close
Nuga Bola

Zidane Jauh Lebih Buruk dari Michel Solari

Rapor tiga pelatih yang menangani Real Madrid musim ini muncul usai Liga Spanyol.

Dari catatan statistik, rapor Zinedine Zidane lebih buruk dari Santiago Solari.

Madrid menutup musim ini dengan kekalahan  dari Real Betis di Santiago Bernabeu

Dua gol yang dicetak Loren Moron dan Jese membuat para penggawa Los Merengues mengakhiri laga dengan kepala tertunduk.

Hasil itu menambah catatan buruk Zidane dalam periode keduanya menukangi Los Merengues. Dari sebelas laga bersama Zidane, Madrid meraih lima kemenangan, dua imbang, dan menelan empat kekalahan.

Seperti ditulis  Marca, Madrid hanya meraih tujuh belas poin dari tiga puluh tiga poin yang bisa diraih bersama Zidane. Raihan poin Zidane hanya mencapai angka lima puluh satu persen.

Rapor pelatih asal Prancis itu kalah mengilap jika dibandingkan dengan Solari. Pelatih asal Argentina itu memberikan 12 kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kali kalah.

Mengacu rapor tersebut, persentase poin yang diraih Solari bersama Madrid lebih  baik tapi ia tetap dipecat

Persentase poin yang diraih Zidane hanya lebih baik dari pelatih pertama Madrid musim ini, yakni Julen Lopetegui. Mantan pelatih Porto itu menangani Madrid dalam sepuluh laga musim ini.

Lopetegui mengantarkan Madrid meraih empat belas poin dari sepuluh laga tersebut.

Torehan buruk dari sebelas laga itu membuat Zidane punya pekerjaan rumah yang sangat besar menghadapi musim depan.

Kiprah Real Madrid di Liga Spanyol  belum usai. Namun, skuat asuhan Zinedine Zidane sudah menyamai rekor buruk dalam dua dekade terakhir.

Madrid baru saja menelan kekalahan  dari Real Sociedad

Los Merengues sebelumnya tidak pernah menelan kekalahan sebanyak ini dalam 20 tahun terakhir. Tepatnya saat Guus Hiddink dan John Toshack bergantian menukangi Madrid

Dengan satu laga tersisa di Liga Spanyol musim ini, Madrid berpotensi menyamai catatan kelam dalam sejarah klub dengan menelan delapan belas kekalahan. Torehan memalukan itu terjadi musim 1984/1985 dan 1995/1996.

Jumlah kekalahan dalam kurun waktu satu tahun terakhir membuat Madrid hampir menyamai jumlah sembilan belas kekalahan selama tiga tahun masa kepelatihan Zidane.

Di tahun terakhirnya, Zidane hanya kalah sembilan kali dan dua tahun sebelumnya masing-masing hanya kalah lima laga di setiap musimnya.

Madrid musim ini sudah bisa dipastikan gagal meraih satu pun gelar. Di kompetisi domestik, Sergio Ramos dkk tertinggal delapan belas poin dari juara Liga Spanyol, Barcelona.

Zinedine Zidane semakin putus asa dengan penampilan Real Madrid saat musim berakhir  Bagaimana tidak, Madrid mengakhiri musim dengan kekalahan dari tim tamu Real Betis di stadion Bernabeu.

Ini menjadi kekalahan kedua belas bagi Real Madrid musim ini. Torehan ini sangat buruk bagi klub sekelas Madrid yang baru saja dinobatkan sebagai klub dengan brand termahal di dunia.

Zidane pun semakin putus asa dengan skuat yang ada sekarang. Dia mengatakan Real Madrid bukan tak ingin menang, tapi memang sulit untuk mendapatkannya.

“Jelas sekali ini bukan disebabkan karena kami tak mau menang,” kata Zidane seperti dikutip Marca.

“Masalahnya kami memang tidak bisa menang. Hal terbaik bagi kami sekarang yaitu musim sudah berakhir dan mulai berpikir musim depan karena ini akan berubah, tentunya.”

Zidane menegaskan Real Madrid bakal berubah musim depan. Meski yakin, dia tetap tak bisa menjamin kemungkinan dapatnya gelar.

“Kami sekarang harus berpikir sekarang soal tahun depan dan menyenangkan fans kami lagi,” ujarnya.

“Kami akan menyiapkan dimulai dari pramusim dengan baik. Kami tak akan bicara pasti memenangkan seluruh kompetisi musim depan. Tapi kami akan kompetitif sejak awal.”

Real Madrid sudah memberi sinyal akan melepas Keylor Navas dan Gareth Bale musim depan. Meski begitu, Zidane masih ogah memastikannya.

“Kita tunggu saja apakah Bale masih di sini musim depan. Saya tak tahu apa yang akan terjadi, itu yang sebenarnya,” kata Zidane.