Site icon nuga.co

“Saya Mewarisi MU Yang Berantakan”

Louis van Gaal, manajer baru Manchester United, Selasa, 29 Juli 2014, seperti diungkapkan surat kabar Inggris terbitan London, “Daily Mail,” merilis komentar keras bahwa, klub Old Trafford yang diwarisinya dari David Moyes, manajer Setan Merah sebelumnya, tidak memiliki kualitas dan merupakan tim yang tercabik-cabik.

“Saya mewarisi tim yang berantakan. Saya tidak tahu bagaimana Moyes menangani klub ini sebelumnya. Selama tiga pekan saya mendapati tim sangat tidak solid dan dalam keadaan payah,” kata van Gaal seperti dikutip “Daily Mail.”

“Jika Anda ingin sukses, maka Anda harus punya skuat yang bagus. Sedangkan saya sekarang ditinggali skuat yang berantakan,” kata Van Gaal..

“Skuat yang ada sekarang tidak seimbang. Sangat sulit berprestasi di masa yang sulit ketimbang di masa yang fantastis,” tambah mantan manajer Bayern Muenchen itu.

Van Gaal sejauh ini mencoba merombak juara Liga Primer dua puluh kali itu. United sudah mendatangkan dua pemain baru yaitu Ander Herrera dan Luke Shaw. Dan, Van Gaal menegaskan dirinya tak terburu-buru merekrut pemain tambahan.

Meski demikian, Van Gaal kini diketahui tengah membidik bek tengah Arsenal Thomas Vermaelen dan gelandang AS Roma, Kevin Strootman. “Saya akan membeli pemain untuk meningkatkan permainan. Saat ini saya masih mengevaluasi posisi mana yang harus diperkuat,” jelasnya

Louis van Gaal menjadi pelatih United menggantikan David Moyes yang dipecat. Di bawah kendali mantan manajer Everton itu, Setan Merah kehilangan tajinya dan hanya berhasil mengakhiri musim di peringkat ketujuh. Moyes sendiri dipecat sebelum musim berakhir dan kursinya sempat diisi pemain legendaris, Ryan Giggs.
Di samping berantakan, Louis van Gaal menilai anggota tim The Red Devils saat ini tak seimbang.

Manchester United sejak ditangani oleh Van Gaal menggunakan skema permainan 3-5-2. Hasilnya cukup positif dengan mencatatkan dua kemenangan beruntun dalam pertandingan pramusim.

MU menang telak saat berhadapan dengan Los Angeles Galaxy. Kemenangan kedua dibukukan oleh ‘Setan Merah’ ketika berduel melawan AS Roma di ajang International Champions Cup.

Kendati menunjukkan hasil positif, Van Gaal masih belum puas dengan pilihan pemain yang dia punyai. Dia menilai bahwa MU mempunyai banyak pemain yang bermain di posisi yang sama sehingga menjadi tak seimbang.

“Jika dalam sebuah kesuksesan, maka Anda mempunyai skuat yang bagus. Dan sekarang, saya meneruskan skuat yang sudah usang, saya pikir,” kata Van Gaal di Mirror.

“Saat Anda melihat skuat, ada kualitas di sana. Ada Wayne Rooney, Robin van Persie, Javier Hernandez, Danny Welbeck. Anda juga melihat Juan Mata, Marouane Fellaini, dan Anda melihat Ander Herrera.”

“Ada banyak pemain yang bisa bermain di posisi yang sama. Itu tak dalam keseimbangan. Lebih sulit untuk menggapai kesuksesan di situasi yang sulit, jika dibandungkan dengan situasi yang fantastis,” imbuhnya.
Ketika ditanya tentang “mind games” yang dilontarkan pelatih Chelsea, Jose Mourinho, dengan ketus van Gaal mengaku tak tertarik dengan hal itu.

Mourinho mulai melakukan mind games untuk Van Gaal dengan mengomentari transfer Luke Shaw dari Southampton ke MU.

The Special One menyebutkan bahwa Shaw bisa saja merapat ke Chelsea pada musim panas tahun ini. Tapi, gaji tinggi yang diminta oleh pemain 19 tahun itu bisa mengganggu keuangan dan stabilitas tim.

Soal hal itu, Van Gaal pernah berencana untuk melakukan pertemuan dengan Mourinho. Tapi, manajer 62 tahun itu kini tak mau menanggapi mind games mantan asisten pelatihnya selama di Barcelona itu.

“Saya tak berpikir bahwa saya akan bertengkar dengan dia. Karena dia merupakan teman saya,” kata Van Gaal di The Express.

“Buat saya, ‘mind games’ tak menarik. Saya harus menangani klub asuhan saya.”

“Itu sudah cukup sulit. Saya tak memperhatikan klub lain atau manajer lain,” imbuhnya

sumber : mirror dan dailymail uk.co

Exit mobile version