Pengguna Game Pokemon Go Merosot?

Penulis: Darmansyah

Rabu, 24 Agustus 2016 | 13:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah menjadi trending topic dunia, dan menempati posisi puncak permainan game selama dua bulan terakhir, Pokemon Go, menurut data statistik yang ditulis laman situs tekhnologi “ubergizmo,” Rabu, 24 Agustus 2016,  mulai goyah serta ditinggalkan pengguna.

Juli lalu, saat dirilis,  Pokemon Go  menyita perhatian global.

Game keluaran Niantic dan Nintendo itu dimainkan berbagai kalangan, baik muda maupun tua, masyarakat biasa hingga selebritas papan atas.

Puncak kejayaan Pokemon Go tercatat pada pertengahan Juli lalu.

Jumlah pengguna aktif hariannya kala itu berada di kisaran empat puluh lima jutaan. Setelah itu, grafiknya mulai menurun.

Menurut data Apptopia, hingga hari ini,  pengguna aktif harian Pokemon Go saat ini tinggal tiga puluh  jutaan. Tak ada tanda-tanda grafik itu bakal mendekati angka empat puluh limajutaan lagi.

Meski demikian, Pokemon Go masih tercatat sebagai game mobile paling populer saat ini. Hanya saja, tren penurunan yang tercatat mengindikasikan masyarakat luas mulai jenuh dengan game berbasis augmented reality tersebut

Hal ini sesuai dengan prediksi beberapa pengamat di kala Pokemon Go masih di atas angin. Menurut mereka, kesuksesan instan yang diperoleh Pokemon Go bisa jadi tak bertahan lama.

Pasalnya, masyarakat di era teknologi mudah terpengaruh penyebaran informasi di internet. Ketika banyak yang membicarakan Pokemon Go, orang-orang bakal tergerak untuk mencoba permainan tersebut.

Lama-kelamaan, bakal tersaring sendiri pemain Pokemon Go sejati dan yang hanya ikut-ikutan. Hal ini yang perlu dipikirkan lebih lanjut oleh Niantic dan Nintendo.

Di industri teknologi, para pelaku dituntut untuk terus berinovasi. Pokemon Go pun telah beberapa kali diperbarui agar pengguna tak bosan dan kualitas permainan lebih baik.

Pembaruan itu antara lain dari segi antarmuka dan performa game. Niantic telah sesumbar bakal meluncurkan beberapa fitur baru yang menambah keseruan Pokemon Go.

Beberapa di antaranya meliputi kemampuan saling bertukar dan berdagang Pokemon (trade), bertarung dengan Pokemon lain di luar Gym, dan penambahan fungsi Gym. Belum jelas kapan fitur-fitur itu bisa dinikmati para pengguna.

Walaupun secara jumlah pengguna menuurun, “demam” Pokemon Go terus meluas dan kini melanda Bangkok, Thailand, membuat pemerintah mesti turun tangan.

Pemerintah Negeri Gajah sampai membuat satuan polisi khusus untuk menangani para pemain Pokemon Go yang bandel.

Seperti ditulis laman situs Mashable, Rabu, 24 Agustus 2016, pemain bandel di Thailand itu biasanya bertindak sembrono, memainkan Pokemon Go sambil mengendarai motor atau berjalan.

Akibatnya, jumlah kecelakaan lalu lintas pun meningkat.

Pemerintah setempat merespons peristiwa ini dengan membuat sebuah polisi khusus bernama Pokemon Buster.

Divisi ini beranggotakan lima puluh orang polisi dan bertugas mengawasi sepuluh ruas jalanan paling sibuk, yang sekaligus dinyatakan sebagai zona terlarang Pokemon Go di Bangkok.

Kepala Kepolisian Bangkok Sanit Mahavathavorn mengatakan polisi khusus ini tidak akan menangkap atau memenjarakan pemain Pokemon Go yang melanggar.

Mereka hanya bertugas memotret pelanggar sebagai bukti untuk mengenakan denda. Harapannya, tindakan tindakan pendisiplinan tersebut bisa membuat orang sadar dan lebih berhati-hati.

Denda yang diberlakukan sebesar seribu baht  untuk pelanggaran berupa tindakan berisiko bahaya.

Misalnya bermain Pokemon Go sambil berlari di jalanan atau mengendarai motor.

Pokemon Go menuntut pemainnya benar-benar bergerak di dunia nyata demi bisa mencapai target tertentu dalam permainan.

Misalnya, orang mesti berjalan dua  hingga sepuluh kilometer demi menetaskan telur atau mencari monster pokemon liar.

Karena cara bermain yang seperti itu, perusahaan pembuat game, yaitu Niantic Labs, selalu memberi peringatan agar pemain selalu waspada dan tidak memainkan Pokemon Go sambil berkendara.

Namun pada praktiknya, tak semua pemain menurut pada peringatan tersebut. Salah satu contohnya terlihat dari kota Bangkok tersebut.

Berita lainnya dari Pokemon Go adalah penambahan fitur  sightings.

Fitur tersebut lebih kurang serupa dengan fitur nearby yang dihilangkan. Kala itu beberapa pemain protes melalui forum online Reddit karena merasa nearby sangatlah dibutuhkan.

Seperti dilansir situs Kotaku, sightings dan nearby sejatinya bertujuan sama, yakni memberi sinyal bagi pemain bahwa Pokemon liar jenis tertentu sedang berada dekat dengan lokasi pemain.

Hanya saja, nearby menyematkan jejak kaki Pokemon pada layar permainan, sedangkan sightings tak lagi mematrikan tanda itu. Beberapa orang menduga Niantic menghilangkan jejak kaki karena lumayan besar membebani server Pokemon Go.

Selain itu, jejak kaki juga kerap tak akurat. Ketika pemain mendekati arah jejak kaki, sering kali tak ada Pokemon yang muncul. Hal ini seperti memberi harapan palsu pada pemain.

Perbedaan kedua, sightings menampilkan daftar Pokemon yang lebih sedikit. Hal ini dikarenakan sightings tak melipatgandakan jenis Pokemon di lamannya.

Diketahui, pada nearby, daftar Pokemon bisa sangat banyak. Misalnya, di satu daerah hanya ada Rattata, tetapi dalam jumlah banyak, maka nearby akan menampilkan daftar Rattata berulang-ulang.

Dari segi antarmuka, sightings memperlihatkan latar rumput di belakang jenis Pokemon liar. Belum jelas apakah sightings akan berumur panjang atau bakal dirombak kembali.

Niantic sepertinya masih mencari sistem yang paling tepat untuk memberi tahu para pemain bahwa monster-monster kecil berada di dekat mereka.

Komentar