close
Nuga Bola

Mourinho Masih Pelatih Yang “Dekadensi”

Siapa yang bisa melupakan José Mário dos Santos Mourinho Félix

Ya  José Mourinho,. Sang pelatih sepak bola  penuh sensasi dan kontroversial.

Pelatih asal Portugal  yang  dicatat salah seorang pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola dunia. Pelatih  dengani segudang  prestasi yang sudah diraihnya selama ini.

Sepanjang karier sebagai manajer/pelatih, The Special One menciptakan ragam aksi kontroversial yang menyulut perhatian khalayak.

Hal itu seolah sepadan dengan catatan koleksi dua puluh gelar dari berbagai kompetisi bersama FC Porto, Inter Milan, Chelsea, Inter Milan sampai Manchester United.

Sekadar tambahan, jumlah trofi tersebut mengalahkan raihan trofi para manajer di Premier League saat ini

Sisi kontroversi Mourinho merujuk pada ‘hobi’ membuat ulah. Akibatnya, ia kerap menerima hukuman denda atau larangan mendampingi tim sepanjang karier sebagai pelatih.

Lantas?

Bagaimana dengan kabar terakhir sang pelatih ber”mulut besar” yang mendapat julukan sebagai “special one” itu?

Mou, begitu panggilan ringkasnya masih belum berubah.

Masih garang dan penuh “dekadensi” disetiap wawancaranya. Dan kini ia menjadi manajer di klub Liga Inggris Tottenhamp Hotspur.

Dalam wawancara terbarunya Mou menegaskan ia  telah memenangkan semua yang bisa dimenangkannya di Manchester United terlepas dari kekurangan yang ada.

Mourinho menghabiskan dua setengah musim bertugas di Old Trafford, sebelum dipecat pada Desember dua tahun silam dan digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer.

Sang juru taktik Portugal sukses meraih beberapa trofi bersama United

Tapi Mourinho gagal di Liga Primer Inggris, Liga Champions dan Piala FA, finis sebagai runner-up di liga dan Piala FA .

Menjelang pertandingan Tottenham di Old Trafford melawan United, , Mourinho mengatakan sudah berusaha semaksimal mungkin saat menangani Setan Merah.

“Fans, mereka tahu bahwa saya memberikan semua yang saya bisa,” ujar Mourinho.

“Saya memenangkan semua yang mungkin bisa saya menangkan, saya tidak memenangkan apa yang tidak mungkin dimenangkan. Saya memberikan segalanya, saya memberikan hidup saya untuk klub dan profesionalisme saya, seperti yang selalu saya lakukan.”

“Secara internal, banyak teman seumur hidup, banyak orang luar biasa yang saya temui di klub.”

“Saya hanya memiliki perasaan yang baik, perasaan yang harus saya lupakan dalam sembilan puluh menit karena selama sembilan puluh menit, mereka ingin menang, saya ingin menang, itulah sepakbola.”

Mourinho juga menegaskan bahwa dirinya tidak pergi ke Old Trafford dengan membawa keinginan untuk balas dendam.

“Balas dendam? Saya berkali-kali menang di Old Trafford sebagai pelatih Manchester United dan juga pelatih lawan,” tegasnya.

“Balas dendam untuk apa? Tidak ada yang memperlakukan saya dengan buruk di sana, semua orang sangat baik kepada saya.”

Tottenham mendapat suntikan tenaga jelang laga melawan United, usai resmi meminjam Carlos Vinicius dari Benfica plus opsi pembelian permanen juta pada akhir musim ini.

Vinicius menyusul Gareth Bale, Sergio Reguilon, Matt Doherty, Pierre-Emile Hojbjerg dan Joe Hart sebagai rekrutan baru Spurs pada musim panas ini.

Tags : slide