Kolestorel Bukan Ditakuti Tapi Dikendalikan

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Februari 2015 | 12:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda kelebihan kolesterol? Paling tidak itulah yang tertera dalam hasil uji lab yang telah Anda jalani.

Takut? Cemas?

Tak perlu menanggapinya secara berlebihan.

Setelah Anda mendapat hasil uji lab itu dan kolesteraol jahat Anda berada di atas ambang normal, maka lakukan pengendaliannya lewat perilaku hidup sehat. Kendalikan asupan dan jauhkan kecemasan.
Kolesterol memang berfungsi untuk tubuh.

Namun, kebanyakan mengonsumsi makanan berlemak bisa membuat tubuh menumpuk kolesterol jahat secara berlebihan.

Akibatnya, kesehatan pembuluh darah dan jantung dipertaruhkan.

Untuk mengendalikan Anda memerlukan makanan tertentu yang bisa membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

Makanan yang tinggi antioksidan membantu menjaga kesehatan pembuluh darah, meningkatkan kolesterol baik, serta membuang kolesterol dari tubuh.

Kolesterol merupakan zat seperti lilin yang dibuat oleh hati. Ia akan bermanfaat bagi tubuh, tapi kolesterol harus dikendalikan.

Terkadang, tubuh membuat lebih banyak jumlah kolesterol daripada jumlah yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh.

Kolesterol berlebih ini akan beredar dalam aliran darah. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat menyumbat pembuluh darah dan meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan stroke.

Kolesterol adalah molekul penting dalam tubuh.

Sebagian besar kolesterol diproduksi oleh organ hati, juga bisa diperoleh melalui makanan yang Anda konsumsi.

Dalam jumlah yang normal kolesterol melayani beberapa fungsi yang sangat penting dalam tubuh.

Fungsi kolesterol antara lain sebagai prekursor untuk banyak hormon, termasuk testosteron dan estrogen, menjaga cairan sel membran, dan berkontribusi terhadap pembentukan asam empedu yang membantu mencerna lemak.

Setelah diproduksi di hati, kolesterol siap untuk pindah ke dalam aliran darah dan pergi ke berbagai organ dan jaringan dalam tubuh. Sesampai di sana, kolesterol akan melakukan berbagai fungsi.

Namun, kolesterol tidak masuk ke dalam aliran darah dengan sendirinya, lantaran terlalu berlemak untuk bisa diserap langsung ke dalam aliran darah.

Oleh karena itu, kolesterol memerlukan protein lain untuk mengangkutnya. Protein yang membawa kolesterol dalam darah disebut sebagai apolipoprotein.

Apolipoprotein bertanggung jawab untuk mengangkut kolesterol ke tujuan yang benar. Ketika apolipoprotein dan molekul kolesterol berkumpul di dalam hati, sekarang disebut sebagai lipoprotein.

Lipoprotein terjadi dalam berbagai ukuran. Masing-masing ukuran melakukan fungsi yang berbeda.

Satu hal yang perlu diingat, semakin banyak kolesterol dan kurangnya lipoprotein yang dimiliki, membuatnya menjadi molekul yang kurang stabil dan semakin besar kemungkinan Anda bisa berada pada risiko penyakit jantung.

Ada banyak jenis lipoprotein dalam tubuh, dan masing-masing memiliki fungsi penting:

HDL adalah lipoprotein berat dan bertanggung jawab untuk membawa kolesterol dari berbagai organ dan jaringan kembali ke hati untuk didaur ulang atau degradasi. HDL juga disebut sebagai kolesterol ‘baik’ dan berhubungan dengan kesehatan jantung karena mereka membantu untuk membersihkan kelebihan kolesterol dari darah.

LDL atau kolesterol ‘jahat’, lebih ringan dibanding HDL dan bertanggung jawab untuk membawa kolesterol dari hati ke organ dan jaringan tubuh. Lipoprotein ini kurang stabil karena mengandung sedikit protein dan lebih banyak lipid, yang membuatnya lebih rentan berantakan.

Karena mereka tidak membawa kolesterol kembali ke hati, LDL cenderung berkeliaran dalam darah, kadang-kadang menempel pada pembuluh yang meradang. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan aterosklerosis, yang menyebabkan penyakit jantung.

IDL lebih ringan daripada kolesterol LDL. Mereka adalah produk dari lipoprotein densitas sangat rendah ketika mereka rusak. Ketika IDL mengalami pecahan lebih lanjut, itu menghasilkan partikel kolesterol LDL.

Lipoprotein jenis ini bahkan lebih ringan dan sebagian besar dikonversi menjadi LDL, tetapi memiliki efek yang sama merugikan pada sistem peredaran darah.

Chylomicrons dibuat di usus halus dan bertanggung jawab untuk mengangkut trigliserida dari usus kecil untuk berbagai jaringan dalam tubuh.

Untuk mengendalikan produksi kolesterol dalam tubuh, beberapa hal yang dilansir dari “Health Me Up” ini bisa Anda gunakan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit-penyakit yang berkaitan dengan koleterol tinggi.

Batasi konsumsi daging merah. Ayam dan ikan adalah pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan daging merah.

Jika Anda tak bisa lepas dari daging, sebaiknya Anda menguliti daging sebelum mengolahnya karena kulit merupakan sumber kolesterol.

Hindari pengolahan yang menggunakan banyak minyak. Biasakanlah untuk mengolah daging dengan cara dipanggang karena penggunaan minyak lebih sedikit.

Minyak zaitun mengandung antioksidan yang dapat menurunkan kolesterol LDL tanpa memengaruhi kolesterol HDL. Anda disarankan untuk mengonsumsi dua sendok makan minyak zaitun per hari agar jantung lebih sehat.

Asam lemak omega 3 meningkatkan jumlah kolesterol HDL (kolesterol baik). Ikan, biji rami, kacang-kacangan dan almond adalah beberapa sumber makanan yang kaya akan omega 3.

Aktivitas fisik membantu Anda mengontrol berat badan dan dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes. Cara ini juga bisa mengurangi stres, yang merupakan faktor utama dalam penyakit jantung.

Bawang putih menurunkan kolesterol, mencegah pembekuan darah, menurunkan tekanan darah, dan melindungi dari infeksi. Cobalah untuk mengonsumsi 2 sampai 4 siung bawang putih per hari.

Minum hitam adalah adalah musuh terbesar tehadap kolesterol LDL. Cobalah untuk minum satu cangkir teh hitam setiap hari untuk mencegah kolesterol tinggi.

Komentar