. Dan siapa pula yang tidak mendengar Ahmad Dhani nyelekit dan nyaris seperti pelawak.

Ahmad Dhani adalah “multi talenta” dalam perilaku. Dan “talenta” ini pula yang diperankannya dengan sangat baik ketika menghadapi musibah “dahsyat” yang menimpa anak bungsunya, Dul, nama lengkapnya Abdul Qadir Jaelani, yang menjadi biang kecelakaan beruntun di Kilometer 8 Tol Jagorawi, Minggu dinihari kemarin.

Kecelakaan yang menyebabkan tabrakan beruntun dan menewaskan enam penumpang mobil angkutan “gran max” serta sembilan lainnya luka-luka, termasuk Dul menimbulkan perbincangan heboh hanya karena satu sebab,”dhani factor.”

Ya, heboh itu memang bersumber dari nama “besar” Dhani. Dan seorang Dhani mengelola kehebohan ini dengan sangat baik. Ia “bersembunyi” di awal peristiwa. Ia menghabiskan waktu dengan Dul, yang sempat dua kali di operasi akibat patah tulang kaki kanannya.

Dhani menyerap semua kehebohan dan umpatan, makian serta usulan agar ia dipidana. Segala macam hujatan tak ditanggapi Dhani secuil pun.

Tahu apa yang dilakukan Dhani setelah itu. Dua hari kemudian, Senin petang, Dhani keluar “sarang.” Ia tampil sebagai protogonis yang mengakomodir semua hujatan lewat satu kata, menerima kenyataan yang terjadi dengan lapang dada. Ia juga menyambar isu ketidakpedulian yang selama dua hari berkibar sebagai sikap acuhnya, dengan mengatakan, mengambil alih semua tanggung jawab.

Langkah Dhani ini menghapus “jejak hitam” pemberitaan yang menyudutkannya dan menyepelekan peran sosialnya sebagai orang tua yang menjadi sumber malapetaka. Ia menuntun dua anaknya, Al dan El, dua saudara Dul dari perkawinannya dengan Maia Estianty untuk memikul tanggungjawab kemanusiaan.

Tidak hanya itu, ia mempersilakan Mmaia dan Mulan Jameela, mantan sitri dan istri sirinya, bahu membahu menenteramkan kegelisahan kejiwaan Dul.
Bukan main Dhani.

Dan inilah penjelasan pertama dari Dhani. Keluarga besar Abdul Qodir Jaelani alias Dul secara resmi meminta maaf kepada keluarga korban meninggal dunia dan yang mengalami luka-luka.

“Kami turut berbela sungkawa. Pihak keluarga telah mengirimkan perwakilan ke keluarga korban, kami juga ikut sampai proses ke pemakaman, kami bagi perwakilan ke keluarga ke enam korban,” ungkap Ahmad Dhani.
Keluarga pun ikut bertanggung jawab dengan memberikan bantuan kepada para korban. Rencananya Ahmad Dhani dan Maia Estianty akan mengunjungi keluarga korban untuk meminta maaf. Ahmad Dhani dan Maia mendatangi pihak korban.

Dan betul saja, Dhani menggebrak dengan mendatangi keluarga Nurmansyah., salah seorang korban yang meninggal. Dan ini ucapan yang keluar dari keluarga “sangat-sangat sederhana ini,” Ayah dari Dul, pengendara Mitsubishi Lancer B 80 SAL, dianggap telah bertanggung jawab.”

Saat datang bersama kedua putranya, Ahmad Dhani ditemui istri Nurmansyah, Ani Kusmawari dan keluarga besarnya. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 10 menit tersebut, Dhani menyatakan siap bertanggung jawab secara materiil dan moril.

Walaupun pihak keluarga sudah ikhlas dan menganggap ini semua takdir, proses hukum tak berhenti.

“Proses hukum tetap dilanjutkan. Kita akan kawal bagaimana kelanjutan dan memantau proses hukumnya,” ujar kuasa hukum keluarga Nurmansyah, Ramdhan Alamsyah.

Pihak keluarga masih belum bisa memberi tahu bentuk tanggung jawab Ahmad Dhani secara materiil, hanya menyampaikan Ahmad Dhani akan menyekolahkan anaknya.

Nurmansyah merupakan korban tewas kecelakaan di Km 8+200 Tol Jagorawi pada Minggu dini hari. Mobil sedan Mitsubishi Lancer yang ditumpangi Dul, anak Ahmad Dhani, menabrak pembatas jalan dan “terbang” ke jalur arus sebaliknya.

Dari arah berlawanan, ada mobil Avanza dan Gran Max yang ditumpangi Nurmansyah bersama rekan kantornya, PT Trac, salah satu jasa ekspedisi di Pelabuhan Tanjung Priok, yang berencana mengambil mobil jemputan di bilangan Cibinong dengan menggunakan Daihatsu Gran Max.

Nurmansyah sempat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, dia mengembuskan napas terakhirnya pukul 04.00 karena luka parah di kepalanya. Nurman kemudian dibawa ke rumah neneknya di Rawabadak, sekitar pukul 15.00.

Tags : slide