close
Nuga Bola

“Diusir,” Balotelli Tendang Tembok: Italia-Ceko Tanpa Gol

Ingat Balotelli, ingat Manchester City. Ingat pula ketika ia di”cekik” Roberto Mancini, sang pelatih. Ingat ketika ia di usir wasit berkali-kali dari lapangan. Bahkan jangan lupakan kasus mobilnya yang dikempisi di jalanan Kota Manchester.

Mario Balotelli memang sebuah kepribadian ganda yang sulit dikendalikan. Memang tidak semua tingkahnya harus ditulis dengan satu kata,”nakal.” Ia sering jadi pahlawan di City ketika melepaskan jepitan kekalahan timnya. Ia penyelamat Tim Italia hingga menempati posisi puncak klasemen babak penyisihan Piala Dunia.

Ia penyumbang gol di Inter Milan dan ia juga menyelamatkan AC Milan dari mimpi buruk ketika berada di zona merah Champions League musim depan.

Balotelli insaf. Nggak juga. Hanya sesaat ketika di AC Milan ia bisa berdamai dengan kontroversi tingkah “nakal”nya di lapangan. Tapi ketika Italia melewati pertandingan kualifikasi Piala Dunia, Sabtu dinihari WIB, “bomber” Italia, kembali ke “asalnya,” kartu merah atas “kekasarannya.”

Mario Balotelli, memang sangat kesal ketika dikeluarkan wasit setelah menerima kartu kuning kedua dalam lanjutan penyisihan Grup B Pra-Piala Dunia Brasil 2014 melawan Ceko di Stadion Generali Arena, Sabtu dini hari WIB. Ia memukul dan menendang dinding lorong ruang ganti pemain untuk meluapkan kekesalannya itu.

Balotelli mendapatkan kartu kuning pertama setelah melakukan pelanggaran terhadap Michal Kadlec pada menit ke-68. Berselang empat menit, Mario kembali menerima kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan karena tangannya dianggap sengaja memukul wajah Gebre Selassie.

Setelah menerima kartu merah itu, Balotelli pun sempat terlihat kebingungan dan mempertanyakan keputusan wasit. Ia sempat ingin mempertanyakan hal tersebut juga kepada Selassie, tetapi Petr Cech menghalanginya.

Saat meninggalkan lapangan, Balotelli masih terlihat kesal. Lantas, ia pun sempat memukul tembok ketika memasuki lorong ganti pemain. Tak cukup dengan tangan, mantan pemain Manchester City itu kemudian menyalurkan amarahnya itu lagi dengan menendang tembok di sisi yang berbeda.

Pada pertandingan itu, Italia akhirnya harus puas bermain imbang tanpa gol dengan Ceko. Dengan hasil ini, Italia masih berada di puncak klasemen sementara Grup B dengan poin 14, unggul empat angka dari Bulgaria di posisi kedua. Sementara Ceko tetap bercokol di peringkat tiga dengan poin sembilan.

Sepanjang pertandingan, Ceko sebenarnya lebih mampu menguasai tempo permainan. Sementara Italia terlihat kesulitan menembus rapatnya barisan pertahanan tuan rumah yang tampil cukup disiplin selama laga.

Ceko mendapat sejumlah peluang emas ketika paruh kedua. Peluang pertama terbaik mereka diciptakan Tomas Rosicky pada menit ke-61. Sayang, bola tendangannya dari dalam kotak penalti masih dapat ditepis kiper Italia, Gianluigi Buffon, yang tampil cukup baik sepanjang laga ini.

Rapatnya barisan pertahanan Ceko membuat beberapa penyerang Italia frustrasi. Hal itu pun berujung dengan dikeluarkannya penyerang Italia, Mario Balotelli, karena menerima kartu kuning kedua dari wasit pada menit ke-72.

Unggul jumlah pemain, Ceko kemudian meningkatkan serangan ke jantung pertahanan Italia. Enam menit sebelum laga usai, tuan rumah kembali mendapatkan peluang emas. Tetapi, lagi-lagi kesempatan itu gagal membuahkan hasil karena bola tendangan Petr Jiracek hanya membentur tiang gawang.

Italia tertekan dan lebih banyak bertahan di sepuluh menit terakhir. Pada injury time, kembali Ceko memperoleh peluang. Sayang, Daniel Kolar belum bisa membawa timnya unggul karena bola tendangannya masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Buffon. Skor “kacamata” pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Tags : slide