Warna Pluto Itu Seperti “Strawberry Jelly”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 24 Juli 2015 | 09:56 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah mendiamkan selama sepekan, usai penemuan yang menakjubkan dari Planet Pluto oleh pesawat nir awak News Horizons, hari ini, Jumat, 24 Juli 2015, NASA. Badan Antariksa Amerika Serikat menunjukkan gambar terbaru dari permukaan Nix dan Hydra, dua dari lima bulan Pluto.

Gambar-gambar tersebut menggambarkan bahwa Nix tampak seperti ‘strawberry jelly bean’. Dengan panjang dua puluh enam mil dan lebar dua puluh dua mil, Nix menjadi salah satu bulan Pluto terkecil.

Seperti ditulis laman situs “Mirror,” Jumat, 24 Juli 2015, Carly Howett dari Southwest Research Institute mengatakan, “Observasi ini begitu menarik. Saya sulit bersabar untuk menemukan banyak data Nix menjadi downlinked.”

Informasi yang sedang ditunggu olehnya meliputi rincian warna merah pada kawah bulan kecil itu.
Sementara Hydra, memiliki bentuk yang bertentangan dengan gambar klasik sebelumnya.

Hydra memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan Nix yakni dengan panjang tiga puluh empat mil dan lebardua puluh lima mil, dengan permukaan yang tidak rata dan dua buah kawah besar.

Di sisi lain Ted Styrk, ilmuwan misi dari Roane State Community College di Tennessee menambahkan, “Sebelum pekan lalu Hydra hanya merupakan titik samar cahaya, jadi itu merupakan pengalaman nyata untuk menjadi tampak sebenarnya.

Sekadar informasi, gambar-gambar itu ditangkap dengan Long Range Reconnaissance Imager atau LORRI, yang mana merupakan kamera misi high-definition. Kamera itu dibuat ketika probe berada pada jarak yang sangat jauh dari Nix dan Hydra.

Setelah temuan “ajaib” pesawat NASA itu, kini para ilmuwan mulai mengawali perdebatan mengenai misi baru New Horizons pasca Pluto.

Secara umum dunia sains sepakat, wahana tersebut akan menyelidiki sabuk Kuiper, untuk menjawab pertanyaan terakhir mengenai proses pembentukan sistem tata surya.

“Mengunjungi sabuk Kuiper adalah peluang yang cuma muncul sekali seumur hidup. Pada kenyataannya bahkan lebih jarang daripada itu,” kata anggota tim ilmuwan New Horizons, Cathy Olkin seperti dilansir mingguan Jerman, Spiegel.

Dalam sepanjang sejarah, akhirnya misi ekspedisi Pluto yang sudah berjalan selama sembilan tahun lamanya, menuai keberhasilan luar biasa.

New Horizon, pesawat ruang angkasa milik NASA yang diturunkan untuk menjalani misi tersebut akhirnya mengirim status berupa pesan bahwa misi telah sukses dijalankan ke tim pengendali yang ada di Bumi.

“Kami memiliki pesawat ruang angkasa dengan kondisi fisik yang sangat sempurna,” ujar manajer operasi misi Alice Bowman dari Laboratorium Fisika Terapan kepada tim pengendali misi.

Kontan, sampainya pesan tersebut ke Bumi membuat seluruh orang bersorak sorai dan merayakan kesuksesan New Horizon yang telah berhasil mengungkap identitas Pluto selama sembilan tahun lamanya.

“Pluto telah mendapatkan pengunjung pertamanya! Terima kasih @NASA, ini adalah hari besar untuk sebuah penemuan dan kepemimpinan di Amerika,” kicau @POTUS, akun Twitter resmi milik Presiden Barack Obama yang menanggapi pesan New Horizon dengan sangat positif.

Awalnya, pesan yang dikirim New Horizons ke Bumi tidak dapat sampai seketika. Pasalnya, pada saat itu New Horizon sedang berada dalam jarak sekitar tiga miliar mil dari bumi, sehingga pesawat luar angkasa tersebut tidak dapat mengirim pesan dan mengumpulkan data secara bersamaan.

Hal ini membuat tim pengendali terus menerus melakukan pengamatan di sekitar penerbangan terdekat dengan Pluto sambil menunggu datangnya pesan. Setelah New Horizons mengirim pesan ke Bumi, mereka melanjutkan investigasi ilmiahnya.

Pesan tersebut pun disambut dengan sorakan riuh oleh tim di Laboratorium Fisika dan para pejabat NASA.

“Anda telah menginspirasi para generasi mendatang dengan luar biasa,” kata Administrator NASA Charles Bolden kepada tim New Horizons dalam konferensi pers setelah check-in status keberhasilan misi diumumkan

Bagi anda yang masuk dalam generasi jadul alias jaman dulu, tentunya masih ingat pelajaran ilmu bumi di sekolah yang menyebutkan bahwa planet dalam sistem matahari yang terjauh adalah pluto.

Pluto sudah sejak lama dinyatakan sebagai planet terjauh dari matahari dan diklasifikasikan sebagai planet kerdil sebelum dilakukan eksplorasi yang lebih mendalam. Pluto digolongkan sebagai planet

Tadinya Pluto dinyatakan sebagai salah satu planet dari sistem matahari. Pluto dikategorikan sebagai planet mini. Keputusan ini menyebabkan hanya delapan planet yang masuk dalam sistem matahari dimana Mercury kini menggantikan posisi pluto sebagai planetnya yang terkecil.

Eksplorasi untuk mengetahui pluto lebih dalam dimulai sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika pesawat luar angkasa berbahan bakar nuklir dengan ukuran sebesar piano ini memulai perjalanannya menuju pluto yang berjarak sekirtar empat koma delapan miliar kilometer dari bumi

Saat ini pesawat luar angkasa yang dinamakan New Horizons tersebut sedang sibuk mengambil gambar-gambar pluto dari jarak dekat dan diharapkan enam belas bulan ke depan seluruh data tersebut sudah dapat diolah dan dipubliasikan untuk mengenal kondisi pluto dengan lebih jelas.

Diperkirakan photo-photo ini akan spektakuler dan membuka wawasan baru karena photo tersebut sepuluh kali lebih detail jika dibandingkan dengan gambar-gambar pluto yang pernah diambil sebelumnya.

Temuan permulaan yang cukup signifikan dari gambar yang baru diterima adalah adanya gunung yang diliputi es yang ada di planet tersebut

Temuan ini cukup mengejutkan ilmuwan, sebab dari photo-photo yang berhasil dikirimkan dari pesawat ruang angkasa tersebut menunjukkan tidak adanya kawah kawah yang terbentuk dari hantaman benda luar angkasa padahal Pluto berada di kawasan Kuiper Belt yaitu wilayah di luar Neptunus dimana terbaran benda luar angkasa secara konstan menghujani pluto.

Penemuan ini menunjukkan secara geologi pluto digolongkan sebagai planet yang dan memiliki beberapa wilayah geografi nya yang masih muda, kemungkinan kurang dari seratus juta tahun yang tentunya sangat muda jika dibandingkan dengan sistem matahari yang berusia lima koma empat miliar tahun.

Hamparan es yang terbentuk di pegunungan di pluto sudah dapat dipastikan terbuat dari air. Disamping es, ada unsur lain yang banyak terdapat di permukaan pluto yaitu nitogen, methan dan kabon monoksida.

Komentar