close
Nuga Bola

Les Parisens “Gorok” Barca di Nou Camp

Datang ke Nou Camp dengan membawa dendam atas kekalahannya di empat musim laga enam belas besar Liga Champions lalu, Paris Saint Geramian menghunus pedang pembunuhan dengan “menggorok” Barcelona lewat empat gol berbanding satu gol.

Kemenangan ini bagi Les Parisens merupakan prestise untuk menjawab pesan pengamat yang menempatkan mereka sebagai tim “bawahan” La Barca.

Sebelum laga berseliweran analisa yang memberi angin kepada  Barca

Bacalah apa yang ditulis “marca,” media Spanyol yang menyepelekan Parisens sebagai tim “kuda lumping” yang hanya bermodalkan bancakan dendam untuk menenggelamkan Barcelona.

“Les Parisen bisa pulang dengan hampa. Tak ada kemenangan yang akan mereka bawa pulang,” tulis “marca” setengah mengejek.

Namun apa yang terjadi?

Parisens membuat “blaugrana” menjadi gelandangan dalam kondisi compang-camping usai  pertandingan berakhir dengan skor empat gol berbanding satu gol

Memang, harus diakui, Barcelona punya tren bagus dalam persiapan menuju duel lawan Paris Saint Germain meski mereka sempat kalah dari Sevilla di Copa del Rey.

Sebaliknya, Parisens justru dihantam badai cedera yang dialami Neymar dan Angel Di Maria serta Marco Verratti yang sempatdiragukan sebelum laga

Hal tersebut sudah terlihat sejak babak pertama ketika mereka tak didominasi oleh Barcelona. Dari statistik babak pertama, Barcelona dan Parisens imbang dalam hal jumlah tembakan tepat sasaran, yaitu tiga buah.

Klub kota Paris itu bahkan unggul dalam jumlah tembakan keseluruhan plus juga memimpin dalam penguasaan bola dengan catatan lima puluh dua  persen.

Barcelona menghasilkan gol lewat penalti. Pelanggaran Layvin Kurzawa pada Frenkie De Jong diputuskan wasit menjadi penalti setelah melihat VAR. Lionel Messi tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menggetarkan gawang PSG lewat tembakan keras.

Setelah kebobolan di menit kedua puluh tujuh, Paris Saint Germain bisa tetap tampil tenang. ‘Les Parisiens’ melakukan serangan apik yang dikomandoi oleh Marco Verratti di lini tengah.

Pergerakan Kylian Mbappe yang selalu diawasi oleh Sergino Dest dimanfaatkan Kurzawa untuk bergerak di sisi kanan pertahanan Barcelona.

Ketiadaan pemain yang mengawal Kurzawa harus dibayar mahal ketika umpan jauh Marquinhos mendarat mulus di kaki Kurzawa.

Kurzawa memutuskan mengoper langsung pada Verratti yang ada di kotak penalti. Verratti mengangkat bola ke arah Mbappe. Mbappe sejatinya dalam posisi dan ruang yang sempit.

Tetapi Mbappe bisa melesat dengan gesit melewati Clement Lenglet dan Gerard Pique tak memberi bantuan apapun. Tembakan keras Mbappe dari jarak dekat pun tak bisa diadang oleh kiper Barcelona, Marc Andre ter Stegen.

Masuk ke babak kedua, terlihat jelas bahwa Les Parisens lebih unggul dalam penciptaan peluang dibandingkan Barcelona.

Tim tamu bahkan sudah bisa unggul di awal babak kedua andai ter Stegen tidak melakukan penyelematan gemilang atas tembakan Moise Kean yang dihasilkan lewat kolaborasi Mbappe dan Mauro Icardi.

Setelah momen itu, Parisens benar-benar memegang kendali babak kedua. Lini tengah Barcelona yang diisi oleh Frenkie de Jong, Sergio Busquets, dan Pedri kalah dari lini tengah  tim  yang mengandalkan pressing ketat dan serangan balik cepat.

Dalam proses gol kedua, Paredes dengan jeli melihat Alessandro Florenzi yang naik dengan cepat di sisi kiri pertahanan Barcelona. Umpan terobosan Paredes membuat Florenzi terbebas dan leluasa masuk kotak penalti.

Florenzi melepaskan umpan yang kemudian menghadirkan kemelut karena tidak bisa dibuang dengan baik oleh Pique. Sergino Dest yang ditugaskan mengawal Mbappe teralihkan fokus pada bola dan Florenzi sehingga ia tidak menempel ketat Mbappe.

Mbappe ada di posisi yang tepat untuk menerima bola dan lansung melepaskan tembakan ke gawang yang kosong.

Melihat Barcelona yang terkejut oleh gol kedua, dan mereka  makin percaya diri meningkatkan tekanan. Skuat Mauricio Pochettino bisa menghasilkan gol ketiga lewat skema tendangan bebas.

Dalam persiapan tendangan bebas yang diambil Leandro Paredes, Lenglet membayangi Moise Kean. Namun ketika Marquinhos ikut masuk, Lenglet langsung bergerak mengawasi Marquinhos.

Kean lalu berdiri tanpa pengawalan dan leluasa mencetak gol ke gawang Barcelona lewat sundulan kepala.

Kesedihan Barcelona makin menjadi di pengujung pertandingan. Ketika Blaugrana berusaha merebut setidaknya satu gol untuk modal leg kedua, mereka malah menderita gol keempat.

Serangan balik yang dipimpin Julian Draxler diakhiri penyelesaian akhir memukau dari Mbappe. Barcelona tak berdaya dan hanya mendapatkan satu tambahan tembakan tepat sasaran di babak kedua.

Mauricio Pochettino, arsitek anyarLes Parisens layak mendapat pujian atas keberhasilan timnya meraih kemenangan di leg pertama ini. Harus berduel lawan Barcelona tanpa Neymar dan Angel Di Maria, Pochettino memainkan formasi empat dua tiga satu.

Marco Verratti yang bisa tampil di laga ini didorong lebih maju dan duet jangkar dipercayakan pada Paredes serta Idrissa Gueye yang digantikan oleh Ander Herrera di awal babak kedua karena sudah menerima kartu kuning.

Formasi ini tentu bisa fleksibel menjadi formasi klasik empat tiga tiga ketika Mbappe dan Kean naik membantu serangan.

Moise Kean dan Kylian Mbappe jadi gelandang serang yang bisa maju-mundur membantu pertahanan dan serangan. Sementara target man diisi oleh Mauro Icardi yang terus hadir di kotak penalti Barcelona.

Ketika Kean dan Mbappe maju ke depan, Parisens  juga sering mengirimkan dua full back mereka, Alessandro Florenzi dan Layvin Kurzawa sering ikut maju ke depan.

Saat full back maju ke depan, Mbappe dan Kean sering melakukan tusukan ke dalam sehingga ada ruang untuk Florenzi dan Kurzawa untuk melesat di sisi lapangan.

Tanpa pengawasan ketat dari gelandang Barcelona yang seharusnya ikut turun membantu pertahanan, Kurzawa dan Florenzi akhirnya jadi kunci penting dalam dua gol awal Paris Saint Germain.

Kurzawa tak terkawal di proses gol pertama sebelum ia melepaskan umpan ke Verratti yang kemudian memberi assist pada Mbappe. Sedangkan pada gol kedua, umpan silang Florenzi berujung pada kemelut dan lahirnya gol kedua Mbappe.

Secara umum, pemain-pemain PSG lebih bugar dari segi fisik. Mbappe dan kawan-kawan bisa lebih banyak berlari dan menerapkan pressing ketat terhadap Barcelona yang coba menyusun serangan secara perlahan.

Sedangkan Barcelona, gelandang mereka minim kreativitas plus lini belakang yang rapuh membuat PSG dengan mudah mengoyak pertahanan mereka. Serangan Barcelona terlihat lambat dan mereka kepayahan untuk mengantarkan bola ke sepertiga akhir pertahanan Parisens.

Barcelona bisa saja menyesali kegagalan Ousmane Dembele saat skor satu gol atau kegagalan peluang Antoine Griezmann dalam skor imbang satu gol berbalas satu gol yang bisa saja mengubah alur pertandingan.

Namun yang jelas di babak kedua permainan seluruhnya menjadi milik Parisens. ‘Les Parisiens’ pulang dengan senyum usai membuat Barcelona tampak compang-camping di rumah mereka sendiri.

Tags : slide