Site icon nuga.co

Makin Gaduh Keberadaan Messi di Barca

Gonjang ganjing pemberitaan tentang eksistensi Lionel Messi di Barcelona,  bersamaan habisnya masa kontrak di tahun depan , makin meruak bersamaan dengan makin banyaknya klub yang dikaitkan dengan dirinya.

Sepertri ditulis laman media terkenal “sky sports,” hari ini, Messi makin dekat dengan Manchester City karena adanya  gelandang klub Loiga Primer itu  Kevin de Bruyne, yang  tidak ambil pusing mengenai rumor yang menyebkan Messi bakal menjadi pemain The Citizens.

Masalah yang menghinggapi Messi dan Barcelona diyakini membuat megabintang asal Argentina itu tidak akan memperpanjang kontrak dengan raksasa Spanyol yang bakal berakhir pada akhir musim ini.

Man City pun kembali dikaitkan dengan Messi, seperti beberapa saat lalu ketika penyerang veteran itu mengungkap keinginan hengkang dari Camp Nou.

Alih-alih antusias mendengar kabar soal kedatangan Messi, De Bruyne mengaku tak benar-benar menghiraukan masalah tersebut.

“Sejujurnya saya tidak peduli. Jika dia datang maka itu adalah hal yang bagus, jika dia tidak datang di sini masih ada pemain-pemain bagus yang bisa membuat saya nyaman, itu saja,” kata De Bruyne dilansir dari Sky Sports.

Keberadaan Pep Guardiola di kubu Manchester Biru menjadi salah satu faktor yang disinyalir membuat Messi tertarik bergabung ke Stadion Etihad.

Direktur Operasional Man City, Omar Berrada, sempat menyebutkan siap mendatangkan Messi pada pertengahan tahun depan.

Berrada pun menyatakan bakal berupaya mempertahankan Guardiola dan berharap pelatih asal Spanyol itu mau menandatangani perpanjangan kontrak.

Sementara Messi dan Barcelona dikabarkan kian renggang. Tidak hanya hubungan dengan manajemen klub, Messi juga tak harmonis lagi dengan rekan-rekan satu

Sementara itu , seperti ditulis media terkenal terbitan Madrid, marca, Barcelona memberi sejumlah persyaratan aneh kepada Lionel Messi jika sang pemain ingin hengkang dengan status bebas transfer.

Lionel Messi semakin menunjukkan keinginannya untuk segera hengkang dari Barcelona.

Keinginan itu ditunjukkan Lionel Messi dengan tindakannya di Barcelona belakangan ini.

Lionel Messi absen saat Barcelona melakukan tes Polymerase Chain Reaction untuk corona.

Hal ini membuat isu renggangnya hubungan Lionel Messi dan Barcelona kian memanas.

Apalagi Lionel Messi, yang kontraknya akan habis pada Juni musim depan, tidak mau memperpanjang masa baktinya di Barcelona.

Lionel Messi sendiri kabarnya telah telah meminta klub untuk melepasnya dan mengakhiri kontraknya.

Saat ini, salah satu cara Lionel Messi bisa hengkang adalah jika ada klub yang mampu menebus klausul pelepasannya senilai 700 juta euro.

Namun, Barcelona belum lama ini dikabarkan memiliki cara lain untuk mengizinkan Lionel Messi pergi dengan gratis.

Dilansir dari ESPN, Barcelona mengajukan sejumlah syarat jika Lionel Messi ingin pergi

Selain itu, bukan hanya Barca punya “senjata” untuk menahan Messi.  Pemain asal Argentina itu juga memiliki klausul yang menguntungkan dirinya untuk pergi.

Pada saat perpanjangan kontrak  tiga tahun lalu, Barcelona  memasukkkan nilai klausul pelepasan fantastis sebesar  tujuh ratus juta euro

Dengan kata lain, jika ada klub yang memberikan tawaran dengan nominal tersebut, Barcelona wajib menerima dan memberi izin si peminat untuk lanjut bernegosiasi dengan Messi.

Nilai klausul pelepasan itu sendiri adalah respons Barcelona setelah kehilangan Neymar yang harus dilepas setelah ditebus Paris Saint-Germain dengan dua atus dua puluh dua juta euro.

Sebelum revisi di kontrak barunya, klausul pelepasan Messi adalah sebesar tiga ratus juta euro.

Angka tujuh ratus juta euro memang selangit.

Tapi, seperti dilansir dari sejumlah sumber termasuk media Spanyol seperti Mundo Deportivo dan Marca, Lionel Messi memiliki hak khusus lewat sebuah klausul. Jika diaktifkan, ia bisa memutus kontraknya dengan Barca.

Nah, hal itulah yang kini hendak diaktifkan oleh Lionel Messi saat ini. Di medsos dan intenet beredar luas dokumen faksimili Messi yang konon ditujukan ke Presiden Barcelona Josep Bartomeu.

Dalam surat tersebut, paragraf pembukanya kira-kira menyatakan sebagai berikut, “Saya Lionel Andres Messi Cuccittini, memohon agar kontrak kerja yang kini saya miliki di klub untuk dihentikan, berdasar klausul nomor dua puluh empat yang memungkinkan saya untuk memiliki kewenangan tersebut.”

Klusul nomor dua puluh empat yang muncul di dalam faksimili itulah yang merujuk pada hak khusus Lionel Messi untuk secara sepihak memutus kontraknya di Barcelona.

Menurut kabar, ada pula syarat yang menyertai jika Messi ingin mengaktfikan klausul tersebut. Yang pertama adalah ia sudah berusia tiga puluh tiga tahun. Saat ini megabintang asal Argentina itu telah berumur lebih dari itu.

Selain itu, dan hal ini yang masih jadi kontroversi, adalah Messi sendiri yang berkeinginan pergi dan bahwa ia harus melaporkannya ke pihak Barcelona pada akhir musim.

Menilik aspek “akhir musim”, pihak Lionel Messi merasa mengajukan permintaan hengkang tersebut sesuai ketentuan

Di sisi lain, Barcelona tetap mengacu kepada kontrak yang diteken Messi pada tiga tahun lalu. Dengan kata lain, “akhir musim” jatuh di bulan Juni.

Artinya, Blaugrana merasa permintaan Lionel Messi perihal klausul nomor dua puluh empat di “akhir musim ini” sudah kedaluwarsa.

Rumor lain menyebutkan, beda penafsiran soal “akhir musim” dalam klausul kontrak Lionel Messi tersebut siap dibawa pihak Barcelona ke jalur hukum.

Jika sampai begitu, hal ini boleh jadi akan jadi preseden buruk buat Barcelona dan Messi mengingat betapa kedua pihak sudah sangat identik satu sama lain.

Kalaupun mau berkompromi, jalan tengahnya adalah mencari klub peminat yang siap menggelontorkan uang paling tidak di angka dua ratus dua puluh dua juta euro buat Lionel Messi, seperti ketika Barcelona melepas Neymar.

Exit mobile version