close
Nuga Tekno

Ternyata Facebook Punya “Timeline” Kedua

Facebook sejak pekan lalu telah  menggulirkan timeline baru bernama “Explore” untuk para penggunanya di seluruh dunia.

Fitur ini belum banyak yang mengetahui, karena tersembunyi di bagian Menu.

Timeline Explore berbentuk mirip News Feed utama.

Hanya saja, alih-alih menayangkan posting dari akun yang sudah berteman atau diikuti oleh pengguna, timeline Explore menyajikan konten dari Facebook Pages, penerbit, atau media berita yang belum di-follow, tapi diperkirakan sesuai dengan minat si pengguna.

Bentuk konten yang muncul di timeline Explore bisa berupa artikel maupun posting foto atau video.

Tujuan dari kehadiran Explore adalah untuk mendorong pengguna Facebook untuk mengakses lebih banyak konten yang tersebar di raksasa jejaring sosial tersebut.

Konten posting di Explore tak asal disajikan, tapi diseleksi berdasarkan analisa khusus atas laman-laman lain yang disukai (memperoleh “Like” pengguna, juga yang populer di lingkaran kawan-kawan sang pengguna bersangkutan.

“Kami telah mulai menggulirkan feed kedua berisi artikel, video, dan foto populer yang otomatis disesuaikan dengan tiap pengguna berdasarkan ketertarikan,” sebut seorang juru bicara Faebook, seperti ditulis Tech Crunch, hari ini, Senin, 23 Oktober.

“Kami dengar orang-orang menginginkan cara mudah untuk mengeksplorasi konten yang relevan dari Pages yang belum mereka ikuti,” lanjut sang juru bicara.

Melalui Explore, Facebook disinyalir ingin meningkatkan waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi atau situsnya, sehingga Facebook bisa menayangkan lebih banyak iklan ke depan pengguna.

Namun, sejauh ini, nampaknya belum banyak yang mengetahui fitur timeline kedua Facebook ini.

Timeline Explore bisa dijumpai di tab Explore yang bisa ditemukan di sidebar kiri versi desktop atau menu “More” di aplikasi mobile.

Untuk diketahui pula  belum banyak iklan yang ditampilkan Facebook di timeline Explore ini.

 

Dengan Timeline, tampilan profil Anda akan muncul seperti open book.

Cerita, foto, video, semuanya tertampil secara panjang ke bawah. Anda tidak lagi kesulitan untuk mencari momen penting dari teman Anda karena semuanya terpapar di laman profilnya. Tentunya buat kebanyakan orang, ini bakal menjadi issue terutama berkaitan soal privasi.

Oleh karena itu sudah saatnya Anda berpikir dua kali saat meng-approve setiap friend request yang masuk karena mereka nantinya memiliki akses untuk melihat segala sesuatu yang tertampil di profil Anda ini.

Hal yang kedua adalah sinergi Facebook dengan aplikasi dengan Open Graph app.

Buat saya ini ide yang sudah seharusnya diimplementasikan oleh Facebook sejak dulu. Status pun akan terasa sangat natural.

Prakteknya adalah saat Anda sedang menggunakan aplikasi tertentu yang sudah dikoneksikan dengan API Facebook dan akun Facebook yang dimiliki, setiap kali Anda melakukan kegiatan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut maka informasi akan dikirimkan sebagai status Anda.

Contohnya adalah saat Anda sedang mendengarkan lagu dengan Spotify ataupun sedang berlari dengan pencatatan Nike+, aplikasi akan secara otomatis menampilkan kegiatan Anda sebagai status.

Kedua pembaruan ini dapat dinikmati sekarang sebagai developer beta dan bakal dirilis untuk publik dalam beberapa minggu mendatang.

Meski bukan developer, ada beberapa cara yang Anda bisa cari Internet di mana Anda bisa mengetes tampilan Facebook Timeline sekarang.

Untuk startup di Indonesia, tentu saja ini peluang.

Jika mampu mengimplementasikan API-nya, setiap kali pengguna aplikasi menggunakan aplikasi yang dibuat oleh startup tersebut, status akan otomatis dikirim ke Facebook.

Teman-temannya yang penasaran tentang aplikasi yang digunakan tentu akan mencari tahu lebih lanjut. Ini merupakan promosi yang efektif karena dengan status Facebook, banyak orang bakal tahu kegunaan aplikasi yang Anda kembangkan.

Selain aplikasi, menurut saya konten juga harus disiapkan.

Contohnya jika kita ingin mengakses suatu aplikasi pemutar musik lokal, tentunya kita berharap bahwa aplikasi tersebut memiliki konten yang sufficient supaya bisa “dipromosikan” sebagai portal musik lokal terbesar di negeri ini dengan jumlah konten musik terlengkap misalnya.

Saya optimistis bahwa apa yang dikembangkan dalam Facebook Timeline memberikan benefit yang luar biasa untuk mendukung ekosistem startup teknologi.

Tinggal bagaimana kesempatan itu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

 

Tags : slide