close
Nuga Bola

Hazard Ungkapkan Keterpurukan Chelsea

Bintang Chelsea, Eden Hazard, membeberkan beberapa faktor yang membuat penampilan timnya tidak sebaik di musim lalu. Salah satunya adalah Liga Champions.

Pada musim lalu, Chelsea memang absen di kompetisi kasta pertama Eropa tersebut. Membuat skuat asuhan Antonio Conte bisa benar-benar fokus di kompetisi domestik.

Hasilnya, Chelsea sukses menjuarai Premier League dan menembus babak final Piala FA. Sayangnya, Chelsea malah tampil inkosisten di musim ini.

The Blues sudah nyaris tak bisa mempertahankan gelar juara Premier League, karena kalah 19 poin dari Manchester City di puncak klasemen. Hazard menyatakan bila jadwal padat Chelsea di musim memberikan pengaruh besar.

“Saya pikir Premier League sulit. Berat untuk menang setiap musim,” ujar Hazard kepada ESPN FC.

“Musim lalu kami tak tampil di Liga Champions. Musim ini kami punya waktu yang lebih sempit untuk mempersiapkan diri menjelang pertandingan. Setiap pekan ada tiga pertandingan,” lanjutnya.

Selain itu, pemain asal Belgia ini menilai Chelsea harus beradaptasi kembali dengan skuat saat ini. Menyusul adanya beberapa pemain yang pergi, dan baru didatangkan seperti Alvaro Morata, Tiemoue Bakayoko, serta Antonio Ruediger.

“Kami mengubah beberapa hal, kami kehilangan sejumlah pemain, kami mendatangkan beberapa pemain baru, dan tiap musim berbeda,” ujarnya.

“Itulah kenapa kita menyukai sepakbola. Akan membosankan kalau cuma ada satu tim yang jadi juara. Itulah kenapa sepakbola spesial. Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi, terutama di Inggris,” imbuh Hazard.

Performa minor Chelsea di beberapa pertandingan terakhir menjadi perhatian banyak pihak. Mereka hanya mendapat satu kemenangan dari empat laga terakhirnya di segala ajang.

Bahkan di dua laga terakhir, mereka takluk dari tim papan tengah Premier League, Bournemeouth dan Watford. Total tujuh gol bersarang di gawang Thibaut Courtois.

Bintang The Blues, Eden Hazard mengaku bahwa berada di Liga Champions menjadi alasan utama keterpurukan Chelsea. Padatnya jadwal membuat stamina mereka terkuras.

“Tahun lalu kami tidak berada di Liga Champions. Tahun ini kami hanya memiliki sedikit waktu untuk melakukan persiapan pertandingan,” kata Hazard, seperti dilansir Skysports.

“Setiap minggu kami mendapatkan tiga pertandingan. Namun itu yang menjadi spesial dalam sepakbola, Anda tidak akan pernah tahu yang akan terjadi, khususnya di Inggris,” tutur dia.

Sementara itu hampir semua media Inggris menulis tentang Antonio Conte yang  hampir dipastikan bakal terdepan dari Chelsea  bersamaan dengan memburuknya tampilan klub Stamford Bridge itu di ajang Liga Primer.

“Conte  kini sedang berada di ujung kursi kepelatihan Chelsea lantaran degradasi performa klub dalam beberapa pekan terakhir,” tulis “daily mail” hari ini

Meski sedang disorot lantaran kemerosotan The Blues, Conte tetap diakui sebagai salah satu pelatih sepak bola papan atas.

Salah satu pemain yang menilai mantan gelandang timnas Italia itu sebagai juru taktik yang andal adalah Giorgio Chiellini yang pernah merasakan polesan Conte di Juventus dan di Gli Azzurri.

“Gairah Italia. Tidak hanya di pertandingan. Sepanjang hari di sesi latihan. Dia seperti sersan polisi. Kami merasa ada sesuatu yang spesial dengannya, tiga tahun bersamanya di Juventus dan dua tahun di tim nasional,” ujar Chiellini.

“Saat kau menyelesaikan latihan, kamu mati. Kamu tidak capai, kamu mati. Kamu bisa melaksanakan latihan hanya karena kamu percaya apa yang dilakukannya,” sambung pemain yang pernah berkostum AS Roma dan Fiorentina.

Salah satu bek veteran di Italia itu juga memiliki cerita tersendiri mengenai kebersamaannya dengan Conte di Piala Eropa dua tahun lalu, yang merupakan turnamen terakhir sang pelatih bersama timnas Italia.

“Kami bersama-sama selama empat puluh hari di Perancis dan itu seperti memasuki dunia lain. Kamu seratus persen bersamanya. Dia menciptakan atmosfer, semua berbagi energi. Tentu dia adalah salah satu yang terbaik,” kata Chiellini.

Setelah Conte mundur, timnas Italia mengalami tragedi besar, gagal menembus putaran final Piala Dunia .

Chiellini pun mengaku pahit menerima fakta hanya menjadi penonton dalam pesta sepak bola dunia tersebut.

Sementara itu, Conte sendiri tak membantah bahwa dirinya kemungkinan akan di pecat Chelsea.

Conte pun mengakui bahwa dirinya kini mulai memikirkan posisinya di juara bertahan Liga Primer itu.

“Tidak, itu sangat sulit untuk saya mentransfer pikiran saya. Saya berharap, untuk sekali ini Anda mengerti saya. Saya tidak khawatir, saya tidak khawatir dengan pekerjaan saya,” ujar Conte seperti dikutip dari Evening Standard.

Posisi Conte memang mulai goyang sejak pertengahan putaran pertama.

Bahkan, pada pekan lalu, manajer asal Italia itu sempat meminta agar petinggi Chelsea merilis pernyataan, bahwa mereka mendukung dirinya bertahan di klub.

Namun, setelah kekalahan telak dari Watford, Conte cukup yakin Chelsea akan membebaskan dirinya dari tugas kepelatihan di klub.

Padahal, Conte mengaku selalu fokus seratus dua puluh persen setiap harinya untuk Chelsea. Tetapi, dia tidak mempermasalahkan jika Chelsea mengambil keputusan berbeda.

“Ini sangat sulit, karena setiap hari dan setiap konferensi persn, Anda bertanya kepada saya jika saya khawatir. Tidak, saya tidak khawatir. Besok atau hari lainnya, saya bisa jadi pelatih Chelsea atau tidak, yang mana masalahnya?” Conte menuturkan.

Manajer  itu juga mencoba mengesampingkan, bahwa jika dirinya dipecat Chelsea, itu bukan karena kehilangan dukungan dari para pemain.

“Apa Anda pikir klub bica memecat pelatih jika mereka tidak didukung pemain? Saya pikir hanya di sini, di sini Anda berpikir begitu. Anda pikir bahwa pemain memiliki kekuatan itu? Ini yang salah,” Conte menegaskan