Zidane, Kini, Bos di Ruang Ganti Real

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Januari 2016 | 10:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Salah satu alasan yang dikabarkan membuat Rafael Benitez didepak adalah, ia bermasalah dengan sejumlah pemain Real Madrid.

Hal serupa diharapkan tak terjadi pada Zinedine Zidane.

Beberapa pemain yang dikabarkan tak akur dengan Benitez adalah Isco, James Rodriguez, dan Cristiano Ronaldo. Isco dan James disebut gusar lantaran Benitez tak bisa menjamin tempat utama bagi keduanya.

Sementara itu, Ronaldo sudah sejak lama dikabarkan tak percaya dengan Benitez.

Jauh sebelum masa depan Benitez jadi gonjang-ganjing di media Spanyol, bintang asal Portugal itu dikabarkan menemui Presiden Madrid, Florentino Perez, dan menyuarakan kekhawatirannya bahwa Madrid tidak akan sukses di bawah arahan Benitez.

Hal serupa diharapkan tidak terjadi di bawah arahan Zidane. Namun demikian, Zidane diyakini bisa mengendalikan ego para pemain bintang, mengingat ia sendiri dikenal sebagai pemimpin di ruang ganti semasa masih jadi pemain.

Dengan kehadiran Zidane, para pemain bintang seperti Ronaldo diharapkan mau sedikit menurunkan ego mereka.

“Zidane dulu adalah seorang pemimpin di ruang ganti. Jadi, Cristiano (Ronaldo) juga harus paham bahwa ada sekarang ada seseorang yang punya kemampuan memimpin dan punya pengetahuan lebih di sana,” ujar eks pelatih Madrid, Vanderlei Luxemburgo, kepada AS.

Luxemburgo pernah menangani Madrid dari. Namun demikian, ia gagal memberikan satu trofi pun untuk Madrid.
Ia juga gagal menemukan keseimbangan di skuat Los Merengues dan dipecat setelah Madrid dipermalukan Barcelona sepuluh tahun silam.

Menurut Luxemburgo, sah-sah saja jika ada pemain yang “menguasai” ruang ganti. Namun, sampai pada titik tertentu, ia tetap harus menghormati keberadaan seorang pelatih.

“Ruang ganti adalah milik pemain sampai pada titik tertentu. Dari titik itu, semuanya menjadi milik pelatih. Cristiano harus paham bahwa bukan dia pelatihnya, tapi Zidane-lah orangnya,” kata Luxemburgo.

Sementara itu winger Real Madrid, Gareth Bale, yang kecewa dengan kepergian Rafael Benitez akhirnya memutuskan untuk mengikuti latihan bersama tim inti yang dikomandoi pelatih anyar, Zinedine Zidane.

Sebelumnya, Bale memang tidak terlihat dalam latihan pertama bersama Zidane.

Saat itu Bale dikabarkan sedang melakukan latihan khusus di pusat kebugaran Madrid sementara pemain lainnya melakukan latihan di pusat latihan, Valdebebas.

Ketidakhadiran Bale di Valdebebas membuat beberapa media Eropa membuat spekulasi.

Bale dikabarkan kecewa dengan keputusan manajemen Madrid yang memecat Rafa Benitez dari kursi kepelatihan Los Blancos. Ia pun dikabarkan akan segera meninggalkan Madrid dan kembali ke pentas Premier League.

Namun, setelah mendapat jaminan dari Zidane, Bale akhirnya memutuska kembali berlatih bersama skuad inti. Kabar tersebut disampaikan langsung sang pemain melalui akun Instagram resminya.

“Senang bisa berlatih untuk pertama kalinya bersama pelatih baru dan teman lainnya. #HalaMadrid,” tulis Bale dalam akun Instagramnya.

Walau pun sudah berada di alur latihan Real, keinginan Manchester United untuk mendapatkan Gareth Bale belum lagi usai.

Munculnya pergesekan internal sehari setelah naik pangkatnya Zidane mengisi posisi Rafael Benitez yang dipecat dari Real Madrid.memicu hasyrat besar United mendatangkannya.

“Itu pertanda Bale tak ingin lebih lama di Barnebue. Ia telah mengisyaratkan segera hengkang dari Real Madrid,” tulis “marca,” Kamis 07 Januari 2016.

Rumor?

“Tidak,” tulis “the Mirror,” pada hari yangt sama.

Masa depan Gareth Bale ke Manchester United dari Real Madrid tidak lagi sekadar rumor.

Bahkan Louis van Gaal memprioritaskan pemain keturunan Irlandia Utara sebagai bidikan utama di jendela bursa transfer musim ini

Dengan “kasus” kekecewaan itu situasi tentang masa depan Bale semakin nyata.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan surat kabar Spanyol, Marca, sehari setelah pergantian Benitez, penggemar lebih memilih Isco untuk mengisi tempat Bale.

Dengan fakta itu pula alasan Bale untuk datang ke Old Trafford makin menguat.

Media Inggris “daily mail,” juga menuliskan bahwa kepergian Rafa Benitez diyakini membuka peluang bagi klub-klub lain untuk merekrut Gareth Bale dari Real Madrid.

Jamie Carragher bahkan yakin Manchester United ada di urutan terdepan untuk mendapatkannya.

Benitez sempat berujar akan mengembangkan Madrid dengan menjadikan Bale sebagai pusat permainan timnya.

Bale pun berkali-kali mengatakan Benitez menempatkan dirinya di posisi yang ia inginkan.

Kini dengan pergantian di kursi pelatih, Bale belum pasti mendapatkan jaminan keleluasaan seperti yang diperolehnya di era Benitez.

Bila Bale menunjukkan indikasi ingin keluar dari Santiago Bernabeu, Carragher yang kini jadi analis sepakbola meyakini bahwa United bakal jadi tim unggulan yang bisa mendapatkan Bale.

Ia menegaskan, kehadiran Ryan Giggs di United adalah salah satu faktor yang bisa membuat Bale memilih United sebagai pelabuhan berikutnya.

Sebagai sesama orang Wales, Bale bisa memiliki hubungan yang baik dengan Giggs.

Lainnya soal dana yang tak bakal jadi halangan bagi United.

Dalam dua musim terakhir saja United telah menghabiskan ratusan juta poundsterling untuk mendatangkan pemain-pemain bintang.

“United perlu memberikan memo tertulis kepada Ed Woodward: Dapatkan dia sekarang, bayar berapapun yang diinginkan Madrid dan jangan mengacaukan proses transfer ini,” tutur Carragher memberikan saran seperti dikutip dari Express.

Komentar