Lorenzo Sindir Rossi,”Kok Gagal di Ducati”

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 April 2016 | 15:22 WIB

Dibaca: 2 kali

Jorge Lorenzo yang resmi menjadi pebalap  MotoGP di Ducati musim mendatang, usai menyetujui kontrak dua tahunnya di pabrikan asal Italia itu, langsung menyindir Valentino Rossi dengan mengatakan tidak ingin seperti “The Doctor” yang gagal meraih juara selama berkiprah di tim itu.

“Saya bukan Rossi. Saya ingin memberi Ducati predikat juara. Bukan seperti Rossi yang apes selama dua musimnya,” ujar Lorenzo kepada “crash,” Selasa, 19 April 2016.

Juga kepada jurnalis senior Italia, Guido Meda, Lorenzo mengungkapkan  peluang untuk sukses bersama Ducati menjadi alasan utamanya  hengkang dari Movistar Yamaha.

Lorenzo ingin sukses di tempat Valentino Rossi gagal.

Lorenzo baru saja dikonfirmasi gabung Ducati hingga akhir musim 2018.

Banyak yang menduga, memburuknya hubungan dengan Rossi menjadi penyebab utama Lorenzo memutuskan untuk hengkang dari tim yang sudah dibelanya sejak delapan tahun silam

Meda sendiri mengungkapkan pendapat yang sama.

Menurutnya, Lorenzo ingin membuktikan dirinya lebih baik ketimbang Rossi.

Karena itulah, pembalap asal Spanyol  tersebut akhirnya memilih gabung ke Ducati, tim yang juga pernah dibela The Doctor.

VR46 memang pernah membela Ducati selama dua musim  Sayangnya, kesuksesan yang pernah didapatkan beberapa musim sebelumnya bersama Yamaha gagal diulanginya di Ducati.

“Lorenzo bergabung dengan tim Italia itu karena dia ingin meraih kesuksesan di saat Rossi mengalami kegagalan, meskipun mereka berada di waktu yang berbeda,” tutur Meda, sebagaimana diberitakan Calcio Web, Selasa, 19 April 2016

Paolo Ciabatti, bos besar Ducati  mengatakan bahwa kualitas motor Ducati-lah yang menjadi alasan Lorenzo hijrah.

“Ada beberapa kontrak pembalap terbaik yang akan habis musim ini. Kami telah menghubungi pihak Lorenzo dari jauh-jauh hari. Kami percaya dengan kualitas motor kami. Sejauh ini kami berhasil membuktikan diri,” ujar Ciabatti, seperti dilansir GP One.

Ciabatti juga menyatakan optimis kalau Lorenzo bakal mampu bersaing dengan pembalap lainnya pada musim depan. Sejauh ini, ia sudah berhasil mengantongi dua kemenangan.

Pada seri pertama di Qatar, Lorenzo berhasil menjadi pembalap tercepat. Kemenangan kedua dikantonginya saat menjajal GP Amerika Serikat . \

Pada seri ketiga itu, Lorenzo berhasil menduduki podium kedua

Ducati sangat percaya dengan kualitas yang dimiliki Lorenzo.

Tim yang berbasis di Bologna, Italia, itu yakin X-Fuera berpeluang memberikannya gelar juara dunia.

“Ducati telah menawarkan hal yang lebih penting dari Yamaha. Itulah mengapa pada akhirnya peminangan (Lorenzo dan Ducati) bisa terjadi,” ujarnya.

“Ducati membuat kepindahan ini terjadi karena mereka pikir inilah saatnya bagi mereka untuk memiliki seorang pembalap dunia. Iannone dan  Dovizioso belum membuktikan dengan gelar, Lorenzo sudah,” sambungnya.

Ducati sejatinya telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa sejak musim lalu, dengan Iannone dan Dovi kerap kali mengakhiri balapan di atas podium.

Sayangnya, kedua pembalap tersebut belum bisa tampil konsisten sepanjang musim.

Lorenzo dijadwalkan akan mencoba motor Ducati dalam waktu dekat.

Direktur Olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, mengatakan bahwa hal tersebut adalah tradisi yang selalu dilakukan Ducati.

“Kami berharap dapat melakukannya. Itu adalah tradisi yang kerap dilakukan oleh pembalap baru kami. Namun, kami belum membicarakan mengenai hal itu dengan Tim Yamaha. Kami juga berharap dapat mencoba lintasan dengannya,” ujar Ciabatti, seperti dilansir GP One

Kendati demikian, Ciabatti menegaskan bahwa timnya tidak akan melupakan persiapan jelang seri keempat di Jerez, Spanyol.

Kendati Lorenzo telah resmi berseragam Ducati mulai musim depan, Ciabatti menegaskan bahwa pada musim ini pembalap berjuluk X-Fuera itu masih menjadi pesaing Ducati.

“Kabar ini baru bagi kami. Kami akan fokus di Jerez. Lorenzo adalah salah satu pesaing kami, dia adalah salah satu pembalap yang sulit untuk dikalahkan.”

“ Musim ini kami akan fokus pada perkembangan Dovizioso dan Iannone. Dia akan tetap menjadi pesaing kami hingga kahir musim ini,” lanjut Ciabatti.

Komentar