Ustadz Yusuf Mansur: “Saya Siap Beli Bank Mutiara”

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Juli 2013 | 23:20 WIB

Dibaca: 1 kali

Ustadz Yusuf Mansur mengakui sanggup membeli Bank Mutiara, dulungan Bank Century, hanya dalam satu minggu dari dana yang dihimpunnya dari sedekah umat Islam Indonesia. “Saya cari Rp 1 triliun bisa, tergantung isunya. Satu minggu Bank Mutiara bisa selesai. Kita ada jaringan di 500 kota,” ucap Yusuf Mansur di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis,18 Juli 2013.

Memang saat ini Bank Mutiara yang merupakan eks Bank Century tengah dijual kembali oleh Lembaga Penjamin Simpanan dengan harga Rp 6,7 triliun. Namun sampai kini Bank Mutiara belum juga laku.

Selain menyinggung soal pembelian Bank Mutiara, Yusuf Mansur juga mengatakan, sistem investasi yang dia buat bisa untuk menyelamatkan PT Merpati Nusantara Airlines dari masalah utang dan keuangan. Cukup menggandeng para jemaahnya, Yusuf Mansur yakin Merpati bisa diselamatkan. Sedekah yang diperoleh kemudian digunakan menambah modal kerja untuk pembelian pesawat.

“Mau take over Indosat atau Merpati,” tambahnya.

Menurutnya, kekuatan sedekah sangat luar biasa. Berbekal program yang jelas, masyarakat mau bersedekah dalam jumlah sangat besar. “Akhirnye mengerucut sedekah, ini fenomena luar biasa. Ini lebih besar dari zakat,” katanya.

Yusuf Mansur, ustadz yang fokus dengan tema dakwahnya seputar kekuatan sedekah, dalam pekan ini dihebohkan oleh investasinya yang menggurita dari dana yang berasal dari jamaahnya. Investasi yang dijalankan dengan cara Yusuf Mansur ini dinilai menyimpang dari tatakelola dana masyarakat kerana tidak punya lembaga control.

Atas dasar penilaian ini ustazd Yusuf Mansur mengungkapkan siap berhadapan dengan Otoritas Jasa Keuangan bila ia dipanggil terkait bisnis Patungan Usaha yang dibuatnya.

Yusuf Mansur sudah menghentikan bisnis patungan tersebut. “Saya tunggu kalau dipanggil OJK,” kata Yusuf Mansur saat ditemui dalam acara Buka Puasa Bersama dengan Menteri BUMN di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis.

Yusuf menolak jika dikatakan bahwa bisnis tersebut merupakan produk investasi yang memberikan imbal hasil menggiurkan sebab bisnis ini merupakan patungan biasa untuk membeli tanah hingga properti. “Cuma kalau yang ngomong saya, pengaruhnya besar. Begitu saya ketemu Pak Menteri BUMN Dahlan Iskan, saya langsung berhentikan bisnis itu,” katanya.

Awalnya, bisnis patungan ini nantinya tidak akan melibatkan pihak perbankan. Namun, karena kondisi keuangannya belum mencukupi (dari bisnis patungan tadi), Yusuf Mansur pun mendatangi pihak perbankan (Bank BTN) dengan meminjam dana Rp 20 miliar bertenor 8 tahun.

“Duit perbankan itu akhirnya untuk finishing proyek. Bahkan, nantinya duit itu juga bisa digunakan untuk membenahi bandara, hotel, hingga membuat kebun kelapa sawit,” jelasnya.

Sekadar catatan, bisnis Patungan Usaha milik Yusuf Mansur ini belum memiliki aspek legal sehingga menurut saran Menteri BUMN Dahlan Iskan, program tersebut harus dihentikan.

Dari program tersebut, Yusuf Mansur mampu membeli hotel di kawasan Bandara Soekarno-Hatta dan nantinya diubah menjadi hotel yang khusus melayani haji dan umrah.

Sebelumnya, dana umat melalui patungan usaha yang merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Ustadz YM memiliki potensi yang sangat besar. Salah satunya potensi sebagai pendanaan salah satu proyek. Hal tersebut terlihat dari animo masyarakat yang begitu besar terhadap program patungan usaha tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan patungan usaha tersebut secara hukum pemerintah harus legal, dengan seminimal mungkin memiliki badan pengontrol.

“Saya tidak tahu seperti apa, tapi menurut OJK harus dikontrol, kemudian saya bertemu YM apakah uangnya ini menjadi investasi yang awalnya sedekah, kemudian sedekah itu menjadi investasi dan dimiliki publik,” ucap Dahlan.

Komentar